Beranda Nasional Sertifikasi Kompetensi MagangHub Diperluas, Kemnaker Siapkan 180 Skema di Balai Vokasi

Sertifikasi Kompetensi MagangHub Diperluas, Kemnaker Siapkan 180 Skema di Balai Vokasi

4
0
1. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan penguatan sertifikasi kompetensi bagi lulusan Program MagangHub sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional. (Foto: Biro HUmas Kemnaker/CN)

JAKARTA, cimutnews.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memperluas program sertifikasi kompetensi bagi lulusan Program Pemagangan Nasional atau MagangHub. Langkah ini dilakukan melalui penyediaan 15 skema sertifikasi utama yang akan dijalankan di berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia.

Program tersebut diumumkan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melalui keterangan resmi Biro Humas Kemnaker pada Senin (1/6/2026). Pemerintah menilai sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri yang semakin berbasis keterampilan dan teknologi.

Sertifikasi Kompetensi Jadi Instrumen Utama Dunia Kerja

Menurut Yassierli, lulusan program pemagangan tidak cukup hanya memiliki pengalaman praktik kerja. Dunia industri kini membutuhkan bukti kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional.

“ Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan MagangHub memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja,” ujar Yassierli dalam siaran pers resmi Kemnaker.

15 Skema Sertifikasi Disiapkan

Kemnaker dan BNSP menyiapkan 15 skema sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini, meliputi:

  • Pengelolaan Administrasi Perkantoran
  • Junior Secretary
  • Asisten Pengembang Web
  • Digital Marketing
  • Pembuatan Desain Grafis
  • Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Tunggal
  • Supervisor Sumber Daya Manusia
  • Pelayanan Pelanggan
  • Front Office
  • Operator Komputer
  • Digital Filing
  • Produksi Karya Audio Visual
  • Analis Data
  • Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Penyusunan Laporan Keuangan untuk Pemula

Skema tersebut mencerminkan pergeseran kebutuhan pasar tenaga kerja yang kini lebih menekankan penguasaan teknologi digital, pengolahan data, administrasi modern, hingga kemampuan pelayanan berbasis kompetensi.

Balai Vokasi Disiapkan di Berbagai Daerah

Pelaksanaan sertifikasi akan dilakukan melalui jejaring lembaga sertifikasi profesi yang bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi Kemnaker di berbagai daerah.

Baca juga  Komisi IV DPR RI Soroti Kualitas Beras Premium: Standar Mutu Harus Tegas Agar Petani Tak Dirugikan

Berdasarkan pemetaan internal Kemnaker, beberapa balai pelatihan memiliki kapasitas penyelenggaraan yang cukup besar. BBPVP Makassar, BBPVP Medan, dan BPVP Surakarta masing-masing mampu menyelenggarakan 15 skema sertifikasi.

Sementara itu, BBPVP Bekasi menyiapkan 11 skema sertifikasi. Adapun BBPVP Bandung, BBPVP Semarang, BPVP Aceh, BPVP Padang, BPVP Samarinda, dan BPVP Kendari masing-masing menyelenggarakan 10 skema.

Di wilayah lain, BPVP Banyuwangi dan BPVP Ternate memiliki kapasitas sembilan skema, sedangkan BPVP Bantaeng sebanyak delapan skema. BPVP Pangkajene dan Kepulauan serta BPVP Belitung masing-masing tujuh skema.

Kemnaker juga mencatat BBPVP Serang menyiapkan enam skema sertifikasi, sementara BPVP Lombok Timur, BPVP Ambon, dan BPVP Sorong masing-masing empat skema. BPVP Bandung Barat dan BPVP Sidoarjo menjadi balai dengan kapasitas tiga skema.

Secara nasional, total kapasitas yang tersedia mencapai 180 skema sertifikasi kompetensi.

Kebutuhan Industri Berubah Cepat

Perluasan sertifikasi kompetensi ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah formal, tetapi juga sertifikasi keahlian yang relevan.

Berdasarkan tren ketenagakerjaan beberapa tahun terakhir, sektor digital marketing, analis data, desain grafis, dan pengembang web menjadi bidang dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga kerja yang cukup tinggi. Di sisi lain, sektor administrasi modern dan layanan pelanggan juga mengalami transformasi akibat digitalisasi sistem kerja.

Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan mulai menjadikan sertifikat kompetensi sebagai syarat tambahan dalam proses rekrutmen.

Dibandingkan Program Sebelumnya

Pada periode sebelumnya, sebagian besar program pemagangan nasional masih berfokus pada pengalaman praktik kerja dan penyelesaian pelatihan. Namun, penguatan sertifikasi berbasis standar profesi kini menjadi pendekatan baru yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Langkah Kemnaker memperluas sertifikasi hingga 180 skema juga menunjukkan adanya upaya pemerintah mengurangi kesenjangan antara dunia pelatihan dan kebutuhan riil pasar kerja.

Baca juga  Status Tahanan Rumah Yaqut Jadi Sorotan, Ini Perbandingan Kasus Lukas Enembe

Sertifikasi Dinilai Bisa Tekan Kesenjangan Kompetensi

Pengamat ketenagakerjaan menilai sertifikasi kompetensi dapat menjadi alat penting untuk meningkatkan mobilitas tenaga kerja muda, terutama lulusan pelatihan vokasi dan pemagangan.

Dalam jangka pendek, program ini diperkirakan membantu lulusan MagangHub lebih mudah bersaing dalam proses rekrutmen. Sementara dalam jangka panjang, sertifikasi kompetensi berpotensi memperkuat standar kualitas tenaga kerja nasional di tengah persaingan regional dan global.

Namun demikian, tantangan terbesar tetap berada pada pemerataan akses dan kualitas pelaksanaan sertifikasi di daerah. Sebab, tidak semua wilayah memiliki fasilitas pelatihan dan asesor kompetensi yang memadai.

Sertifikasi Mulai Menjadi “Mata Uang Baru” Dunia Kerja

Fenomena yang mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir adalah perubahan pola rekrutmen perusahaan. Jika sebelumnya ijazah akademik menjadi faktor dominan, kini sertifikasi kompetensi mulai menjadi “mata uang baru” di pasar kerja.

Perubahan ini terutama terjadi di sektor digital dan layanan modern yang lebih mengutamakan kemampuan praktis dibanding sekadar latar belakang pendidikan formal. Karena itu, program seperti MagangHub berpotensi menjadi jembatan penting antara pelatihan kerja dan kebutuhan industri aktual.

Perluasan sertifikasi kompetensi bagi lulusan MagangHub menunjukkan upaya pemerintah memperkuat kualitas tenaga kerja Indonesia melalui pendekatan berbasis keterampilan dan standar profesi.

Dengan dukungan 180 skema sertifikasi di berbagai balai pelatihan vokasi, pemerintah berharap lulusan pemagangan tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga pengakuan kompetensi yang mampu meningkatkan daya saing mereka di dunia industri yang terus berubah. (Timred/CN)

Sumber : Biro Humas Kemnaker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here