Beranda OKI Mandira Fakta Lapangan TMMD OKI Mulai Terungkap, Infrastruktur Dibangun Namun Harapan Warga Belum...

Fakta Lapangan TMMD OKI Mulai Terungkap, Infrastruktur Dibangun Namun Harapan Warga Belum Sepenuhnya Terjawab

10
0
Proses pembangunan jalan dalam program TMMD ke-128 di Desa Pematang Sukatani. (foto: Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0402/OKI resmi ditutup dengan berbagai capaian pembangunan di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Namun di balik seremoni penutupan dan klaim keberhasilan pembangunan, sejumlah warga mengaku masih menunggu sejauh mana dampak nyata program tersebut benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu, apakah pembangunan yang dilakukan selama satu bulan itu benar-benar mampu mengubah kondisi desa secara berkelanjutan?

 Program TMMD ke-128 berlangsung selama satu bulan dengan fokus pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan ketahanan pangan desa.(21/5)

Berdasarkan data yang disampaikan saat penutupan kegiatan, sasaran fisik yang berhasil diselesaikan meliputi pembangunan jalan sepanjang enam kilometer, rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan lima unit MCK, rehabilitasi mushala, hingga pembangunan lima sumur bor.

Selain itu, program juga menyasar sektor pertanian melalui penanaman jagung seluas 1,5 hektare sebagai bagian dari ketahanan pangan masyarakat.

Kegiatan nonfisik turut dilakukan berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, menyebut TMMD menjadi langkah percepatan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Menurutnya, pembangunan jalan dan fasilitas dasar di Desa Pematang Sukatani diharapkan dapat membuka akses ekonomi warga.

“Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini terbuka, fasilitas dasar masyarakat diperbaiki, dan kebutuhan air bersih mulai terpenuhi,” ujar Muchendi.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya, Ujang Darwis, mengatakan TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi juga simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat desa.

Ia berharap pembangunan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat aktivitas ekonomi warga.

Baca juga  Terpilih Jalankan Sekolah Rakyat Tahap II, Kesiapan Pemda OKI Jadi Kunci Utama

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sejumlah warga masih mempertanyakan keberlanjutan manfaat pembangunan tersebut, terutama terkait perawatan infrastruktur dan dampak ekonomi jangka panjang.

Beberapa warga mengaku pembangunan jalan memang mulai mempermudah akses kendaraan hasil pertanian. Namun, kondisi cuaca dan kontur tanah di wilayah tersebut disebut masih menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau hujan deras terus, kami khawatir jalan cepat rusak lagi,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang berharap program serupa tidak hanya hadir saat TMMD berlangsung, tetapi juga diikuti pengawasan dan pemeliharaan pascaproyek.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana keberlanjutan pembangunan desa dapat dijaga setelah program selesai.

Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat menyambut baik pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK karena selama ini akses air bersih menjadi persoalan cukup penting di beberapa titik desa.

Namun, sejumlah warga mengaku masih menunggu distribusi manfaat yang lebih merata, terutama terkait akses ekonomi dan peningkatan hasil pertanian.

“Kalau jalannya benar-benar bertahan bagus, tentu hasil kebun lebih mudah dibawa keluar,” kata warga lainnya.

Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai skema pemeliharaan jalan dan fasilitas yang telah dibangun agar tidak cepat mengalami kerusakan.

Program TMMD selama ini memang kerap menjadi solusi percepatan pembangunan di daerah yang akses infrastrukturnya masih terbatas.

Namun tantangan terbesar biasanya muncul setelah proyek selesai, terutama pada aspek perawatan fasilitas dan kesinambungan program ekonomi masyarakat.

Jika tidak diikuti pengawasan berkelanjutan, pembangunan fisik diduga berisiko mengalami penurunan fungsi dalam waktu relatif singkat, terlebih di wilayah dengan kondisi geografis yang cukup berat.

Di sisi lain, keberhasilan TMMD juga sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Baca juga  OKI Jadi Tuan Rumah Puncak HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional se-Sumsel, 3000 Guru Meriahkan Acara

TMMD ke-128 di Desa Pematang Sukatani memang membawa perubahan yang mulai terlihat.

Namun, apakah pembangunan tersebut benar-benar mampu bertahan dan meningkatkan kesejahteraan warga dalam jangka panjang, masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Hingga kini, belum semua harapan masyarakat terjawab sepenuhnya.

Apakah pembangunan desa akan terus berlanjut setelah program TMMD selesai, atau justru kembali menghadapi persoalan lama? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here