Beranda Pagar Alam Terungkap! Pembongkaran Meja Beton Jadi Awal Penataan Pasar, Namun Realisasi Masih Jadi...

Terungkap! Pembongkaran Meja Beton Jadi Awal Penataan Pasar, Namun Realisasi Masih Jadi Pertanyaan

2
0
Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah memimpin rapat teknis penataan dan rencana pembongkaran meja beton di Pasar Terminal Nendagung. (Foto: Hafis/CimutNews)

KOTA PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Pagar Alam mulai mengambil langkah awal untuk menata kembali kawasan Pasar Terminal Nendagung. Salah satu kebijakan yang segera dilakukan adalah pembongkaran meja-meja beton di area pasar yang selama ini dinilai mengurangi kenyamanan aktivitas perdagangan.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Teknis yang dipimpin langsung Wali Kota Pagar Alam, H. Ludi Oliansyah, di Ruang Rapat Besemah Tige, Kantor Wali Kota Pagar Alam, Rabu (5/8/2026).

Namun, di balik rencana penataan tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian masyarakat. Apakah pembongkaran fasilitas lama benar-benar akan menjadikan pasar lebih nyaman bagi pedagang, atau justru memunculkan tantangan baru dalam proses penataannya?

Menurut Pemerintah Kota Pagar Alam, pembongkaran meja beton merupakan tindak lanjut atas aspirasi sejumlah pedagang yang menginginkan ruang berdagang lebih tertata dan aktivitas jual beli menjadi lebih nyaman.

Wali Kota H. Ludi Oliansyah mengatakan penataan Pasar Terminal Nendagung menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam memperbaiki wajah pusat perdagangan masyarakat.

“Penataan ini bukan untuk merugikan siapa pun, melainkan demi kebaikan bersama. Kita ingin Pasar Terminal Nendagung menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang rapi, bersih, dan representatif,” ujar Ludi Oliansyah.

Selain pembongkaran meja beton, pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan sejumlah pos pengamanan di kawasan pasar. Pemerintah Kota Pagar Alam juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan Bank Sumsel Babel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi para pedagang.

Meski demikian, Wali Kota meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak terburu-buru melaksanakan pembongkaran sebelum dilakukan kajian yang matang. Bahkan, pemerintah berencana melibatkan perguruan tinggi di Kota Pagar Alam guna memberikan kajian akademik terhadap proses penataan tersebut.

Baca juga  Terungkap Suasana Haru dari Madinah, Kepulangan Jamaah Haji Pagar Alam Masih Menjadi Penantian

Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan tata kelola pasar yang lebih efektif dalam jangka panjang.

Penataan pasar bukan hanya soal membongkar bangunan lama. Berdasarkan temuan di lapangan pada sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah, proses revitalisasi kerap menghadapi tantangan berupa penyesuaian lokasi berdagang, kekhawatiran berkurangnya pembeli selama pekerjaan berlangsung, hingga perubahan pola aktivitas ekonomi pedagang.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pedagang ketika proses penataan belum disertai komunikasi yang intensif. Tidak sedikit program revitalisasi pasar di berbagai daerah mengalami penolakan pada tahap awal karena pedagang merasa belum memperoleh informasi yang utuh mengenai tahapan pekerjaan maupun dampaknya terhadap usaha mereka.

Karena itu, pendekatan persuasif yang ditekankan Pemerintah Kota Pagar Alam menjadi salah satu faktor penting agar proses penataan berjalan tanpa menimbulkan konflik di lapangan.

Hingga kini, belum semua rincian teknis mengenai jadwal pembongkaran, desain akhir kawasan pasar, mekanisme relokasi sementara apabila diperlukan, maupun skema pelaksanaan pembangunan pos pengamanan disampaikan secara terbuka kepada publik. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana proses tersebut akan berlangsung agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal.

Suara Lapangan Menjadi Kunci

Sejumlah pedagang selama ini menginginkan pasar yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pembeli. Harapan tersebut dinilai sejalan dengan tujuan pemerintah meningkatkan daya tarik Pasar Terminal Nendagung sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Namun demikian, sejumlah warga umumnya juga berharap proses penataan tidak mengganggu aktivitas perdagangan dalam waktu lama. Menurut beberapa pelaku usaha pasar, keberhasilan revitalisasi bukan hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kepastian lokasi berdagang, keamanan, akses pembeli, hingga kebersihan kawasan setelah penataan selesai.

Baca juga  Kasus KDRT Maut di Pagaralam Picu Sorotan, Perlindungan Perempuan Dipertanyakan

Tantangan Pemerintah ke Depan

Rencana kolaborasi dengan perguruan tinggi menunjukkan pemerintah berupaya menghadirkan dasar akademik dalam setiap kebijakan penataan pasar. Pendekatan tersebut dapat menjadi nilai tambah apabila hasil kajian benar-benar diterapkan dalam proses pembangunan.

Di sisi lain, rencana kerja sama dengan Bank Sumsel Babel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pedagang juga berpotensi membuka akses layanan keuangan yang lebih luas apabila diwujudkan dalam program konkret.

Meski demikian, keberhasilan program ini nantinya akan sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan. Sosialisasi yang menyeluruh, koordinasi lintas instansi, serta keterlibatan pedagang sejak awal menjadi faktor yang dinilai menentukan.

Hingga kini, penataan Pasar Terminal Nendagung masih berada pada tahap persiapan. Apakah pembongkaran meja beton benar-benar menjadi awal lahirnya pasar yang lebih modern, nyaman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam pelaksanaannya, menjadi pertanyaan yang akan terjawab seiring berjalannya program tersebut. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here