Beranda Palembang Operasi Bibir Sumbing Gratis Digelar, Namun Masih Banyak Anak Belum Tersentuh Layanan

Operasi Bibir Sumbing Gratis Digelar, Namun Masih Banyak Anak Belum Tersentuh Layanan

7
0
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau langsung pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis di RSGM Provinsi Sumsel. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumatera Selatan ke-80, puluhan pasien dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mendapatkan kesempatan menjalani operasi gratis di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Provinsi Sumsel.

Program kemanusiaan ini membawa harapan baru bagi anak-anak dan keluarga yang selama ini menghadapi tantangan fisik maupun psikologis akibat kondisi tersebut. Namun, di balik keberhasilan kegiatan itu, masih muncul pertanyaan mengenai sejauh mana layanan serupa dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing tersebut berlangsung pada Jumat (22/5/2026) dan mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Saat meninjau pelaksanaan operasi, Herman Deru menyebut tindakan medis tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap kehidupan pasien, terutama dalam membangun rasa percaya diri mereka.

Menurutnya, perubahan yang terjadi bukan hanya pada kondisi fisik pasien, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan masa depan mereka.

Pemerintah Provinsi Sumsel pun berjanji akan memperluas kegiatan serupa dengan melibatkan rumah sakit lainnya agar lebih banyak masyarakat dapat memperoleh manfaat.

Janji Perluasan Layanan

Direktur RSGM Provinsi Sumsel, drg. Novita Idayani, Sp.KGA., MARS., menjelaskan bahwa sebanyak 30 orang mendaftar dalam program tersebut. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, 20 pasien dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi, sementara sisanya masih memerlukan persiapan medis lanjutan.

Pasien yang mengikuti operasi berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa.

Pihak rumah sakit menilai penanganan dini terhadap kelainan celah bibir dan langit-langit sangat penting karena berhubungan langsung dengan fungsi dasar tubuh, seperti kemampuan menyusu, makan, berbicara hingga bernapas.

Baca juga  Terungkap, Program Sosial Kurban Perusahaan Dinilai Positif, Tapi Warga Menanti Kepedulian Berkelanjutan

Program ini juga disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang lahir dengan kondisi tersebut.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan…

Meski operasi gratis seperti ini mendapat apresiasi luas, kebutuhan layanan penanganan bibir sumbing di daerah masih dinilai cukup besar.

Berdasarkan temuan di lapangan dan berbagai laporan kegiatan sosial kesehatan sebelumnya, sejumlah keluarga di wilayah pelosok masih menghadapi kendala akses terhadap layanan operasi spesialis. Faktor jarak, biaya transportasi, hingga minimnya informasi sering kali menjadi hambatan utama.

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih ada masyarakat yang baru mengetahui adanya program operasi gratis setelah kegiatan berlangsung atau menjelang pelaksanaan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian keluarga yang harus menunggu lama untuk mendapatkan jadwal pemeriksaan lanjutan karena keterbatasan tenaga medis dan fasilitas khusus di beberapa daerah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme pendataan dan penjangkauan calon pasien di luar pusat kota dapat dilakukan secara lebih merata.

Suara dan Harapan dari Masyarakat

Sejumlah orang tua pasien mengaku program seperti ini sangat membantu karena biaya operasi bibir sumbing secara mandiri tidak selalu mudah dijangkau oleh keluarga berpenghasilan rendah.

Sebagian pelaku kegiatan sosial kesehatan juga menilai bahwa edukasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat agar kelainan bibir sumbing dapat ditangani lebih cepat sejak usia dini.

Menurut mereka, keterlambatan penanganan sering terjadi bukan semata karena faktor ekonomi, tetapi juga karena kurangnya informasi mengenai layanan yang tersedia.

Tantangan Besar di Balik Program Kemanusiaan

Keberhasilan operasi terhadap puluhan pasien tentu menjadi kabar baik. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tersebut tidak hanya hadir saat momentum tertentu atau kegiatan seremonial.

Baca juga  📰 Wali Kota Palembang Ratu Dewa Bagikan Takjil Ramadan di Tangga Takat, Ratusan Warga Antusias

Jika program berkelanjutan benar-benar dijalankan, maka diperlukan sistem pendataan yang lebih aktif, kolaborasi dengan fasilitas kesehatan daerah, serta penyebaran informasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Sebab semakin cepat kelainan ini ditangani, semakin besar pula peluang anak-anak untuk tumbuh dengan kondisi kesehatan dan psikologis yang lebih baik.

Hingga kini, belum semua masyarakat yang membutuhkan layanan operasi bibir sumbing teridentifikasi dan mendapatkan akses penanganan yang memadai.

Di tengah komitmen pemerintah memperluas jangkauan bantuan kesehatan, publik tentu menaruh harapan besar agar program kemanusiaan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.

Apakah langkah yang dijanjikan benar-benar mampu menjangkau seluruh wilayah Sumsel, atau masih menyisakan kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan kesehatan spesialis?

Informasi dihimpun dari keterangan resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, RSGM Provinsi Sumsel, dan hasil penelusuran lapangan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here