Beranda OKI Mandira Lentera Desa Digarap Besar-Besaran, Namun Cakupan Layanan Masih Jadi Pertanyaan

Lentera Desa Digarap Besar-Besaran, Namun Cakupan Layanan Masih Jadi Pertanyaan

6
0
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki meninjau langsung pelayanan Lentera Desa sekaligus berdialog dengan masyarakat di Kecamatan Lempuing. (Foto: Asep/CimutNews).

OKI, cimutnews.co.id — Mengurus KTP, membayar pajak kendaraan, membuat kartu pencari kerja hingga memperoleh layanan kesehatan kini tak lagi harus selalu dilakukan di ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Melalui program Lentera Desa (Layanan Terpadu di Desa), puluhan layanan publik dibawa langsung ke Kecamatan Lempuing.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Halaman Kantor Camat Lempuing dipenuhi warga yang datang membawa berbagai keperluan administrasi. Banyak di antara mereka mengaku baru kali ini dapat menyelesaikan beberapa urusan dalam satu lokasi.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian masyarakat. Apakah layanan terpadu seperti ini nantinya mampu menjangkau seluruh wilayah OKI yang memiliki bentang geografis luas, atau masih bersifat kegiatan berkala di beberapa kecamatan saja?

Program Lentera Desa menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten OKI untuk memangkas jarak pelayanan yang selama ini menjadi kendala bagi warga di daerah yang jauh dari Kayuagung.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan pelayanan publik harus semakin dekat dengan masyarakat agar akses terhadap layanan pemerintahan menjadi lebih mudah.

“Tujuan utama program ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin pemerintah, mulai dari bupati, perangkat daerah, camat hingga kepala desa benar-benar hadir, bertemu, dan melayani masyarakat secara langsung,” ujar Muchendi.

Ia juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Di tengah keterbatasan anggaran, pelayanan publik tidak boleh ikut terbatas. Justru saat seperti ini dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, desa, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan tetap berjalan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan seperti perekaman KTP elektronik, pembuatan dan perubahan Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, layanan keluarga berencana (KB), donor darah, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pelayanan Samsat untuk pajak kendaraan tahunan, penerbitan NPWP, SKCK, kartu pencari kerja (AK-1), layanan Dinas Sosial, perpustakaan keliling, pelayanan kesehatan hewan, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM.

Baca juga  Suhaimi AP Terpilih sebagai Ketua IKAPTK OKI 2026–2031, Kongres DPK Tekankan Peran Alumni dalam Penguatan Pemerintahan Daerah

Camat Lempuing, Jamhari, menyebut program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini harus mengeluarkan biaya dan waktu lebih banyak hanya untuk mengurus administrasi di Kayuagung.

“Lentera Desa sangat dinantikan masyarakat. Dengan hadirnya berbagai layanan di kecamatan, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kayuagung. Berbagai kebutuhan administrasi dapat diselesaikan dalam satu tempat,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, kehadiran layanan terpadu memang menjadi solusi praktis.

Sejumlah warga mengaku biasanya harus menghabiskan hampir satu hari penuh untuk mengurus dokumen kependudukan maupun administrasi lainnya karena jarak tempuh menuju Kayuagung cukup jauh.

Dengan adanya pelayanan yang hadir langsung di kecamatan, biaya transportasi maupun waktu yang dibutuhkan menjadi jauh lebih ringan.

Meski demikian, berdasarkan temuan di lapangan, pelaksanaan Lentera Desa saat ini masih berupa kegiatan pelayanan terpadu yang digelar pada titik tertentu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan program tersebut, terutama bagi masyarakat di kecamatan lain yang memiliki karakteristik geografis serupa dengan Lempuing.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai jadwal pelaksanaan secara menyeluruh maupun pola layanan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten OKI.

Warga Berharap Tidak Berhenti Sebagai Kegiatan Seremonial

Rizki (24), warga Desa Cahya Maju, mengatakan dirinya dapat menghemat waktu karena hampir seluruh kebutuhan administrasi tersedia dalam satu lokasi.

“Biasanya kalau mengurus administrasi harus ke Kayuagung dan menghabiskan waktu seharian. Sekarang cukup datang ke Lentera Desa, semua layanan tersedia di sini. Sangat membantu masyarakat, terutama kami yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten,” katanya.

Hal senada disampaikan Sulastri (56), warga Desa Bumi Agung.

Menurutnya, pelayanan administrasi yang diterima berlangsung cepat serta mudah dipahami.

Baca juga  Puluhan Pelajar SD se OKI Bersaing Diajang O2SN

“Saya datang untuk mengurus administrasi kependudukan. Pelayanannya cepat, petugas juga memberikan penjelasan dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan karena sangat memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Tak Hanya Administrasi, Ada Program Sosial Hingga CSR Infrastruktur

Pelaksanaan Lentera Desa juga dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial.

Lebih dari 100 anak mengikuti khitanan massal, sementara 31 peserta asal Desa Bumi Agung diwisuda sebagai peserta Sekolah Lansia.

Selain itu dilakukan penanaman pohon sebagai bagian dari kampanye kepedulian lingkungan.

Suasana kegiatan semakin ramai dengan digelarnya Lempuing Motor Show yang diikuti komunitas pecinta motor dari delapan kategori.

Pada kesempatan yang sama, PT Niaga Utama Kencana menyerahkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 325 meter dengan lebar enam meter di Desa Tugu Agung.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi desa.

Tantangan Berikutnya

Program Lentera Desa dinilai menjadi langkah positif dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Namun keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh tingginya antusiasme warga pada satu kegiatan, melainkan juga oleh konsistensi pelaksanaan, pemerataan jangkauan layanan, serta kepastian bahwa masyarakat di seluruh kecamatan memperoleh akses yang sama.

Hingga kini, hal tersebut masih menjadi perhatian.

Apakah Lentera Desa akan berkembang menjadi sistem pelayanan publik yang hadir secara rutin di seluruh wilayah Kabupaten OKI, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam pemerataan layanan bagi masyarakat di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan?

(Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here