Beranda Ogan Komering Ilir Dokumen Sejak Era 1960-an Tersimpan, Muhammadiyah OKI Didorong Jadi Pelopor Penyelamatan Arsip...

Dokumen Sejak Era 1960-an Tersimpan, Muhammadiyah OKI Didorong Jadi Pelopor Penyelamatan Arsip Organisasi

9
0
Ketua MPI PDM OKI, Dr. Firmansyah, M.Pd.I., menyerahkan arsip digital Muhammadiyah kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, banyak dokumen bersejarah daerah yang perlahan terancam hilang akibat usia, kerusakan fisik, maupun minimnya upaya dokumentasi.

Karena itu, penyerahan arsip statis Muhammadiyah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI, Rabu (24/6/2026), menjadi peristiwa yang memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan administrasi.

Di balik beberapa lembar dokumen yang diserahkan, tersimpan rekam jejak perjalanan organisasi kemasyarakatan yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan sosial, pendidikan, dan keagamaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir selama puluhan tahun.

Lalu, apakah langkah ini dapat menjadi awal penyelamatan arsip organisasi masyarakat lainnya di OKI?

Menyelamatkan Dokumen Berusia Puluhan Tahun

Panandatangan berita acara serah terima arsip statis (Foto: Asep/cimutnews.co.id)
Foto bersama Mauliddini, S.K.M., M.Si Kepala DKP Kab. OKI dengan Dr. Firmansyah, M.Pd.I Pengurus PDM OKI dan A. Saepuloh, SP Pengurus PCM Kota Kayuagung OKI (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Arsip Statis, arsip tersebut diserahkan oleh Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah OKI, Dr. Firmansyah, M.Pd.I., kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI, Mauliddini, S.K.M., M.Si.

Arsip yang diserahkan berupa salinan digital sejumlah dokumen penting Muhammadiyah yang merekam perjalanan organisasi sejak era 1960-an

 

Di antaranya terdapat dokumen pengesahan kepengurusan Muhammadiyah, surat keputusan organisasi, hingga dokumen pendirian Muhammadiyah di Kayuagung yang menjadi bagian penting dari sejarah organisasi tersebut di Kabupaten OKI.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI, Mauliddini, S.K.M., M.Si., mengatakan penyerahan arsip statis ini menjadi bagian dari tugas dan fungsi kearsipan dalam menjaga memori kolektif daerah.

“Alhamdulillah, pada hari ini arsip statis Pengurus Muhammadiyah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang pertama, sekitar tahun 1962, telah diserahkan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI. Arsip ini menjadi salah satu akuisisi Arsip penting bagi kami sebagai bagian dari tugas dan fungsi kearsipan dalam pelestarian serta menjamin terjaganya arsip, khususnya yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujar Mauliddini kepada cimutnews.co.id.

Baca juga  OKI Fokus Angkat Tenaga Honorer Jadi P3K .

Arsip Bukan Sekadar Dokumen Lama

Menurut Mauliddini, keberadaan arsip memiliki nilai strategis karena menjadi sumber informasi yang dapat menjelaskan perjalanan sejarah daerah dari waktu ke waktu.

Arsip juga menjadi bukti autentik yang dapat digunakan untuk kepentingan penelitian, pendidikan, hingga penyusunan kebijakan di masa mendatang.

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak dokumen bersejarah yang tersimpan secara pribadi dan belum terdokumentasi secara baik.

Sebagian arsip organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, maupun tokoh-tokoh daerah masih berada dalam bentuk fisik dengan kondisi yang mulai rapuh akibat faktor usia.

Jika tidak segera dilakukan penyelamatan dan digitalisasi, bukan tidak mungkin sebagian jejak sejarah daerah akan hilang tanpa sempat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Muhammadiyah OKI Diharapkan Menjadi Pelopor

Sementara itu, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah OKI, Dr. Firmansyah, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang telah membuka ruang pelestarian arsip organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, arsip memiliki peran penting dalam merekam perkembangan dan dinamika organisasi yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Dengan penyerahan arsip statis ini ke Dinas Kearsipan Kabupaten Ogan Komering Ilir, saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Kearsipan. Ini tentu menjadi salah satu sarana untuk mengetahui perkembangan dan dinamika organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujar Firmansyah.

Ia berharap langkah yang dilakukan Muhammadiyah OKI dapat menjadi contoh bagi organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Mudah-mudahan PDM OKI yang pada hari ini menyerahkan arsip secara digital dapat menjadi pionir. Ke depan mungkin akan diikuti oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” katanya.

Tantangan Pelestarian Arsip Masih Besar

Baca juga  Hasil Audit Memuaskan, Taman Kota Amri Yahya Raih Predikat Tertinggi RBRA dari Kemen PPPA

Penyerahan arsip Muhammadiyah OKI ini menjadi kabar baik bagi upaya penyelamatan sejarah daerah.

Namun di sisi lain, tantangan pelestarian arsip masih cukup besar.

Hingga kini, belum semua organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, maupun komunitas memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjaga dokumen-dokumen bersejarah.

Belum ada penjelasan rinci mengenai berapa banyak arsip organisasi kemasyarakatan yang telah berhasil diakuisisi dan terdigitalisasi oleh lembaga kearsipan daerah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, berapa banyak lagi dokumen penting yang masih tersimpan di lemari, gudang, atau rumah-rumah tokoh masyarakat yang belum tersentuh proses pelestarian?

Menjaga Memori Daerah untuk Masa Depan

Bagi sebagian orang, arsip mungkin hanya terlihat sebagai tumpukan kertas lama.

Namun bagi sejarah, arsip adalah saksi perjalanan sebuah daerah.

Langkah Muhammadiyah OKI menyerahkan arsip statisnya menjadi pesan bahwa menjaga masa lalu bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Kini, perhatian tertuju pada langkah berikutnya.

Akankah organisasi-organisasi lain di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengikuti jejak Muhammadiyah dalam menyelamatkan memori sejarah mereka sebelum terlambat?

(Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here