Beranda Ogan Ilir Terungkap, Bantuan Rumah Layak Huni Picu Pertanyaan Soal Pemerataan

Terungkap, Bantuan Rumah Layak Huni Picu Pertanyaan Soal Pemerataan

2
0
Proses serah terima rumah layak huni kepada warga prasejahtera di Desa Sukananti, Ogan Ilir. (foto: Sandi/cimutnews.co.id)

OGAN ILIR, cimutnews.co.id — Satu unit rumah permanen kini berdiri di Desa Sukananti, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

Rumah tersebut diberikan kepada warga prasejahtera melalui program bantuan hunian layak huni yang dibiayai dari dana zakat ASN di lingkungan pemerintah daerah (24/4/2026)

Program ini mendapat apresiasi karena dianggap menghadirkan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu.

Namun di balik penyerahan bantuan itu, muncul pertanyaan yang mulai ramai dibicarakan warga desa.

Apakah bantuan serupa sudah benar-benar menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan

Program rumah layak huni tersebut dibangun menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara melalui Baznas Ogan Ilir.

Penyaluran bantuan turut dikawal anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Gerindra, Hernawan, yang hadir langsung saat proses serah terima rumah kepada penerima manfaat.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil IV, Hernawan menilai program pengentasan kemiskinan seperti ini perlu terus diperkuat dan diawasi agar tepat sasaran.

“Kami memberikan dukungan penuh. Program seperti ini harus terus dikawal di daerah,” ujarnya.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Ogan Ilir, Ahmad Maulidin, menyebut bantuan rumah tersebut bukan hanya sekadar pembangunan fisik.

Menurutnya, rumah layak huni diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.

“Rumah ini kami harapkan menjadi awal kehidupan baru yang lebih layak bagi penerima manfaat dan keluarganya,” katanya.

Pihak DPRD juga menilai sinergi antara legislatif dan Baznas menjadi langkah positif dalam memperkuat perlindungan sosial masyarakat desa.

Selain bantuan rumah, ke depan pemerintah daerah disebut ingin mendorong program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan sosial.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan rumah tidak layak huni di sejumlah desa Kabupaten Ogan Ilir disebut masih cukup banyak ditemukan.

Baca juga  Sukabumi Utara Siap Mekar, Tapi Moratorium Masih Mengganjal

Sejumlah warga mengaku masih ada keluarga prasejahtera yang tinggal di rumah semi permanen dengan kondisi memprihatinkan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan penerima bantuan yang kini mulai memiliki tempat tinggal lebih aman dan nyaman.

“Alhamdulillah ada bantuan seperti ini. Tapi memang masih banyak warga lain yang kondisinya juga perlu diperhatikan,” ujar seorang warga setempat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana program bantuan sosial berbasis dana umat mampu menjangkau seluruh warga miskin secara merata?

Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat Desa Sukananti menyambut positif pembangunan rumah bantuan tersebut.

Warga menilai program seperti ini memberi dampak langsung karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Namun beberapa warga juga berharap proses pendataan penerima bantuan dilakukan lebih terbuka agar tidak memunculkan kecemburuan sosial.

“Kalau bantuan terus berlanjut bagus, asal benar-benar tepat sasaran,” kata seorang tokoh masyarakat di Rambang Kuang.

Sejumlah warga juga mengaku masih berharap adanya bantuan lanjutan untuk perbaikan sanitasi dan fasilitas lingkungan sekitar.

Program rumah layak huni berbasis dana zakat ASN memperlihatkan bahwa kolaborasi sosial antara pemerintah daerah, Baznas, dan legislatif mampu menghadirkan bantuan nyata bagi masyarakat.

Namun di sisi lain, kebutuhan hunian layak bagi warga miskin di daerah pedesaan diduga masih jauh lebih besar dibanding jumlah bantuan yang tersedia.

Kondisi ini membuat program sosial seperti rumah layak huni sering kali menjadi perhatian publik, terutama terkait pemerataan dan transparansi penerima manfaat.

Hingga kini, belum semua warga prasejahtera di pelosok Ogan Ilir mendapatkan akses bantuan hunian yang layak.

Jika pengawasan dan pendataan terus diperkuat, program serupa berpotensi menjadi solusi sosial yang lebih luas bagi masyarakat desa.

Baca juga  IKAPPI Al-Ittifaqiah Indralaya Rayakan Hari Santri Nasional 2025 dengan Semangat Keislaman dan Keindonesiaan

Namun pertanyaannya, apakah bantuan rumah layak huni ini akan terus berkelanjutan, atau hanya berhenti pada beberapa penerima saja? (Sandi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here