Beranda Palembang Digital Kito Galo Ditutup Meriah, Namun Digitalisasi UMKM Masih Menyisakan Tantangan

Digital Kito Galo Ditutup Meriah, Namun Digitalisasi UMKM Masih Menyisakan Tantangan

20
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menutup secara resmi Gemilang Raya X Digital Kito Galo ke-7 di kawasan Benteng Kuto Besak, Palembang. (Foto: Poerba/CimutNews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Festival ekonomi digital terbesar di Sumatera Selatan, Gemilang Raya X Digital Kito Galo ke-7, resmi berakhir di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Minggu (28/6/2026). Selama tiga hari pelaksanaan, sekitar 21 ribu pengunjung memadati lokasi acara yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Besarnya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa transformasi digital mulai mendapat perhatian luas. Namun, di balik kemeriahan panggung hiburan, transaksi digital, hingga pembagian hadiah, masih muncul pertanyaan mengenai sejauh mana manfaat digitalisasi benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil di berbagai daerah Sumatera Selatan.

Apakah geliat ekonomi digital yang dipromosikan dalam kegiatan tersebut sudah mampu menjangkau seluruh UMKM, atau justru masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan?

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang menutup secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilai konsisten mendorong digitalisasi sektor keuangan di daerah.

Menurut Herman Deru, percepatan digitalisasi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan transaksi non-tunai, hingga perluasan akses ekonomi yang lebih inklusif bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang terus mendorong digitalisasi perbankan. Hal ini berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan transaksi digital, serta terciptanya ekonomi masyarakat yang lebih inklusif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga masyarakat agar Palembang mampu berkembang menjadi pusat ekonomi digital di Sumatera Selatan sekaligus memperkuat daya saing UMKM.

Senada dengan itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang memadati kawasan Benteng Kuto Besak selama penyelenggaraan acara.

Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi digital di Kota Palembang.

Baca juga  Muswil PKB Sumsel Usulkan Lima Calon Ketua DPW, Pengamat Dorong Regenerasi Kepemimpinan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan, penyelenggaraan Digital Kito Galo diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang modern, inovatif, serta menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai layanan pembayaran digital, promosi produk UMKM, edukasi transaksi non-tunai, hingga pertunjukan budaya daerah menjadi daya tarik utama yang berhasil mengundang sekitar 21 ribu pengunjung.

Selain menggerakkan aktivitas perdagangan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

transformasi digital belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM di luar kawasan perkotaan.

Sejumlah pelaku usaha kecil masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan literasi digital, akses internet yang belum merata, hingga rendahnya pemanfaatan sistem pembayaran digital dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Di sisi lain, sebagian pelaku UMKM menilai kegiatan seperti Digital Kito Galo mampu membuka peluang promosi yang lebih luas. Namun mereka berharap pendampingan, pelatihan, serta akses teknologi tidak hanya hadir saat festival berlangsung, melainkan dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat kabupaten dan desa.

Berdasarkan berbagai program digitalisasi yang selama ini dijalankan pemerintah bersama Bank Indonesia, keberhasilan tidak hanya diukur dari tingginya jumlah transaksi maupun ramainya pengunjung sebuah festival. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sehingga memperoleh manfaat ekonomi secara nyata.

Kemeriahan penutupan semakin terasa dengan penampilan artis ibu kota, pembagian doorprize, serta hadiah dari berbagai sponsor yang disambut antusias ribuan pengunjung di kawasan Benteng Kuto Besak.

Meski demikian, keberhasilan penyelenggaraan sebuah festival ekonomi digital pada akhirnya akan diukur dari dampak jangka panjang terhadap peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pasar, dan pemerataan ekonomi digital di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Baca juga  Pemkab OKU Selatan Mulai Gelar Assessment Seleksi Terbuka JPT Pratama 2025, Dorong Aparatur Berintegritas dan Profesional

Hingga kini, belum semua pelaku usaha memiliki kesiapan yang sama dalam memasuki era digital. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah geliat ekonomi digital yang terus digaungkan akan benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam pemerataan akses dan literasi digital? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here