Beranda Palembang Polda Sumsel Gelar Turnamen E-Sport, Pembinaan Atlet Digital Masih Jadi Tantangan

Polda Sumsel Gelar Turnamen E-Sport, Pembinaan Atlet Digital Masih Jadi Tantangan

10
0
Penutupan Turnamen E-Sport Kapolda Sumsel Cup 2026 di Gedung Presisi Mapolda Sumsel yang diikuti 47 tim dari jajaran Polres se-Sumatera Selatan. (Foto: Poerba/CimutNews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Turnamen E-Sport Kapolda Sumsel Cup 2026 resmi berakhir dengan lahirnya para juara terbaik dari jajaran kepolisian di Sumatera Selatan. Kompetisi yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu tak hanya menghadirkan persaingan sengit di arena digital, tetapi juga membawa pesan bahwa olahraga elektronik kini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda.

Namun, di balik antusiasme puluhan tim yang bertanding, masih muncul pertanyaan mengenai bagaimana keberlanjutan pembinaan atlet e-sport di daerah setelah turnamen usai.

Apakah kompetisi seperti ini akan menjadi agenda sesaat, atau benar-benar mampu melahirkan atlet digital Sumatera Selatan yang bersaing di level nasional hingga internasional?

Penutupan Turnamen E-Sport Kapolda Sumsel Cup 2026 berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 47 tim perwakilan dari 17 Polres dan Polrestabes di lingkungan Polda Sumatera Selatan mengikuti kejuaraan tersebut.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya mewakili Kapolda Sumsel. Hadir pula Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo Pradipto, jajaran Esports Indonesia (ESI) Sumsel, KORMI Sumsel, komunitas digital, influencer, caster, dewan juri, hingga para peserta.

Dari hasil pertandingan, Polres Banyuasin keluar sebagai Juara Pertama, disusul Polres Lahat di posisi kedua dan Polrestabes Palembang 1 sebagai Juara Ketiga. Para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, serta hadiah pembinaan dan dipersiapkan menjadi wakil Sumatera Selatan pada Turnamen E-Sport Kapolri Cup tingkat nasional.

Dalam sambutan Kapolda Sumsel yang dibacakan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, disebutkan bahwa turnamen tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Polri Presisi untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan generasi muda melalui ruang kreativitas yang positif.

Baca juga  Literasi Media Sehat KPID Sumsel di SMPN 35 Palembang Dorong Siswa Bijak Digital

Menurutnya, olahraga elektronik bukan sekadar permainan, tetapi juga menjadi media membangun disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga etika dalam memanfaatkan teknologi digital.

Ketua Umum IESPA, Ibnu Sulistyo Pradipto, juga memberikan apresiasi terhadap langkah Polda Sumsel yang dinilai mampu menghadirkan kolaborasi positif antara institusi negara dengan komunitas olahraga digital.

Ia menilai model pembinaan tersebut layak menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekosistem e-sport yang sehat dan berkelanjutan.

perkembangan e-sport di Sumatera Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Berdasarkan temuan di lapangan dan berbagai kegiatan komunitas yang berkembang beberapa tahun terakhir, masih banyak atlet muda yang mengaku kesulitan memperoleh ruang latihan profesional, pendampingan pelatih bersertifikat, hingga akses mengikuti kompetisi secara rutin.

Di sisi lain, sebagian komunitas e-sport masih bergerak secara mandiri dengan dukungan fasilitas yang terbatas. Turnamen besar memang menjadi motivasi bagi atlet muda, tetapi pembinaan berjenjang di luar kompetisi dinilai masih perlu diperkuat agar prestasi tidak berhenti pada satu momentum.

Sejumlah pelaku komunitas digital juga menilai bahwa regenerasi atlet membutuhkan sinergi lebih luas, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi olahraga, hingga sektor swasta agar pembinaan berlangsung secara berkesinambungan.

Hingga kini, belum semua kabupaten dan kota di Sumatera Selatan memiliki ekosistem e-sport yang berkembang merata. Di beberapa daerah, komunitas masih mengandalkan inisiatif sendiri untuk menggelar latihan maupun kompetisi lokal.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri apabila Sumatera Selatan ingin mencetak atlet yang mampu bersaing secara konsisten di tingkat nasional maupun internasional.

Meski demikian, tingginya partisipasi 47 tim dalam Kapolda Sumsel Cup menjadi indikator bahwa minat generasi muda terhadap olahraga elektronik terus meningkat.

Baca juga  GEKRAFS Palembang 2025–2028 Resmi Dilantik, Wakil Wali Kota Dukung Penuh Ekonomi Kreatif Lokal

Besarnya antusiasme itu dapat menjadi modal penting apabila diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas kompetisi, serta dukungan terhadap pengembangan talenta digital di daerah.

Polda Sumsel sendiri menyatakan komitmennya untuk menjadikan Turnamen E-Sport Kapolda Sumsel Cup sebagai agenda pembinaan yang berkesinambungan melalui kolaborasi bersama komunitas, organisasi olahraga, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet digital berprestasi sekaligus memperkuat hubungan positif antara kepolisian dan generasi muda.

Meski demikian, hal ini menimbulkan pertanyaan yang masih menarik untuk diikuti.

Akankah komitmen pembinaan tersebut benar-benar mampu memperkuat ekosistem e-sport hingga ke daerah-daerah, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah dalam menciptakan pembinaan yang merata bagi seluruh talenta muda Sumatera Selatan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here