Beranda Palembang Ribuan Masjid di Palembang Dinilai Belum Semua Siap Bertransformasi

Ribuan Masjid di Palembang Dinilai Belum Semua Siap Bertransformasi

29
0
Wali Kota Palembang menghadiri Puncak Penganugerahan Masjid Teladan 2026. (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id – Ajang Masjid Teladan 2026 kembali digelar di Kota Palembang dengan semangat menjadikan masjid lebih modern dan berdampak bagi masyarakat.

Namun di tengah penghargaan dan apresiasi yang diberikan, tantangan nyata terkait pengelolaan hingga pemberdayaan masjid ternyata masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Lalu, apakah transformasi masjid di Palembang benar-benar sudah berjalan merata?

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menghadiri Puncak Penganugerahan Masjid Teladan 2026 yang digelar hasil kolaborasi Pemerintah Kota Palembang Bersama Palembang EKspres dan Bank Syariah Indonesia (BSI) (16/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ratu Dewa juga menerima penghargaan sebagai “Sahabat Masjid” atas komitmennya dalam memakmurkan masjid dan mendukung pengentasan buta aksara Al-Qur’an di Palembang.

Mengusung tema “Masjid Hebat, Umat Kuat”, kegiatan ini menyoroti peran masjid yang kini tidak lagi hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.

Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa masjid harus dihidupkan dengan program nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Masjid memiliki tanggung jawab moral, mulai dari menyantuni anak yatim hingga menggerakkan ekonomi umat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung meningkatnya persoalan buta aksara Al-Qur’an yang dinilai masih menjadi tantangan di tengah masyarakat perkotaan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, pengelolaan masjid di Palembang belum semuanya berada pada level yang sama.

Berdasarkan data panitia, jumlah masjid di Kota Palembang mencapai lebih dari 2.200 unit. Namun penilaian Masjid Teladan 2026 hanya dilakukan pada masjid yang memenuhi indikator tertentu, mulai dari manajemen, kemakmuran hingga pemeliharaan fasilitas.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pengurus masjid kecil di kawasan permukiman. Sejumlah pengelola mengaku masih menghadapi keterbatasan dana operasional, perawatan bangunan hingga minimnya sumber daya pengurus aktif.

Baca juga  Open House Idulfitri 1447 H Wagub Sumsel Cik Ujang Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

“Kalau masjid besar mungkin lebih mudah cari dukungan. Tapi masjid kecil kadang masih mengandalkan swadaya warga,” ujar salah satu pengurus masjid di kawasan Sukarami yang enggan disebutkan namanya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah program transformasi masjid modern sudah benar-benar menyentuh seluruh lapisan masjid hingga tingkat bawah?

Selain itu, gagasan modernisasi masjid melalui pemanfaatan energi surya juga menjadi perhatian.

Ratu Dewa menyebut program berbasis CSR tersebut mampu menekan biaya operasional hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Namun sejumlah pengurus masjid mengaku belum ada penjelasan rinci terkait mekanisme pemerataan bantuan teknologi tersebut.

“Kalau memang ada bantuan energi surya tentu bagus, tapi belum semua masjid tahu bagaimana cara mendapatkannya,” ungkap seorang pengurus masjid lainnya.

Di sisi lain, pengamat sosial keagamaan menilai tantangan terbesar bukan hanya pembangunan fisik masjid, tetapi bagaimana menjadikan masjid aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

Mulai dari pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, hingga penguatan ekonomi umat dinilai membutuhkan pengelolaan profesional dan keterlibatan generasi muda.

Panitia pelaksana, Muhammad Iqbal mengatakan ajang ini merupakan bentuk penghargaan terhadap dedikasi para pengurus masjid.

“Pengurus masjid adalah pejuang di balik layar. Mereka bekerja tanpa pamrih demi kenyamanan ibadah umat,” katanya.

Hingga kini, belum semua masjid di Palembang memiliki fasilitas, manajemen dan aktivitas sosial yang berjalan optimal.

Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, masjid berpotensi menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat.

Namun jika hanya berhenti pada ajang penghargaan tahunan, transformasi besar yang diharapkan diduga belum akan sepenuhnya terasa di tingkat akar rumput.

Apakah program Masjid Teladan ini mampu menjadi titik awal perubahan nyata, atau hanya menjadi simbol apresiasi tanpa dampak merata? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here