Beranda Palembang Palembang Dipercaya Jadi Tuan Rumah, Namun Manfaat Kejurnas Anggar Masih Dinanti

Palembang Dipercaya Jadi Tuan Rumah, Namun Manfaat Kejurnas Anggar Masih Dinanti

10
0
Wakil Wali Kota Palembang menerima audiensi panitia Kejurnas Anggar 2026 yang akan diikuti ratusan atlet dari berbagai provinsi. (Foto: Poerba/ cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional. Kali ini, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2026 akan digelar pada 18–21 Juni mendatang dengan melibatkan ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Pempek yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat penyelenggaraan event olahraga nasional maupun internasional. Namun di tengah optimisme yang disampaikan pemerintah dan panitia, muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati: sejauh mana kehadiran event olahraga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah?

Sebanyak 400 atlet dari 23 provinsi dipastikan akan hadir dalam Kejurnas Anggar 2026. Jumlah itu belum termasuk pelatih, ofisial, pendamping, serta keluarga atlet yang diperkirakan turut datang ke Palembang selama pelaksanaan kejuaraan.

Momentum tersebut diyakini dapat menjadi peluang besar bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku usaha mikro di Kota Palembang.

Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, saat menerima audiensi panitia pelaksana menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kejurnas Anggar 2026. Menurutnya, event tersebut menjadi kesempatan bagi Palembang untuk kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai kota yang siap menggelar ajang olahraga berskala nasional.

Panitia pelaksana juga mengklaim persiapan telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah kebutuhan teknis dan administrasi disebut tengah dirampungkan menjelang hari pelaksanaan.

Ketua Pelaksana Kejurnas Anggar 2026, M. Ali Ruben, mengatakan antusiasme daerah cukup tinggi. Hingga awal Juni, sebanyak 23 provinsi telah mengonfirmasi keikutsertaan.

“Total peserta diperkirakan mencapai 400 atlet. Ini menunjukkan Kejurnas Anggar Palembang mendapat sambutan positif dari berbagai daerah,” ujarnya.

Sport Tourism Jadi Harapan

Selain mengejar prestasi olahraga, penyelenggaraan Kejurnas Anggar juga dikaitkan dengan pengembangan konsep sport tourism yang selama beberapa tahun terakhir terus didorong Pemerintah Kota Palembang.

Baca juga  Dugaan Pemotongan Dana PIP, Ratusan Siswa SMKN 1 OKU Selatan Desak Kepala Sekolah Mundur

Para peserta nantinya akan diperkenalkan dengan sejumlah ikon wisata seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Sungai Musi hingga ragam kuliner khas Palembang.

Harapannya sederhana namun besar: tamu yang datang untuk bertanding juga menjadi wisatawan yang membelanjakan uangnya di daerah.

  Meski konsep sport tourism terus digaungkan, manfaat ekonomi dari berbagai event olahraga sering kali masih menjadi perdebatan.

Berdasarkan temuan di lapangan pada sejumlah event sebelumnya, dampak positif memang dirasakan sektor tertentu seperti hotel, restoran dan transportasi. Namun manfaat tersebut belum selalu dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku UMKM.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pelaku usaha kecil yang mengaku belum sepenuhnya terhubung dengan rantai ekonomi dari kegiatan olahraga berskala besar.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah kehadiran Kejurnas Anggar 2026 nantinya benar-benar mampu mendorong ekonomi masyarakat secara luas, atau manfaatnya hanya terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu?

Atlet Tuan Rumah Pasang Target Tinggi

Di tengah persiapan panitia, para atlet juga tengah berpacu dengan waktu.

Salah satunya Sofia Salsabila Nayla Putri, atlet anggar asal Palembang yang saat ini menjalani latihan intensif menjelang kejuaraan.

Mahasiswi FKIP Universitas Sriwijaya tersebut mengaku porsi latihan ditingkatkan untuk memaksimalkan kesiapan fisik dan teknik bertanding.

Prestasi medali perunggu pada Kejurnas sebelumnya di Aceh menjadi modal penting baginya untuk tampil lebih percaya diri di hadapan publik sendiri.

Tampil sebagai tuan rumah membuat targetnya semakin tinggi. Ia berharap dapat mempersembahkan medali emas bagi Sumatera Selatan sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet daerah mampu bersaing di level nasional.

Tantangan Setelah Event Berakhir

Kejurnas Anggar 2026 memang membawa harapan besar bagi Palembang. Selain menjadi panggung kompetisi atlet nasional, ajang ini juga diharapkan memperkuat citra kota sebagai destinasi olahraga Indonesia.

Baca juga  Polda Sumsel Salurkan 147 Ton Beras Murah untuk 18.900 Warga Lewat Gerakan Pangan Murah Jelang Lebaran

Namun pengalaman berbagai daerah menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari meriahnya pembukaan atau jumlah peserta yang hadir.

Ukuran sesungguhnya justru terlihat setelah pertandingan usai: apakah ekonomi lokal bergerak, kunjungan wisata meningkat, dan pembinaan olahraga berlanjut secara berkelanjutan.

Hingga kini, belum semua manfaat dari konsep sport tourism dapat diukur secara rinci di berbagai daerah penyelenggara event olahraga.

Palembang kembali mendapat kesempatan membuktikannya melalui Kejurnas Anggar 2026. Namun apakah peluang besar ini benar-benar mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, atau hanya menjadi euforia sesaat yang berlalu setelah pertandingan berakhir?

Informasi dihimpun dari keterangan resmi panitia Kejurnas Anggar 2026, Pemerintah Kota Palembang, serta hasil penelusuran lapangan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here