Beranda Palembang Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Pancasila Lewat Pelayanan Humanis dan Stabilitas Keamanan

Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Pancasila Lewat Pelayanan Humanis dan Stabilitas Keamanan

3
0
1. Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Senin (1/6/2026). (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya menjaga persatuan bangsa dan memperkuat pelayanan publik melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Senin (1/6/2026).

Upacara yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho itu bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi penegasan arah kebijakan institusi kepolisian dalam memperkuat pendekatan humanis di tengah tantangan sosial, perkembangan teknologi, dan meningkatnya dinamika keamanan masyarakat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Institusi

Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti Wakapolda Sumsel, pejabat utama Polda Sumsel, perwira, bintara, hingga ASN Polri. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan khidmat di bawah tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakan Kapolda Sumsel, ditegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi utama yang menjaga Indonesia di tengah kompleksitas tantangan global.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam mempersatukan bangsa,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho saat membacakan amanat BPIP.

Tantangan Sosial dan Peran Polri

Kapolda Sumsel menilai tantangan keamanan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kriminalitas konvensional, tetapi juga menyangkut potensi perpecahan sosial akibat disinformasi, intoleransi, hingga polarisasi di ruang digital.

Karena itu, menurutnya, penguatan nilai Pancasila menjadi penting agar aparat kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai perekat sosial di tengah masyarakat.

“Sebagai pelayan masyarakat, setiap personel Polri harus mampu menghadirkan nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Pelayanan Humanis Jadi Sorotan Utama

Polda Sumsel dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis pendekatan humanis. Program “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini” yang diinisiasi Kapolda Sumsel menjadi salah satu simbol perubahan kultur pelayanan internal Polri di Sumatera Selatan.

Baca juga  Perkelahian Pelajar di Palembang diselesaikan lewat Restorative Justice, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Program tersebut mendorong personel kepolisian menghadirkan pendekatan yang lebih komunikatif dan responsif kepada masyarakat, terutama dalam pelayanan administrasi, pengamanan wilayah, hingga penyelesaian konflik sosial.

Mengurangi Jarak antara Polisi dan Masyarakat

Berdasarkan pengamatan sejumlah pengamat keamanan nasional, pendekatan humanis menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam beberapa kasus nasional sebelumnya, rendahnya komunikasi publik dan pendekatan represif sering memicu ketegangan antara aparat dan masyarakat. Karena itu, perubahan paradigma pelayanan dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi institusi kepolisian di berbagai daerah.

Di Sumatera Selatan sendiri, pendekatan berbasis dialog mulai lebih sering diterapkan dalam pengamanan kegiatan masyarakat, penyelesaian konflik lokal, serta penanganan potensi gangguan kamtibmas.

Pancasila Dinilai Relevan di Tengah Tantangan Era Digital

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan Hari Lahir Pancasila memiliki makna lebih luas dibanding sekadar agenda peringatan tahunan.

Menurutnya, derasnya arus informasi digital saat ini berpotensi memunculkan perpecahan jika tidak diimbangi penguatan nilai kebangsaan.

“Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Bagi Polri, Pancasila menjadi landasan moral dalam memberikan pelayanan yang adil, humanis, dan profesional,” ujarnya.

Ancaman Polarisasi Sosial

Fenomena polarisasi akibat media sosial menjadi tantangan yang kini dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi berbasis identitas dinilai dapat memicu gangguan stabilitas sosial jika tidak diantisipasi secara cepat.

Dalam konteks itu, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi penting karena tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berfungsi memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan nasional.

Pancasila Kini Bukan Sekadar Simbol Upacara

Penguatan nilai Pancasila dalam institusi negara kini menghadapi tantangan berbeda dibanding era sebelumnya. Jika dahulu ancaman utama datang dari konflik fisik dan ideologi terbuka, kini ancaman lebih banyak muncul melalui ruang digital yang sulit dikendalikan.

Baca juga  RSUD Siti Fatimah Resmi Naik Status Menjadi Rumah Sakit Tipe A, Sumsel Mantapkan Langkah Menuju Pusat Health Tourism

Kondisi tersebut membuat aparat keamanan dituntut memiliki kemampuan komunikasi sosial yang lebih baik, bukan hanya kemampuan penegakan hukum semata. Pendekatan humanis menjadi penting agar kehadiran negara tidak dipersepsikan menakutkan, tetapi memberikan rasa aman.

Di sisi lain, meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan pelayanan cepat membuat institusi kepolisian harus terus melakukan adaptasi internal. Program pelayanan berbasis empati yang kini mulai diperkuat di sejumlah wilayah dapat menjadi indikator perubahan kultur birokrasi keamanan di Indonesia.

Stabilitas Daerah Kini Sangat Dipengaruhi Ruang Digital

Satu hal yang mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir adalah stabilitas daerah tidak lagi hanya ditentukan kondisi lapangan, tetapi juga dipengaruhi dinamika media sosial.

Narasi provokatif dapat menyebar jauh lebih cepat dibanding klarifikasi resmi pemerintah atau aparat keamanan. Karena itu, penguatan nilai Pancasila kini tidak hanya relevan di ruang pendidikan dan birokrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam strategi menjaga stabilitas sosial digital.

Komitmen Jaga Persatuan dan Keamanan

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan bangsa, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis.

Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, penguatan nilai Pancasila dinilai menjadi fondasi penting agar keamanan tidak hanya tercipta melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here