Beranda Lahat Kedai APDOL Diresmikan, Harapan Ekonomi Driver Masih Dipertanyakan

Kedai APDOL Diresmikan, Harapan Ekonomi Driver Masih Dipertanyakan

11
0
Peresmian Kedai APDOL oleh Kapolres Lahat bersama jajaran dan komunitas driver ojek.(Foto:Timred/CN)

LAHAT, cimutnews.co.id — Program pemberdayaan ekonomi kembali diluncurkan.
Kali ini, giliran komunitas driver ojek di Lahat yang mendapat dorongan lewat peresmian Kedai APDOL.

Namun di balik seremoni yang berlangsung, muncul pertanyaan yang belum terjawab:
apakah program ini benar-benar akan berdampak luas bagi kesejahteraan mereka?

Peresmian Kedai APDOL (Asosiasi Persaudaraan Driver Ojek Lahat) digelar pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, bersama jajaran pejabat utama dari Polres Lahat.

Kedai ini menjadi simbol upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas driver ojek lokal.

Fasilitas yang disediakan meliputi kafe sederhana dan layanan steam motor, yang diharapkan bisa menjadi sumber pemasukan tambahan.

Dalam sambutannya, Kapolres Lahat menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif para driver.

Ia menilai Kedai APDOL sebagai bentuk kreativitas masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi baru.

“Kegiatan seperti ini mencerminkan semangat gotong royong dan harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa keberhasilan program semacam ini tidak hanya ditentukan oleh peresmian atau fasilitas awal.

Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku masih belum mengetahui secara jelas konsep operasional kedai tersebut.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh sebagian driver ojek yang berharap adanya kepastian pasar dan keberlanjutan usaha.

“Tempatnya sudah ada, tapi nanti rame atau tidak, itu yang belum tahu,” ujar salah satu driver yang enggan disebutkan namanya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah Kedai APDOL hanya akan menjadi simbol, atau benar-benar mampu bertahan dalam persaingan usaha lokal?

Beberapa driver ojek menyambut positif langkah ini, namun tetap menyimpan keraguan.

Baca juga  Wakil Bupati Lahat Tinjau Lokasi Kebakaran Lima Rumah di Pasar Bawah, Pastikan Penanganan dan Bantuan Berjalan Cepat

Sejumlah warga mengaku konsep usaha bersama memang menarik, tetapi tantangan utama tetap pada konsistensi pengelolaan.

“Awalnya bagus, tapi biasanya yang susah itu menjaga agar tetap jalan,” kata seorang warga sekitar.

Berdasarkan temuan di lapangan, aktivitas di sekitar kedai masih terlihat terbatas pada momen peresmian.

Belum tampak aktivitas ekonomi yang signifikan atau keterlibatan masyarakat luas.

Program berbasis komunitas seperti Kedai APDOL memang memiliki potensi besar.

Namun, tanpa manajemen yang kuat, strategi pemasaran, dan dukungan berkelanjutan, usaha semacam ini berisiko stagnan.

Diduga, tantangan terbesar bukan pada pendirian, melainkan pada keberlanjutan operasional dan daya tarik bagi konsumen.

Jika tidak dikelola secara profesional, konsep solidaritas bisa saja tidak cukup untuk menjaga roda usaha tetap berputar.

Kedai APDOL kini telah berdiri sebagai simbol harapan baru bagi driver ojek di Lahat.

Namun, hingga kini, belum semua pihak yakin bahwa program ini akan benar-benar memberikan dampak jangka panjang.

Apakah Kedai APDOL akan berkembang menjadi pusat ekonomi baru, atau justru berhenti sebagai proyek simbolis?

Waktu yang akan menjawab. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here