Beranda Palembang Terungkap dalam Forum DPR RI, Persoalan Banjir dan Kemacetan Palembang Belum Terjawab...

Terungkap dalam Forum DPR RI, Persoalan Banjir dan Kemacetan Palembang Belum Terjawab Sepenuhnya

13
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka Festival Aspirasi BAM DPR RI di Rumah Dinas Wali Kota Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Persoalan banjir dan kemacetan kembali menjadi pembahasan utama dalam Forum Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Minggu (14/6/2026).

Forum yang menghadirkan Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan, sejumlah anggota BAM DPR RI, serta anggota DPR RI Yudha Novanza Utama itu menjadi ruang penyerapan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan perkotaan yang selama ini masih menjadi perhatian warga.

Namun di tengah berbagai program pembangunan yang disampaikan pemerintah, muncul pertanyaan yang masih banyak dibicarakan masyarakat: kapan dampak nyata dari berbagai rencana tersebut benar-benar dirasakan secara merata di lapangan?

Dalam forum tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa kota dengan jumlah penduduk lebih dari 1,8 juta jiwa itu menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Menurutnya, berbagai persoalan seperti banjir, kemacetan, persampahan hingga sanitasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, pemerintah pusat dan masyarakat.

“Ini forum yang tepat untuk membahas persoalan-persoalan strategis Kota Palembang. Kota ini terus berkembang sehingga membutuhkan perencanaan yang matang dan berkelanjutan,” ujar Ratu Dewa.

Selain itu, Pemerintah Kota Palembang juga mengungkapkan telah mengusulkan perluasan wilayah kota kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari strategi menjawab kebutuhan pembangunan di masa mendatang.

Untuk persoalan banjir, Ratu Dewa menyebut masalah tersebut bukan persoalan baru. Ia mengacu pada catatan sejarah yang menunjukkan banjir telah terjadi sejak 1932.

Menurutnya, faktor alam dan perilaku manusia menjadi penyebab utama munculnya genangan di sejumlah wilayah saat curah hujan tinggi.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta memperhatikan kondisi anak sungai yang menjadi bagian penting dari sistem drainase kota.

Baca juga  IWAPI Palembang Beri Bantuan Modal Usaha untuk Ibu Tangguh pada Peringatan Hari Ibu ke-97

Namun fakta di lapangan menunjukkan persoalan banjir masih menjadi keluhan yang cukup sering muncul di sejumlah kawasan saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Sejumlah warga mengaku genangan masih kerap muncul di beberapa titik meski berbagai program penanganan terus dijalankan pemerintah.

Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi drainase yang tersumbat, sedimentasi saluran air, hingga perubahan fungsi lahan masih diduga menjadi faktor yang memperparah munculnya genangan ketika hujan turun dalam waktu lama.

Di sisi lain, persoalan kemacetan juga belum sepenuhnya teratasi.

Pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun berbanding lurus dengan bertambahnya kepadatan lalu lintas pada sejumlah ruas jalan utama, terutama pada jam sibuk.

Meski berbagai upaya rekayasa lalu lintas dan pengembangan transportasi telah dilakukan, sejumlah pengguna jalan mengaku masih menghadapi antrean kendaraan pada beberapa titik tertentu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa cepat infrastruktur dan tata kelola kota mampu mengejar laju pertumbuhan aktivitas masyarakat yang terus meningkat.

Dalam forum tersebut, Ratu Dewa juga memaparkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pemerintah Kota Palembang menargetkan fasilitas tersebut menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan kota besar.

Bahkan, proyek tersebut direncanakan akan diresmikan Presiden Republik Indonesia pada Oktober mendatang.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai sejauh mana fasilitas tersebut nantinya mampu mengurangi volume sampah harian secara signifikan serta dampaknya terhadap lingkungan dan pelayanan persampahan di tingkat masyarakat.

Di bidang ekonomi, Pemerintah Kota Palembang mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,91 persen atau berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Selatan maupun nasional.

Baca juga  Menko AHY Tinjau Rusun Mahasiswa Unsri Palembang, Dorong Peningkatan Hunian Layak untuk Dukung Kualitas Pendidikan

Pemerintah juga mengklaim terus mendorong penguatan UMKM, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan penurunan angka kemiskinan.

Namun sejumlah pengamat menilai capaian statistik pembangunan perlu terus diikuti dengan pemerataan manfaat ekonomi hingga ke tingkat masyarakat bawah agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan secara luas.

Hingga kini, belum semua persoalan perkotaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Forum aspirasi yang digelar BAM DPR RI menjadi ruang penting untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan perumusan kebijakan nasional.

Meski berbagai rencana dan optimisme pembangunan terus disampaikan, pertanyaan besar yang masih tersisa adalah apakah berbagai program tersebut mampu menjawab persoalan banjir, kemacetan, dan pengelolaan kota secara menyeluruh, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here