Beranda Palembang Harganas Diperingati, Namun Ketahanan Keluarga di Era Digital Masih Jadi Pertanyaan

Harganas Diperingati, Namun Ketahanan Keluarga di Era Digital Masih Jadi Pertanyaan

17
0
Wali Kota Palembang memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Setda Kota Palembang, Senin (29/6/2026). (Foto: Poerba/CimutNews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kota Palembang tak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Palembang untuk mengingatkan bahwa derasnya perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi kehidupan keluarga.

Di satu sisi, teknologi mempermudah komunikasi dan akses informasi. Namun di sisi lain, semakin intensnya penggunaan gawai dinilai berpotensi mengurangi interaksi langsung di dalam rumah apabila tidak disertai pengawasan dan pola komunikasi yang sehat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana keluarga mampu beradaptasi dengan perubahan digital tanpa kehilangan kedekatan emosional antaranggota keluarga?

Peringatan Harganas digelar di Halaman Sekretariat Daerah Kota Palembang, Senin (29/6/2026), dipimpin langsung oleh Wali Kota Palembang. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Menurutnya, manfaat teknologi tidak dapat dipungkiri. Namun penggunaan yang berlebihan justru dapat menggeser kualitas komunikasi dalam keluarga.

“Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan. Jangan sampai anggota keluarga lebih banyak berinteraksi dengan layar gawai daripada saling berkomunikasi dan membangun kedekatan emosional di rumah,” ujarnya.

Pemerintah Kota Palembang mendorong keluarga mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti membatasi waktu penggunaan gawai, menyediakan waktu berkumpul tanpa perangkat digital, hingga menciptakan ruang komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.

Pada Harganas tahun ini, pemerintah juga mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir”. Tema tersebut menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara emosional.

Menurut Wali Kota, kehadiran ayah tercermin melalui komunikasi yang membangun rasa percaya, keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, serta perhatian yang konsisten terhadap tumbuh kembang anak.

Baca juga  Sumsel United Kantongi Lima Laga Kandang di Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2025/26, Asa Laskar Juaro Kian Terbuka

Ia menambahkan bahwa makna “Ayah Wajib Hadir” juga mencakup figur laki-laki lain yang memiliki peran penting dalam keluarga, seperti kakek, paman, kakak laki-laki, ayah sambung, wali, maupun mentor yang memberikan pendampingan kepada anak.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tantangan keluarga di era digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan gawai. Berbagai persoalan lain seperti kesibukan orang tua, perubahan pola kerja, hingga derasnya arus informasi melalui media sosial juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi kualitas interaksi dalam keluarga.

Meski demikian, dalam kegiatan Harganas tersebut belum dipaparkan secara rinci data mengenai kondisi ketahanan keluarga di Kota Palembang maupun indikator yang digunakan untuk mengukur dampak penggunaan teknologi terhadap kehidupan keluarga. Belum ada penjelasan rinci mengenai program lanjutan yang akan dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut.

Pengamat pendidikan dan pemerhati keluarga selama ini banyak menilai bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak cukup dilakukan melalui kampanye atau peringatan tahunan. Konsistensi edukasi, literasi digital, serta keterlibatan seluruh anggota keluarga menjadi faktor penting agar pesan yang disampaikan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi masyarakat, pesan mengenai pentingnya komunikasi keluarga dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kehadiran teknologi memang tidak bisa dihindari, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan tetap bergantung pada pola pengasuhan dan kebiasaan yang dibangun di rumah.

Pemerintah berharap momentum Harganas ke-33 dapat menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Hingga kini, penguatan ketahanan keluarga di era digital masih menjadi pekerjaan bersama. Apakah berbagai ajakan tersebut nantinya mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan dirasakan secara merata oleh seluruh keluarga di Kota Palembang, atau masih menyisakan tantangan yang perlu dijawab melalui langkah nyata, menjadi pertanyaan yang akan terjawab seiring waktu. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here