Beranda Palembang Operasi Ketupat Musi 2026 Polda Sumsel Catat Peningkatan Pengamanan dan Mobilitas Masyarakat

Operasi Ketupat Musi 2026 Polda Sumsel Catat Peningkatan Pengamanan dan Mobilitas Masyarakat

4
0
1. Personel gabungan mengatur arus lalu lintas selama Operasi Ketupat Musi 2026 di wilayah Sumatera Selatan.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan merampungkan Operasi Ketupat Musi 2026 dengan capaian peningkatan signifikan pada aspek pengamanan dan pelayanan selama periode 13–25 Maret 2026.

Meski demikian, lonjakan mobilitas masyarakat turut diiringi kenaikan angka kecelakaan lalu lintas yang menjadi perhatian utama evaluasi.

Capaian Pengamanan dan Preventif Meningkat

Selama pelaksanaan operasi, Polda Sumsel mencatat total 30.956 kegiatan preemtif dan preventif.

Dominasi Upaya Pencegahan

Kegiatan preventif mengalami peningkatan paling signifikan hingga 30,4 persen dibandingkan 2025.

Hal ini menunjukkan penguatan kehadiran aparat di lapangan untuk mengantisipasi:

  • Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)
  • Potensi kecelakaan lalu lintas
  • Kepadatan arus mudik dan balik

Pendekatan preventif dinilai efektif dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode Lebaran.

Transformasi Penegakan Hukum Berbasis Teknologi

Polda Sumsel juga memperkuat sistem penegakan hukum melalui digitalisasi.

ETLE Mobile Melonjak Tajam

Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menunjukkan hasil signifikan:

  • Tilang ETLE mobile meningkat 658 persen
  • Tilang manual turun drastis hingga 98,9 persen

Transformasi ini menandai pergeseran menuju sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan minim interaksi langsung.

Mobilitas Transportasi Publik Alami Lonjakan

Selama Operasi Ketupat Musi 2026, seluruh moda transportasi mengalami pertumbuhan.

Data Kenaikan Penumpang

  • Bandara: naik 38 persen menjadi 178.522 penumpang
  • Terminal bus: naik 43 persen menjadi 70.301 penumpang
  • Kereta api: meningkat 17,4 persen

Selain itu, arus kendaraan di jalan tol mencapai 459.476 kendaraan, terutama di ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Indralaya–Prabumulih.

Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Sorotan Evaluasi

Di tengah peningkatan mobilitas, angka kecelakaan lalu lintas ikut meningkat.

Jumlah kejadian tercatat naik dari 80 kasus pada 2025 menjadi 129 kasus pada 2026.

Sandi Nugroho menegaskan bahwa capaian operasi merupakan hasil kerja keras seluruh personel, namun peningkatan kecelakaan menjadi perhatian serius.

Baca juga  Gubernur Herman Deru Hadiri Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Dua Raperda Strategis Disetujui

“Ini menjadi evaluasi penting agar ke depan langkah pengamanan lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Nandang Mu’min Wijaya menyebut transparansi data sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

Sinergi Lintas Sektor dan Imbauan Masyarakat

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk:

  • Mematuhi aturan lalu lintas
  • Menjaga kondisi fisik saat perjalanan
  • Memanfaatkan layanan darurat Call Center 110

Operasi Ketupat Musi 2026 resmi berakhir dalam kondisi aman dan kondusif, dengan sejumlah capaian positif di bidang pengamanan dan pelayanan publik.

Ke depan, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan, sekaligus menekan angka kecelakaan melalui strategi yang lebih adaptif dan berbasis data (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here