Beranda OKI Mandira Bupati OKI Salat Id di Desa, Warga Harap Kepedulian Tak Berhenti Seremonial

Bupati OKI Salat Id di Desa, Warga Harap Kepedulian Tak Berhenti Seremonial

10
0
Bupati OKI H. Muchendi melaksanakan Salat Idul Adha bersama warga di Masjid Nurul Muttaqin, Desa Muara Burnai II. (foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Program kebersamaan dan semangat gotong royong kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Namun di tengah suasana religius dan penuh kehangatan itu, muncul harapan masyarakat agar perhatian pemerintah tidak hanya terasa saat hari besar keagamaan.

Lalu, apakah kedekatan pemerintah dengan warga akan terus berlanjut setelah perayaan usai?

Sejak pagi, ratusan warga memadati Masjid Nurul Muttaqin, Desa Muara Burnai II, Kecamatan Lempuing Jaya, Rabu (27/5/2026), untuk melaksanakan Salat Idul Adha bersama Bupati OKI, H. Muchendi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Muchendi bersama Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi, tiba sekitar pukul 06.30 WIB dengan mengenakan busana muslim bernuansa putih. Kehadiran orang nomor satu di OKI itu langsung disambut hangat masyarakat yang telah memenuhi area masjid sejak subuh.

Dalam sambutannya, Muchendi menegaskan bahwa Idul Adha bukan hanya soal penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang pengorbanan tenaga, pikiran, dan komitmen membangun daerah.

“Momentum Idul Adha tahun ini mengingatkan kita bahwa pengorbanan tidak hanya diwujudkan melalui hewan kurban, tetapi juga melalui pengorbanan tenaga, pikiran, dan komitmen untuk membangun daerah yang kita cintai bersama,” ujar Muchendi.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan semangat gotong royong di tengah tantangan pembangunan daerah yang masih dihadapi sejumlah wilayah di OKI.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan sumber daya, tetapi juga kekuatan solidaritas masyarakat dan pemerintah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian warga masih berharap perhatian pemerintah tidak hanya hadir saat momentum seremonial atau hari besar keagamaan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah masyarakat pedesaan yang mengaku masih menghadapi persoalan infrastruktur lingkungan, akses pelayanan, hingga kebutuhan ekonomi sehari-hari yang belum sepenuhnya stabil pasca kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga  Jelang Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari OKI Gelar Aksi Sosial Bedah Rumah

Meski demikian, kehadiran kepala daerah secara langsung di tengah masyarakat tetap dianggap membawa pesan positif.

Tokoh masyarakat Desa Muara Burnai, Suyanto, mengapresiasi perhatian Pemkab OKI yang memberikan bantuan sapi kurban untuk warga desa.

“Kami merasa bangga dan bersyukur atas perhatian dari Bupati OKI dan jajaran Pemkab OKI yang telah memberikan bantuan sapi kurban di desa kami. Semoga kepedulian ini membawa keberkahan dan semakin mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten OKI juga menyerahkan bantuan hewan kurban sebagai bagian dari program kepedulian sosial Idul Adha tahun ini.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana momentum kebersamaan seperti ini dapat berlanjut menjadi solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat di tingkat desa.

Pengamat sosial lokal menilai, kegiatan keagamaan yang melibatkan langsung kepala daerah memang efektif membangun kedekatan emosional dengan warga. Namun masyarakat biasanya juga menunggu tindak lanjut nyata dalam bentuk pembangunan yang dirasakan langsung.

Hingga kini, belum semua harapan masyarakat desa disebut terjawab sepenuhnya. Meski suasana Idul Adha berlangsung penuh kehangatan, warga tetap berharap hubungan pemerintah dan masyarakat tidak berhenti pada simbol kebersamaan semata.

Apakah momentum Idul Adha ini akan menjadi awal penguatan pelayanan dan pembangunan desa secara berkelanjutan, atau hanya menjadi agenda tahunan yang berlalu begitu saja? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here