Beranda Palembang Semangat Satlinmas Besar-Besaran Tapi Keamanan Lingkungan Masih Dipertanyakan

Semangat Satlinmas Besar-Besaran Tapi Keamanan Lingkungan Masih Dipertanyakan

7
0
Pembukaan Jambore Nasional Satlinmas 2026 di Jakabaring Sport City Palembang berlangsung meriah dengan ratusan peserta dari seluruh Indonesia.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Palembang sukses menggelar pembukaan Jambore Nasional Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) 2026 dengan skala besar di Jakabaring Sport City.

Ratusan peserta dari berbagai daerah hadir membawa semangat “Kolaborasi Jaga Negeri”. Namun di balik kemeriahan acara nasional itu, muncul pertanyaan yang mulai ramai dibicarakan.

Jika penguatan keamanan lingkungan menjadi fokus utama, mengapa sejumlah warga masih mengaku poskamling di lingkungan mereka belum aktif maksimal?

Kegiatan pembukaan jambore berlangsung di Plaza Lapangan Tembak Jakabaring Sport City, Selasa (28/4/2026) malam.

Sekitar 500 anggota Satlinmas bersama para Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dari seluruh Indonesia tampak menghadiri agenda tersebut.

Acara dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim, Sekretaris Ditjen Bina Adwil Sri Purwaningsih, Direktur Pol PP dan Linmas Sri Handoko Taruna, serta Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Edy Suharmanto.

Dalam sambutannya, Aprizal menyebut Palembang bangga dipercaya menjadi tuan rumah jambore nasional pertama Satlinmas.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya memperkuat kapasitas aparatur, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

“Dengan kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia, tentu memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Aprizal.

Selain itu, Aprizal juga menekankan pentingnya peran Satlinmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia bahkan mendorong pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan atau poskamling di sejumlah wilayah Kota Palembang.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberadaan poskamling di beberapa kawasan permukiman masih belum berjalan optimal.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah poskamling di wilayah pinggiran kota terlihat minim aktivitas, bahkan ada yang diduga sudah lama tidak difungsikan secara rutin.

Baca juga  Senam KRIYA Diluncurkan Meriah, Namun Dampaknya Masih Dipertanyakan Fakta Lapangan: Rekor Tercipta, Tapi Apakah Akan Bertahan?

Sejumlah warga mengaku ronda malam kini tidak lagi seaktif beberapa tahun sebelumnya.

“Kadang masih ada ronda, tapi tidak rutin. Ada posnya, tapi sering kosong,” ujar seorang warga kawasan Seberang Ulu yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan di beberapa kawasan perumahan yang masih aktif menjalankan sistem keamanan lingkungan secara mandiri.

Warga di wilayah tersebut mengaku keberadaan ronda malam masih dianggap penting untuk mencegah pencurian dan gangguan keamanan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah semangat besar dalam jambore nasional sudah benar-benar sejalan dengan kondisi keamanan lingkungan di tingkat masyarakat?

Pengamat sosial lokal menilai, kegiatan seremonial berskala nasional memang penting untuk memperkuat koordinasi dan kapasitas aparatur.

Namun, menurutnya, tantangan utama justru berada pada implementasi di tingkat bawah, terutama dalam menjaga konsistensi partisipasi masyarakat.

Selain faktor kesibukan warga, perubahan pola hidup perkotaan diduga menjadi salah satu penyebab menurunnya aktivitas poskamling di sejumlah wilayah.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai wilayah mana saja yang akan menjadi prioritas pengaktifan kembali poskamling oleh pemerintah kota.

Padahal, isu keamanan lingkungan masih menjadi perhatian sebagian warga, terutama di kawasan padat penduduk dan pinggiran kota.

Apakah momentum Jambore Nasional Satlinmas ini akan benar-benar mendorong kebangkitan keamanan lingkungan berbasis warga, atau hanya berhenti pada agenda seremonial tahunan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here