Beranda Lahat Terungkap, Semangat Pelajar Tinggi Namun Regenerasi Atlet Masih Dipertanyakan

Terungkap, Semangat Pelajar Tinggi Namun Regenerasi Atlet Masih Dipertanyakan

11
0
Pembukaan Kejuaraan Bola Voli Piala Bupati dan Wakil Bupati Lahat tingkat SMA/SMK/MA di GOR Bukit Tunjuk.(Foto:Antoni/cimutnews.co.id)

LAHAT, cimutnews.co.id — Kejuaraan Bola Voli Piala Bupati dan Wakil Bupati Lahat resmi digelar meriah di GOR Bukit Tunjuk.

Ratusan pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA tampak antusias mengikuti pertandingan yang menjadi bagian perayaan HUT ke-157 Kabupaten Lahat.

Namun di balik kemeriahan tersebut, muncul pertanyaan yang mulai ramai dibicarakan: apakah ajang tahunan seperti ini benar-benar mampu melahirkan atlet berprestasi, atau hanya sebatas seremoni perayaan daerah?

Turnamen tingkat pelajar itu dibuka pada Senin (11/5/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 14 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti tim putra dan putri dari berbagai sekolah di Kabupaten Lahat yang bersaing memperebutkan gelar juara.

Suasana pembukaan berlangsung semarak. Sorak dukungan dari pelajar dan guru pendamping memenuhi area pertandingan sejak pagi hari.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat, Dr. Hasperi Susanto, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengembangkan bakat sekaligus mempererat hubungan antar pelajar.

“Kejuaraan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kebersamaan, sportivitas, serta meningkatkan semangat generasi muda dalam mengembangkan potensi olahraga bola voli,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lahat juga berharap turnamen tersebut menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet muda potensial dari daerah.

Bupati Lahat melalui Asisten I Setda Lahat, Rudi Tamrin, menyampaikan bahwa kegiatan olahraga dinilai penting dalam membentuk karakter disiplin dan sportivitas generasi muda.

“Menang dan kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi yang paling utama adalah menjaga sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga,” katanya saat membuka kegiatan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, antusiasme tinggi pelajar belum sepenuhnya dibarengi pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah sekolah mengaku masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan hingga minimnya jadwal kompetisi rutin di luar event perayaan daerah.

Baca juga  Lomba Suara Burung Perkutut Kapolres Lahat Cup: Wujud Cinta Alam dan Pelestarian Satwa di Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pelajar yang tetap berlatih secara mandiri demi bisa tampil maksimal dalam turnamen tersebut.

Beberapa peserta bahkan mengaku harus menggunakan fasilitas seadanya untuk latihan sebelum pertandingan berlangsung.

“Kalau ada pertandingan seperti ini kami jadi semangat latihan. Tapi biasanya setelah event selesai, kegiatan kompetisi jarang lagi,” ujar salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesinambungan pembinaan atlet muda di Kabupaten Lahat.

Sebab, turnamen tingkat pelajar memang rutin digelar saat momentum tertentu, namun belum semua sekolah memiliki dukungan fasilitas olahraga yang memadai.

Selain itu, regenerasi atlet daerah juga dinilai masih bergantung pada inisiatif sekolah masing-masing.

Padahal, jika pembinaan dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin Kabupaten Lahat dapat melahirkan atlet voli yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Di tengah tingginya minat generasi muda terhadap olahraga, kehadiran kompetisi seperti ini memang menjadi angin segar.

Namun fakta lain yang muncul adalah masih adanya kesenjangan antara semangat kompetisi dan dukungan pembinaan jangka panjang.

Hingga kini, belum semua sekolah mampu memberikan fasilitas latihan optimal bagi para atlet pelajar.

Ke depan, publik tentu berharap turnamen seperti ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi pintu lahirnya atlet berbakat dari Kabupaten Lahat.

Apakah pembinaan olahraga pelajar akan semakin serius dilakukan, atau justru semangat para atlet muda kembali meredup setelah perayaan selesai, masih menjadi perhatian banyak pihak. (Antoni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here