Beranda Nusantara 38 Ribu Pendaftar Berebut Kursi Sekolah Maung, Fakta Persaingan Ketat Terungkap

38 Ribu Pendaftar Berebut Kursi Sekolah Maung, Fakta Persaingan Ketat Terungkap

2
0
Suasana pendaftaran dan pengumuman hasil seleksi Sekolah Maung dalam pelaksanaan SPMB Jawa Barat 2026. (Foto: Siti/cimutnews.co.id)

KOTA BANDUNG, cimutnews.co.id — Prestasi dan antusiasme terhadap program Sekolah Maung kembali terlihat dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026.

Namun di balik tingginya minat masyarakat, ribuan calon murid harus menerima kenyataan tidak lolos seleksi meski kuota yang disediakan mencapai puluhan ribu kursi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah daya tampung yang tersedia benar-benar mampu menjawab tingginya kebutuhan pendidikan menengah di Jawa Barat?

Berdasarkan data yang diumumkan Dinas Pendidikan Jawa Barat pada Senin (8/6/2026), Sekolah Maung menyediakan total 18.268 kursi, terdiri dari 10.400 kursi SMA dan 7.868 kursi SMK.

Sementara itu, jumlah pendaftar mencapai 38.476 calon murid, terdiri dari 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK.

Artinya, lebih dari separuh pendaftar harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi yang tersedia.

Pada Jalur Kepemimpinan, persaingan berlangsung cukup tinggi. Dari total 1.264 pendaftar, sebanyak 814 calon murid diterima, sedangkan 450 lainnya tidak lolos seleksi.

Persaingan paling ketat terjadi pada Jalur Ketua OSIS. Dari 528 pendaftar, hanya 255 orang atau 48,3 persen yang diterima. Sebanyak 273 calon murid lainnya harus tersingkir dari proses seleksi.

Sementara itu, pada Jalur Pramuka Pratama, sebanyak 151 peserta diterima dari total 284 pendaftar.

Adapun tingkat keterimaan tertinggi terjadi pada Jalur Pramuka Garuda. Dari 452 pendaftar, sebanyak 408 orang berhasil lolos atau mencapai 90,3 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga proses SPMB berlangsung objektif, transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon murid.

Menurutnya, berbagai tahapan telah dirancang untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain seleksi, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga melaksanakan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) sebagai tahapan awal SPMB Tahun 2026.

Baca juga  Kapolres Blitar Bersama Bupati Dan Forkopimda Laksanakan Panen Raya Di Kabupaten Blitar

Program tersebut dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Jawa Barat sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026.

Menurut Purwanto, PCMB tidak hanya berfungsi sebagai pendataan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam merencanakan daya tampung sekolah agar proses penerimaan lebih tepat sasaran.

Namun fakta di lapangan menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu masih menjadi tantangan tersendiri dalam setiap pelaksanaan penerimaan murid baru.

Meski secara keseluruhan kuota pendidikan menengah di Jawa Barat dinyatakan mencukupi, persaingan pada sekolah dan jalur favorit tetap terjadi dari tahun ke tahun.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah calon murid yang gagal lolos seleksi Sekolah Maung.

Mereka harus segera mencari alternatif sekolah lain dalam waktu yang relatif singkat agar tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.

Dinas Pendidikan Jawa Barat menyatakan kesempatan tersebut masih terbuka melalui jalur reguler SMA, SMK negeri maupun Sekolah Kerja Sama.

Pendaftaran jalur tersebut dibuka bersamaan dengan pengumuman hasil seleksi Sekolah Maung dan berlangsung selama 12 jam hingga pukul 24.00 WIB.

“Calon murid Sekolah Maung yang tidak lolos masih memiliki waktu selama 12 jam untuk melakukan pendaftaran ke jalur reguler,” ujar Purwanto.

Terkait daya tampung, pemerintah menyebut total kapasitas SMA, SMK, dan MA di Jawa Barat mencapai 909.183 kursi.

Jumlah itu lebih tinggi dibanding total lulusan SMP dan MTs sederajat yang tercatat sebanyak 826.996 siswa.

Secara rinci, daya tampung terdiri atas 195.344 kursi SMA negeri, 143.460 kursi SMA swasta, 124.217 kursi SMK negeri, 320.720 kursi SMK swasta, 21.888 kursi MA negeri, dan 81.936 kursi MA swasta.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai distribusi minat siswa terhadap masing-masing sekolah maupun wilayah yang mengalami tingkat persaingan tertinggi.

Baca juga  Sinergi Tanpa Batas: Kapolsek Dewantara Beri Kejutan Ulang Tahun untuk TNI di Koramil 03 Dewantara

Berdasarkan temuan di lapangan pada pelaksanaan SPMB tahun-tahun sebelumnya, konsentrasi pendaftar biasanya menumpuk pada sekolah-sekolah favorit di kawasan perkotaan, sementara sejumlah sekolah lain masih memiliki kursi kosong.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang terus dihadapi pemerintah daerah dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan.

Hingga kini, belum semua persoalan mengenai kesenjangan minat dan persebaran siswa dapat terjawab hanya melalui penambahan kuota.

Apakah besarnya daya tampung yang tersedia benar-benar mampu mengurangi persaingan ketat setiap tahun, atau justru masih menyisakan tantangan pemerataan pendidikan yang belum terselesaikan? (Siti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here