Beranda Nusantara Jelang Idulfitri, Pasar Simpang Balik Bener Meriah Ramai Pembeli, Pakaian Rp35 Ribu...

Jelang Idulfitri, Pasar Simpang Balik Bener Meriah Ramai Pembeli, Pakaian Rp35 Ribu Diserbu Warga

10
0
1. Suasana Pasar Simpang Balik di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah yang dipadati warga menjelang Hari Raya Idulfitri.(Foto:Adis/cimutnews.co.id)

BENER MERIAH, cimutnews.co.id – Aktivitas jual beli di Pasar Simpang Balik, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terlihat meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sejak Minggu pagi (15/3/2026), pasar tradisional tersebut dipadati warga dari berbagai desa yang datang untuk membeli kebutuhan pokok hingga pakaian Lebaran.

Berdasarkan pantauan di lokasi, keramaian pasar mulai terlihat sejak pagi hari. Para pedagang memenuhi lapak-lapak pasar dengan berbagai komoditas, mulai dari sayur mayur, daging, ikan, bumbu dapur, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya yang banyak diburu masyarakat menjelang Lebaran.

Selain kebutuhan pokok, pakaian juga menjadi salah satu barang yang paling diminati warga. Lapak penjual pakaian dengan harga terjangkau menjadi pusat perhatian para pembeli.

Pakaian Rp35 Ribu Jadi Buruan Warga

Salah satu lapak pakaian yang menawarkan harga Rp35 ribu per potong terlihat dipadati pembeli, terutama ibu-ibu yang memilih berbagai model pakaian untuk persiapan Hari Raya Idulfitri.

Harga yang relatif murah membuat masyarakat antusias membeli pakaian tersebut. Bahkan beberapa pembeli terlihat membeli lebih dari satu potong pakaian sekaligus.

Seorang pedagang pakaian di pasar tersebut mengaku bahwa jumlah pembeli meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir dibandingkan hari biasa.

“Beberapa hari ini pembeli memang meningkat karena sudah mendekati Lebaran. Banyak warga yang mencari pakaian murah untuk keluarga,” ujar salah satu pedagang di Pasar Simpang Balik.

Pedagang Rasakan Dampak Positif

Meningkatnya jumlah pengunjung pasar membawa dampak positif bagi para pedagang. Banyak pedagang mengaku dagangan mereka lebih cepat terjual dibandingkan hari-hari biasa.

Menurut mereka, momen menjelang Hari Raya Idulfitri selalu menjadi waktu yang dinantikan karena perputaran ekonomi di pasar tradisional meningkat cukup signifikan.

Baca juga  UMKM Jamur Tiram Banyuasin Disorot: Wabup Netta Dorong Hilirisasi Pangan dan Ekonomi Kreatif Desa

“Alhamdulillah kalau sudah dekat Lebaran seperti ini pembeli ramai, jadi dagangan kami juga lebih cepat habis,” kata pedagang lainnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar tradisional masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan seperti Kecamatan Wih Pesam.

Warga Pilih Belanja Lebih Awal

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui di pasar mengatakan sengaja datang lebih awal untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

Mereka mengaku ingin menghindari kepadatan yang biasanya terjadi pada hari-hari terakhir menjelang Idulfitri.

“Kalau belanja sekarang masih agak longgar. Biasanya kalau sudah dekat Lebaran pasar semakin ramai,” ujar salah seorang warga yang sedang berbelanja.

Ramainya aktivitas jual beli di Pasar Simpang Balik diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal, khususnya bagi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pasar tradisional.

Pemerintah daerah juga terus mendorong keberadaan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi masyarakat agar tetap berkembang dan mampu bersaing dengan pasar modern. (Adis)