Beranda Utama Antusiasme Kurban ASN Naik Drastis di Tengah Kondisi Ekonomi Warga

Antusiasme Kurban ASN Naik Drastis di Tengah Kondisi Ekonomi Warga

2
0
Bupati OKI bersama jajaran ASN saat kegiatan penyaluran hewan kurban untuk masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten OKI. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Program Tebar Kurban ASN di Kabupaten OKI tahun ini disebut meningkat signifikan.

Puluhan hewan kurban disalurkan ke berbagai kecamatan dengan klaim membantu masyarakat kurang mampu.

Namun di lapangan, muncul pertanyaan soal pemerataan distribusi dan dampak nyata bagi warga yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat sebanyak 60 hewan kurban berhasil dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat daerah, BUMD, hingga sejumlah mitra pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Jumlah tersebut terdiri dari 31 ekor sapi dan 29 ekor kambing yang mulai disalurkan bertahap ke sejumlah wilayah di Kabupaten OKI.

Tak hanya itu, satu ekor sapi bantuan Presiden Republik Indonesia juga ikut diserahkan untuk masyarakat OKI.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda OKI, M. Danni Oktaviano, mengatakan peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini terbilang sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Total ada sekitar 60 hewan kurban dari individu-individu di lingkungan Pemkab OKI, ditambah satu ekor sapi bantuan Presiden,” ujar Danni, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pada tahun 2025 jumlah hewan kurban ASN OKI baru mencapai sembilan ekor sapi.

Namun setelah adanya imbauan Bupati OKI Muchendi sejak pertengahan 2025, antusiasme ASN disebut meningkat tajam.

“Kurang lebih dalam jangka waktu satu tahun, ASN mencicil melalui sistem arisan sehingga terkumpul sejumlah hewan kurban tersebut,” katanya.

Program Sosial Menguat, Namun Pemerataan Jadi Pertanyaan

Secara angka, peningkatan hewan kurban tersebut memang menunjukkan tingginya partisipasi ASN dalam kegiatan sosial keagamaan.

Bupati OKI Muchendi bahkan menyebut program tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat kurang mampu.

“Semangat berbagi ini menjadi bentuk nyata kepedulian kita, terutama bagi saudara-saudara yang membutuhkan,” kata Muchendi.

Baca juga  Palembang Cup IV Siap Digelar, Pemkot Palembang Matangkan Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Sumsel

Namun fakta di lapangan menunjukkan, distribusi bantuan sosial maupun daging kurban di sejumlah daerah masih kerap menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait pemerataan penerima manfaat.

Sejumlah warga di beberapa wilayah mengaku berharap pembagian kurban benar-benar menyentuh masyarakat yang selama ini jarang menerima bantuan serupa.

“Kalau memang dibagikan merata tentu bagus. Kadang ada yang dapat berkali-kali, ada juga yang belum kebagian,” ujar salah satu warga di wilayah OKI yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat pedesaan yang menilai momentum Idul Adha menjadi kesempatan penting untuk menikmati daging kurban di tengah tekanan ekonomi rumah tangga.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah distribusi hewan kurban tahun ini sudah sepenuhnya tepat sasaran?

Sistem Arisan ASN Jadi Sorotan Positif

Berdasarkan temuan di lapangan, pola pengumpulan dana kurban melalui sistem arisan ASN dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah hewan kurban tahun ini.

Skema tersebut dianggap mempermudah ASN untuk ikut berpartisipasi tanpa harus mengeluarkan biaya besar secara sekaligus.

Namun belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme distribusi keseluruhan titik penerima maupun data jumlah penerima manfaat di setiap kecamatan.

Padahal transparansi penyaluran dinilai penting agar program sosial semacam ini benar-benar dirasakan secara merata.

Momentum Solidaritas atau Sekadar Seremonial?

Pemerintah daerah menyebut program Tebar Kurban sebagai simbol solidaritas sosial dan kebersamaan masyarakat OKI.

Muchendi juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

Namun sejumlah pengamat sosial menilai kegiatan serupa perlu diiringi evaluasi distribusi agar tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

Sebab di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, bantuan pangan seperti daging kurban masih menjadi kebutuhan yang sangat dinantikan warga.

Baca juga  Pj Bupati OKI Pastikan Pelayanan Publik Normal Usai Libur Tahun Baru

Hingga kini, belum semua masyarakat di pelosok OKI dipastikan menerima distribusi secara merata.

Apakah program Tebar Kurban ASN ini akan terus berkembang menjadi gerakan sosial berkelanjutan, atau justru hanya ramai saat momentum Idul Adha tiba? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here