Beranda Pagar Alam Gebyar QRIS-PeKA 2026 Segera Digelar, Namun Kesiapan Pelaku UMKM Masih Jadi Pertanyaan

Gebyar QRIS-PeKA 2026 Segera Digelar, Namun Kesiapan Pelaku UMKM Masih Jadi Pertanyaan

3
0
Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam bersama jajaran OPD dan tim Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan membahas persiapan Gebyar QRIS-PeKA 2026 di Ruang Rapat Besemah Satu, Rabu (5/8/2026). (Foto: Hafis/CimutNews).

KOTA PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Pagar Alam menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Gebyar QRIS-PeKA 2026 yang akan digelar Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan pada 28 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Apakah peningkatan penggunaan pembayaran digital benar-benar telah dirasakan secara merata oleh pelaku usaha dan masyarakat, atau masih sebatas menjadi target yang terus dikejar?

Hal ini menjadi perhatian karena transformasi digital tidak hanya bergantung pada tersedianya teknologi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menggunakannya secara berkelanjutan.

Persiapan kegiatan Gebyar QRIS-PeKA 2026 dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Zaily Oktosab Fitri Abidin, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan tim Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan di Ruang Rapat Besemah Satu, Kantor Wali Kota Pagar Alam, Rabu (5/8/2026).

Rencananya, kegiatan akan dipusatkan di Lapangan Merdeka Alun-alun Utara dengan menghadirkan berbagai agenda mulai dari jalan santai, senam sehat, edukasi sistem pembayaran digital, bazar UMKM, permainan interaktif hingga pembagian doorprize.

Menurut Bank Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat implementasi transaksi elektronik sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Sekda Zaily menyampaikan Pemerintah Kota Pagar Alam menyambut baik agenda tersebut karena dinilai dapat memberikan ruang promosi sekaligus peluang peningkatan transaksi bagi pelaku UMKM lokal.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Pagar Alam dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujar Zaily.

Baca juga  Perkuat Iman dan Integritas, Polres Pagaralam Gelar Tausyiah Bersama Ustadz Supiyan Hadi

Meski demikian, namun fakta di lapangan menunjukkan transformasi pembayaran digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Tidak semua pelaku UMKM memiliki tingkat literasi digital yang sama. Sebagian pelaku usaha, khususnya usaha berskala kecil, masih mengandalkan transaksi tunai dalam aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, beberapa pelaku usaha mengaku penggunaan QRIS memang membantu mempercepat transaksi, terutama saat ramai pengunjung. Akan tetapi, sejumlah warga mengaku masih lebih nyaman menggunakan uang tunai karena dianggap lebih praktis untuk transaksi nominal kecil maupun di lokasi yang akses internetnya belum sepenuhnya stabil.

Berdasarkan temuan di lapangan, penerapan pembayaran digital di kawasan perkotaan umumnya berkembang lebih cepat dibanding wilayah yang aktivitas ekonominya masih didominasi transaksi konvensional. Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi kepada masyarakat masih menjadi pekerjaan penting agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan lebih luas.

Selain itu, keberhasilan program digitalisasi pembayaran juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, kualitas jaringan internet, kepemilikan telepon pintar, hingga kemampuan pelaku usaha mengoperasikan aplikasi pembayaran. Hingga kini, belum semua pelaku usaha memiliki kondisi yang sama dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagi Kota Pagar Alam yang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Selatan, perluasan penggunaan QRIS berpotensi memberikan nilai tambah bagi sektor perdagangan, kuliner, hingga pariwisata. Wisatawan yang terbiasa bertransaksi secara digital dapat memperoleh kemudahan saat berbelanja maupun menikmati layanan di daerah tersebut.

Namun demikian, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari ramainya peserta atau banyaknya transaksi yang terjadi selama acara berlangsung. Yang jauh lebih penting adalah apakah penggunaan pembayaran digital dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai dan benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana Gebyar QRIS-PeKA 2026 nantinya mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi serta memperkuat daya saing UMKM lokal secara berkelanjutan. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai target peningkatan pengguna QRIS maupun indikator keberhasilan program tersebut setelah kegiatan berakhir.

Baca juga  Terungkap! Informasi Mengatasnamakan BKPSDM Pagar Alam Disebut Tidak Resmi

Sebagai informasi, rencana pelaksanaan Gebyar QRIS-PeKA 2026 merupakan agenda kolaborasi antara Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Pagar Alam sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi digital di daerah. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here