Beranda Utama Program Lentera Desa Disambut Antusias, Namun Tantangan Pelayanan Merata Masih Jadi Pertanyaan

Program Lentera Desa Disambut Antusias, Namun Tantangan Pelayanan Merata Masih Jadi Pertanyaan

12
0
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki meninjau langsung pelayanan terpadu Lentera Desa di Kantor Camat Lempuing yang dipadati masyarakat. (Foto: Asep/CimutNews).

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi memenuhi halaman Kantor Camat Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (25/6). Mereka datang bukan untuk menghadiri seremoni semata, melainkan memanfaatkan puluhan layanan pemerintahan yang dibawa langsung ke tingkat kecamatan melalui program Lentera Desa (Layanan Terpadu di Desa).

Program yang kembali digulirkan Pemerintah Kabupaten OKI ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya warga desa yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju Kayuagung hanya untuk mengurus dokumen administrasi atau memperoleh layanan publik lainnya.

Namun, di balik tingginya antusiasme tersebut, muncul pertanyaan yang juga menarik untuk dicermati. Apakah pelayanan jemput bola seperti ini mampu menjadi solusi jangka panjang, atau masih menjadi pelayanan yang bersifat insidental?

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan Lentera Desa merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi juga harus hadir langsung di tengah warga.

“Tujuan utama program ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin pemerintah, mulai dari bupati, perangkat daerah, camat hingga kepala desa benar-benar hadir, bertemu, dan melayani masyarakat secara langsung,” ujar Muchendi.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.

“Di tengah keterbatasan anggaran, pelayanan publik tidak boleh ikut terbatas. Justru saat seperti ini dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, desa, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan tetap berjalan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan mulai dari perekaman KTP elektronik, penerbitan Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, pelayanan keluarga berencana, donor darah, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pelayanan Samsat tahunan, pembuatan NPWP, penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), pelayanan Dinas Sosial, pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), perpustakaan keliling, pelayanan kesehatan hewan, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM.

Baca juga  227 Calon Jemaah Haji OKI Diberangkatkan

Layanan yang biasanya tersebar di berbagai kantor tersebut dipusatkan dalam satu lokasi sehingga masyarakat dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dalam waktu yang relatif singkat.

Camat Lempuing Jamhari mengatakan program tersebut menjadi salah satu pelayanan yang paling dinantikan masyarakat.

Menurutnya, faktor jarak menuju ibu kota kabupaten selama ini menjadi kendala utama bagi warga ketika harus mengurus administrasi.

“Dengan hadirnya berbagai layanan di kecamatan, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kayuagung. Berbagai kebutuhan administrasi dapat diselesaikan dalam satu tempat,” ujarnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan akses pelayanan publik di wilayah Kabupaten OKI memang masih menjadi tantangan tersendiri. Luas wilayah yang membentang dengan karakter geografis yang beragam membuat sebagian masyarakat harus mengeluarkan biaya transportasi dan waktu yang tidak sedikit ketika mengurus administrasi di pusat pemerintahan.

Karena itu, kehadiran pelayanan terpadu seperti Lentera Desa dinilai mampu memangkas beban tersebut, terutama bagi masyarakat yang tinggal di desa-desa yang relatif jauh dari Kayuagung.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar pada momen tertentu.

Beberapa warga yang ditemui mengaku pelayanan langsung di kecamatan jauh lebih efisien dibandingkan harus datang ke kantor-kantor pelayanan di ibu kota kabupaten.

Rizki (24), warga Desa Cahya Maju, mengatakan dirinya dapat menghemat waktu dan biaya karena seluruh kebutuhan administrasi tersedia dalam satu lokasi.

“Biasanya kalau mengurus administrasi harus ke Kayuagung dan menghabiskan waktu seharian. Sekarang cukup datang ke Lentera Desa, semua layanan tersedia di sini. Sangat membantu masyarakat, terutama kami yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten,” katanya.

Hal serupa disampaikan Sulastri (56), warga Desa Bumi Agung.

Baca juga  LIDIKKRIMSUS RI Minta Pelaku Usaha Warung Pecel Lele di Jalan Lembayung Diduga Timbun Gas Elpiji 3 Kg, di Proses Hukum.

Ia mengaku pelayanan administrasi kependudukan berlangsung cepat dan petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan karena sangat memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Selain pelayanan administrasi, kegiatan Lentera Desa juga dirangkai dengan berbagai aktivitas sosial.

Lebih dari 100 anak mengikuti khitanan massal, sementara 31 peserta asal Desa Bumi Agung mengikuti wisuda Sekolah Lansia sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat usia lanjut.

Suasana semakin meriah dengan penyelenggaraan Lempuing Motor Show yang diikuti komunitas pecinta motor dari delapan kategori. Kegiatan ini menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda sekaligus hiburan bagi masyarakat yang hadir.

Pada kesempatan yang sama, PT Niaga Utama Kencana menyerahkan hasil program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 325 meter dengan lebar enam meter di Desa Tugu Agung kepada Pemerintah Kabupaten OKI.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi desa.

Meski demikian, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana keberlanjutan program pelayanan terpadu tersebut ke depan.

Apakah Lentera Desa akan dilaksanakan secara berkala di seluruh kecamatan dengan kualitas pelayanan yang sama, atau masih bergantung pada kondisi anggaran dan kesiapan masing-masing perangkat daerah?

Hingga kini, belum semua masyarakat di wilayah Kabupaten OKI memiliki kemudahan akses pelayanan publik yang sama. Program jemput bola seperti Lentera Desa menjadi salah satu langkah yang mendapat respons positif masyarakat, namun efektivitasnya dalam menjawab kebutuhan pelayanan secara merata masih akan bergantung pada konsistensi pelaksanaannya di masa mendatang.

(Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here