Seruan Perdamaian di Bulan Ramadan
Jakarta, cimutnews.co.id – Seruan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin agar perang Iran dengan negara-negara Arab dihentikan jelang Idul Fitri menjadi sorotan pada 18 Maret 2026. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta sebagai respons atas konflik yang masih berlangsung sejak 28 Februari 2026 di kawasan Asia Barat, yang melibatkan serangan rudal dan drone Iran ke sejumlah negara Arab. Sultan menilai konflik ini tidak semestinya terjadi, terutama di bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum perdamaian.
Menurut Sultan, peperangan antar sesama negara Muslim merupakan tragedi yang sangat disayangkan dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.
“Tidak semestinya terjadi permusuhan, apalagi peperangan antar-sesama negara Muslim di Bulan Suci Ramadan,” ujar Sultan.
Dampak Serangan dan Ancaman Instabilitas
Konflik yang terjadi tidak hanya menyasar aset militer, tetapi juga berdampak pada infrastruktur sipil seperti bandar udara, kawasan pemukiman, dan fasilitas ekonomi. Negara-negara Arab yang terdampak di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, dan Yordania.
Meski demikian, negara-negara tersebut masih menahan diri untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Asia Barat.
“Serangan ini bukan hanya berdampak militer, tetapi juga menyasar masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik,” kata Sultan menambahkan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu instabilitas berkepanjangan, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang masih memanas.
Peran OKI dan Sikap Indonesia
Sebagai sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Sultan menilai Iran dan negara-negara Arab seharusnya memperkuat solidaritas, bukan justru terlibat konflik.
“Sudah saatnya perang ini diakhiri agar Iran dan negara-negara Arab bisa berdamai dan membangun kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik antar negara Muslim dapat dimanfaatkan pihak lain untuk memperkeruh situasi.
Indonesia sendiri, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menyatakan keprihatinan mendalam atas konflik tersebut. Namun, pemerintah tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.
“Indonesia tidak akan ikut campur, tetapi tetap mendorong perdamaian,” ujarnya.
Dorongan Pertemuan Darurat OKI
Sultan juga mendorong negara-negara anggota OKI untuk segera menggelar pertemuan darurat tingkat kepala negara guna mencari solusi konkret.
Menurutnya, langkah strategis diperlukan untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di antara negara-negara Muslim.
“OKI perlu mengambil langkah strategis untuk menjamin persatuan,” kata Sultan.
Harapan Perdamaian Jelang Idul Fitri
Menutup pernyataannya, Sultan mengimbau Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara Muslim, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia menegaskan bahwa perdamaian harus menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas dan kemanusiaan di kawasan.
Masyarakat internasional pun diharapkan dapat mendorong dialog dan diplomasi sebagai solusi utama konflik.
Sumber: dikutip dari rilis resmi
Penulis: Redaksi Cimutnews (rilis/diolah)


















