Beranda Palembang Operasi Pasar Murah Digelar, Warga Masih Keluhkan Harga Pangan

Operasi Pasar Murah Digelar, Warga Masih Keluhkan Harga Pangan

13
0
Operasi pasar murah digelar Pemkab OKI jelang Idul Adha. Namun sejumlah warga mengaku harga kebutuhan pokok masih terasa membebani. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menggelar Gerakan Operasi Pasar Murah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Program tersebut digadang-gadang menjadi solusi untuk menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok.

Namun di tengah antusiasme warga, sejumlah masyarakat mengaku kondisi ekonomi saat ini masih cukup berat dirasakan.

Lalu, apakah operasi pasar murah benar-benar mampu menahan tekanan harga pangan menjelang hari besar keagamaan?

Kegiatan operasi pasar murah itu berlangsung di halaman Kantor UPTD Pasar Kayu Agung, Selasa (26/5). Pemerintah daerah menyediakan sejumlah komoditas dengan harga subsidi, mulai dari beras, minyak goreng, telur ayam, hingga cabai dan bawang.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kenaikan harga pasar.

“Pelaksanaan operasi pasar murah ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Supriyanto.

Ia menyebut kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan memang menjadi persoalan rutin yang cukup dirasakan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah memberikan subsidi harga agar masyarakat masih dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding pasar umum.

“Kami berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI, Sahrul, menjelaskan sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar melalui subsidi pemerintah daerah.

Beras kemasan 5 kilogram misalnya dijual Rp55 ribu dari harga normal Rp60 ribu. Minyak goreng turun menjadi Rp17 ribu per liter dari sebelumnya Rp22 ribu.

Sementara daging ayam dijual Rp33 ribu per kilogram, telur ayam Rp22 ribu per kilogram, cabai merah Rp45 ribu, bawang merah Rp40 ribu, dan bawang putih Rp25 ribu per kilogram.

Baca juga  PJS Banyuasin Gelar Silaturahmi dengan Kapolres Banyuasin Baru, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian

Menurut Sahrul, kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah menjelang Idul Adha.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian warga masih menganggap operasi pasar murah belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kenaikan harga bahan pokok.

Sejumlah warga mengaku selisih harga yang diberikan memang membantu, tetapi kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat membuat pengeluaran tetap terasa berat.

“Kalau dibanding pasar memang lebih murah, tapi belanja sekarang tetap terasa mahal. Apalagi kebutuhan jelang lebaran biasanya bertambah,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan pedagang kecil di sekitar pasar. Beberapa pedagang mengaku operasi pasar murah memang membantu masyarakat, namun mereka berharap stabilitas harga juga terjadi dalam jangka panjang, bukan hanya menjelang hari besar.

Berdasarkan temuan di lapangan, antrean warga terlihat cukup ramai sejak pagi. Banyak masyarakat membeli kebutuhan pokok dalam jumlah terbatas agar bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas operasi pasar murah sebagai solusi jangka pendek menghadapi lonjakan harga yang terus terjadi setiap momentum hari besar keagamaan.

Pengamat ekonomi daerah menilai operasi pasar murah memang dapat membantu sementara, tetapi belum tentu mampu menyentuh akar persoalan distribusi dan kestabilan pasokan pangan.

Selain faktor permintaan yang meningkat, biaya distribusi dan fluktuasi pasokan disebut masih menjadi tantangan yang diduga mempengaruhi harga di tingkat pasar.

Hingga kini, belum semua masyarakat merasa tekanan harga kebutuhan pokok benar-benar menurun meski pemerintah telah melakukan intervensi melalui subsidi pangan.

Apakah operasi pasar murah akan cukup efektif menjaga stabilitas harga hingga Idul Adha tiba, atau justru hanya menjadi solusi sementara yang rutin berulang setiap tahun? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here