Beranda Nasional Menaker Yassierli Soroti Gotong Royong sebagai Kekuatan Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan Global

Menaker Yassierli Soroti Gotong Royong sebagai Kekuatan Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan Global

12
0
1. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menghadiri forum silaturahmi mitra strategis ketenagakerjaan di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. (foto: Biro Humas Kemnaker/CN/)

CIANJUR, cimutnews.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kekuatan Indonesia dalam menghadapi tantangan global tidak hanya bertumpu pada ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam forum Silaturahmi Mitra Strategis Ketenagakerjaan di Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, organisasi pekerja, dan dunia usaha di tengah meningkatnya tantangan ketenagakerjaan global, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan pola kerja, hingga ketidakpastian ekonomi dunia. Forum itu turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat serta sekitar 80 peserta dari konfederasi serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Pemerintah Tekankan Pentingnya Modal Sosial Bangsa

Dalam sambutannya, Yassierli menilai Indonesia memiliki kekuatan sosial yang tidak dimiliki banyak negara lain, yakni budaya gotong royong dan solidaritas sosial yang masih hidup di tengah masyarakat.

Menurut dia, modal sosial tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas hubungan industrial dan ketahanan tenaga kerja nasional.

Gotong Royong Dinilai Jadi Fondasi Ketahanan Ketenagakerjaan

“Bangsa Indonesia memiliki nilai kehidupan, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama,” ujar Yassierli.

Ia mengatakan, dalam situasi global yang terus berubah, hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya harus membangun pola kolaborasi yang kuat agar pembangunan ketenagakerjaan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Semangat kebersamaan membuat kita mampu menghadapi tantangan dan membawa Indonesia menjadi lebih maju,” katanya.

Tantangan Dunia Kerja Dinilai Semakin Kompleks

Perubahan teknologi digital, otomatisasi industri, hingga ketidakpastian ekonomi global menjadi tantangan besar yang kini dihadapi sektor ketenagakerjaan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca juga  Menaker Yassierli Lepas 649 Pemudik Warmindo di Bekasi, Tegaskan Mudik Bersama Bentuk Kepedulian Perusahaan

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kerja mengalami transformasi cepat. Banyak jenis pekerjaan baru bermunculan, sementara sejumlah pekerjaan konvensional mulai berkurang akibat digitalisasi dan penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Kolaborasi Jadi Kunci Menghadapi Perubahan

Yassierli menilai pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi formal atau kebijakan pemerintah semata. Menurutnya, penguatan nilai sosial di tengah masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial.

“Penguatan nilai-nilai tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan zaman,” tuturnya.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus mendorong berbagai program yang tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kerja sama antar pemangku kepentingan.

KSPSI Soroti Pentingnya Ruang Dialog

Ketua Umum KSPSI, Mohammad Jumhur Hidayat, mengapresiasi langkah Kementerian Ketenagakerjaan yang membuka ruang dialog bersama serikat pekerja dan pengusaha.

Menurut Jumhur, forum semacam ini penting untuk menjaga komunikasi di tengah situasi global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Hubungan Industrial Dinilai Perlu Dijaga

“Terbukti, jika kita kompak dan menjaga kebersamaan, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama,” ujar Jumhur.

Ia menilai, hubungan industrial yang sehat tidak hanya menguntungkan pekerja dan pengusaha, tetapi juga menentukan stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.

Dalam konteks global, banyak negara saat ini menghadapi persoalan ketenagakerjaan seperti gelombang PHK, perlambatan industri manufaktur, hingga perubahan pola kerja akibat otomatisasi. Indonesia dinilai perlu memperkuat dialog sosial agar perubahan tersebut tidak memicu ketimpangan sosial baru.

Mengapa Nilai Kebersamaan Kembali Diangkat?

Penguatan nilai kebersamaan dalam isu ketenagakerjaan menunjukkan adanya pergeseran pendekatan pemerintah dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Baca juga  Presiden Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di TMP Kalibata Peringati HUT RI ke-80

Jika sebelumnya fokus pembangunan ketenagakerjaan lebih banyak bertumpu pada peningkatan keterampilan dan investasi industri, kini pemerintah mulai menyoroti pentingnya ketahanan sosial sebagai faktor penyeimbang.

Stabilitas Sosial Jadi Faktor Daya Saing Baru

Di tengah kompetisi ekonomi global, negara yang memiliki hubungan industrial stabil cenderung lebih mampu menjaga iklim investasi dan produktivitas tenaga kerja.

Insight penting dari forum ini adalah munculnya kesadaran bahwa daya saing tenaga kerja tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga kualitas hubungan sosial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Dalam jangka pendek, penguatan dialog sosial dapat membantu mencegah konflik hubungan industrial. Sementara dalam jangka panjang, pendekatan kolaboratif dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional menghadapi tekanan global.

Pemerintah Dorong Pembangunan Ketenagakerjaan Berkelanjutan

Forum silaturahmi di Ciloto menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat komunikasi lintas sektor dalam pembangunan ketenagakerjaan nasional.

Ke depan, pemerintah berharap kolaborasi antara pekerja, dunia usaha, dan pemerintah dapat terus diperkuat agar Indonesia mampu menghadapi perubahan dunia kerja tanpa kehilangan stabilitas sosial yang selama ini menjadi karakter bangsa. (Timred/CN)

Sumber: Biro Humas Kemnaker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here