Beranda Palembang Komedian Diminta Adaptif, Namun Tantangan Dunia Hiburan Sumsel Masih Nyata

Komedian Diminta Adaptif, Namun Tantangan Dunia Hiburan Sumsel Masih Nyata

12
0
Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri pelantikan Pengurus Daerah PaSKI Sumsel di Griya Agung Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Sumsel dan Koordinator Wilayah PaSKI se-Sumsel periode 2026–2030 di Griya Agung Palembang, Kamis (14/5).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PaSKI Jarwo Kwat. Dalam sambutannya, Herman Deru menilai organisasi tersebut mampu menjadi ruang positif bagi para komedian daerah untuk berkembang lebih profesional.

Menurut Herman Deru, komedian saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan kelucuan spontan tanpa memahami karakter masyarakat. Ia menegaskan bahwa selera humor tiap daerah berbeda dan harus dipahami dengan baik oleh pelaku seni hiburan.

“Kadang yang lucu di Empat Lawang belum tentu lucu di Palembang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya artikulasi, intonasi, narasi, hingga pengaturan durasi penampilan agar komedian mampu bertahan di tengah persaingan konten digital yang semakin ketat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan komedian daerah saat ini tidak hanya soal kemampuan tampil di atas panggung. Banyak pelaku hiburan lokal mulai menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih cepat berpindah ke konten pendek media sosial.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah komedian lokal yang mengaku harus terus beradaptasi dengan tren viral agar tetap mendapat perhatian publik. Sebagian bahkan mulai menggabungkan hiburan dengan edukasi maupun public speaking untuk memperluas pasar pertunjukan mereka.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah organisasi profesi seperti PaSKI nantinya mampu menjadi solusi nyata bagi regenerasi komedian daerah, atau hanya sebatas wadah seremonial semata?

Herman Deru sendiri mengingatkan agar komedian tidak lagi identik dengan citra negatif maupun dianggap sekadar pelawak tanpa wawasan. Ia meminta para anggota PaSKI aktif membaca situasi sosial, memahami berbagai kalangan, hingga berhati-hati dalam memilih diksi saat tampil.

Baca juga  Fashion Show Wastra Sumsel Palembang Angkat Songket Klasik ke Panggung Modern Berkelas

“Hati-hati memilih diksi karena banyak yang tumbang gara-gara itu,” tegasnya.

Ketua Umum DPP PaSKI, Jarwo Kwat, mengapresiasi perkembangan kepengurusan PaSKI Sumsel yang disebut menjadi salah satu yang paling lengkap di Indonesia. Ia berharap organisasi tersebut mampu memperbanyak program dan menjaga soliditas antaranggota.

Sementara itu, Ketua PaSKI Sumsel Fikri Haikal mengatakan pihaknya ingin menghadirkan organisasi yang tidak hanya mengejar hiburan semata, tetapi juga memberi manfaat melalui program edukasi seperti pelatihan public speaking.

Ia juga mengingatkan anggota agar tidak hanya mengejar viral maupun viewer di media sosial dengan cara yang dinilai berlebihan atau berpotensi menyinggung pihak lain.

Namun hingga kini, belum semua pelaku hiburan daerah memiliki ruang tampil yang stabil dan berkelanjutan. Di tengah persaingan konten digital yang semakin keras, kemampuan beradaptasi tampaknya menjadi tantangan terbesar bagi komedian lokal ke depan.

Apakah PaSKI Sumsel nantinya benar-benar mampu melahirkan komedian daerah yang kuat menghadapi era digital, atau justru akan ikut terseret persaingan hiburan instan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here