Beranda Banyuasin JEMEQUROTA Dimulai, Mampukah Budaya Religius ASN Banyuasin Terwujud?

JEMEQUROTA Dimulai, Mampukah Budaya Religius ASN Banyuasin Terwujud?

5
0
Sekretaris Daerah Banyuasin Erwin Ibrahim membuka program JEMEQUROTA di Musala Al-Amir, Kantor Camat Talang Kelapa, Jumat (3/7/2026).(Foto:Noto/cimutnews)

Talang Kelapa, cimutnews.co.id Upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan mulai diperkuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Melalui program JEMEQUROTA (Jum’at Enaknya Mengaji Qur’an, Iqro, Mendengarkan Tausiah), pemerintah berharap aparatur sipil negara (ASN) memiliki integritas yang semakin baik dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Namun, muncul pertanyaan yang tidak kalah penting. Apakah kegiatan keagamaan rutin seperti ini akan mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap kualitas pelayanan publik, atau hanya menjadi agenda seremonial yang berhenti pada kegiatan simbolis?

Hal tersebut menjadi perhatian karena masyarakat selama ini tidak hanya menilai keberhasilan pemerintah dari banyaknya program yang diluncurkan, melainkan juga dari dampak yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Program JEMEQUROTA resmi dibuka di Musala Al-Amir, Kantor Camat Talang Kelapa, Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim, didampingi Camat Talang Kelapa Salinan, bersama lurah, pegawai kecamatan, tenaga puskesmas, serta jajaran ASN lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda menyebut JEMEQUROTA merupakan bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin melalui visi Banyuasin Religius. Menurutnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an, belajar Iqro, hingga mendengarkan tausiah diharapkan mampu membentuk karakter ASN yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan Talang Kelapa yang dinilai menjadi pelopor pelaksanaan program tersebut. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berencana mendorong seluruh kecamatan agar menyelenggarakan kegiatan serupa sedikitnya satu kali setiap bulan.

“Program ini merupakan kebiasaan baik yang diharapkan dapat terus berkembang dan diterapkan di seluruh kecamatan,” ujar Sekda sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selain mengajak ASN meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, pemerintah berharap nilai-nilai religius tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja seluruh aparatur.

Baca juga  HUT Bhayangkara ke-80 Diperingati, Harapan untuk Polri Makin Besar, Namun Pelayanan Publik Masih Menjadi Perhatian

membangun budaya kerja yang berintegritas tidak hanya bergantung pada kegiatan pembinaan spiritual. Masyarakat juga menaruh harapan besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif.

Sejumlah warga yang ditemui di wilayah Talang Kelapa mengaku mendukung kegiatan pembinaan keagamaan bagi ASN. Menurut mereka, program seperti ini dapat memberikan dampak positif apabila benar-benar tercermin dalam sikap aparatur saat melayani masyarakat.

“Kalau memang setelah mengikuti kegiatan seperti ini pelayanan menjadi lebih ramah, cepat, dan tidak berbelit, tentu masyarakat akan ikut merasakan manfaatnya,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang menilai keberhasilan sebuah program pemerintah pada akhirnya akan diukur dari perubahan nyata di lapangan. Mulai dari kemudahan mengurus administrasi, kedisiplinan pegawai, hingga kepastian waktu pelayanan.

Pengamat pemerintahan umumnya menilai bahwa pembinaan karakter ASN memang menjadi salah satu faktor penting dalam reformasi birokrasi. Namun perubahan budaya organisasi membutuhkan proses yang panjang, konsistensi kebijakan, serta evaluasi yang berkelanjutan agar tidak berhenti sebatas seremoni.

Karena itu, pelaksanaan JEMEQUROTA dinilai memiliki potensi menjadi langkah positif apabila dibarengi dengan indikator keberhasilan yang jelas. Misalnya melalui peningkatan disiplin pegawai, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan, maupun menurunnya berbagai keluhan publik.

Hal ini menimbulkan pertanyaan. Apakah kegiatan religius yang akan digelar rutin setiap bulan nantinya benar-benar mampu membentuk budaya kerja baru di lingkungan ASN Banyuasin, atau justru hanya menjadi agenda rutin tanpa perubahan yang signifikan?

Hingga kini, belum semua indikator keberhasilan program tersebut dijelaskan secara rinci kepada publik. Masyarakat pun menunggu sejauh mana implementasi nilai-nilai religius benar-benar tercermin dalam pelayanan pemerintahan sehari-hari.

Baca juga  Senator Eva Susanti Kunjungi Korban Kebakaran di Tanjung Lago: Bantu Ringankan Beban Warga yang Kehilangan Rumah

Yang jelas, harapan terhadap lahirnya birokrasi yang lebih berintegritas kini tidak hanya bertumpu pada banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga pada konsistensi pemerintah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Banyuasin. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here