
Jakarta, cimutnews.co.id – Ketua Umum DPP Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Mahmud Marhaba, mengajak seluruh wartawan di Indonesia untuk menjadikan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai titik kembali pada nilai kejujuran, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik, setelah menjalani pembelajaran spiritual selama bulan Ramadan.
Pesan tersebut disampaikan di penghujung Ramadan 2026 sebagai refleksi atas peran wartawan yang tidak hanya dituntut bekerja cepat, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Kalau Ramadan pergi, apa yang tersisa dari kita sebagai wartawan?” ujar Mahmud dalam pernyataannya.
Ramadan, Momentum Pengendalian Diri Wartawan
Mahmud menekankan bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran untuk mengendalikan diri, termasuk dalam praktik jurnalistik sehari-hari.
Ia mengingatkan wartawan untuk tidak tergesa-gesa dalam menyajikan berita, menghindari opini yang menghakimi, serta menahan ego dalam setiap proses peliputan dan penulisan.
“Di penghujung Ramadan ini, kita belajar menahan diri—dari berita yang tergesa, dari opini yang menghakimi, dan dari ego yang ingin selalu benar,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan terbesar wartawan bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam menjaga integritas hati saat menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kembali ke Nilai Dasar Jurnalistik
Lebih lanjut, Mahmud menegaskan bahwa Idul Fitri harus dimaknai sebagai momentum untuk kembali pada nilai dasar profesi jurnalistik, yakni kejujuran, etika, dan niat pengabdian.
Ia menilai, profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk memberikan informasi yang benar dan berimbang kepada publik.
“Idul Fitri adalah momentum kembali: kembali pada kejujuran, kembali pada etika, kembali pada niat awal—bahwa profesi ini adalah pengabdian, bukan kepentingan,” tegasnya.
Pesan ini menjadi relevan di tengah perkembangan media digital yang semakin cepat, di mana tekanan untuk menyajikan berita secara instan seringkali mengabaikan aspek verifikasi dan akurasi.
Dorongan Profesionalisme di Era Digital
Dalam konteks industri media saat ini, Mahmud juga mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi serta menjaga marwah profesi di tengah arus informasi yang masif.
Ia menekankan pentingnya membangun wartawan yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, beretika, dan memiliki tanggung jawab sosial.
“Mari kita kuatkan barisan, membangun wartawan yang kompeten, beretika, dan bermartabat di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Harapan di Hari Kemenangan
Di akhir pesannya, Mahmud Marhaba menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh wartawan dan masyarakat Indonesia, sekaligus mengajak untuk saling memaafkan.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.
Ia berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi awal baru bagi insan pers untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pemberitaan, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa melalui jurnalisme yang bertanggung jawab. (Timred/CN)


















