Beranda Penukal Abab Lematang Ilir Pendidikan Pesantren Sumsel Diperkuat, Wagub Cik Ujang Dorong Digitalisasi dan Kemandirian Ponpes...

Pendidikan Pesantren Sumsel Diperkuat, Wagub Cik Ujang Dorong Digitalisasi dan Kemandirian Ponpes Al-Rozi

10
0
Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menghadiri Harlah ke-22 Pondok Pesantren Al-Rozi sekaligus Wisuda Akhirussanah MTs dan MA Tahun Pelajaran 2025/2026 di Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Kamis (9/7/2026). (Foto: Edi/CimutNews).

komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat pendidikan pesantren melalui pengembangan teknologi digital dan kemandirian ekonomi pondok. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-22 Pondok Pesantren Al-Rozi sekaligus Wisuda Akhirussanah tingkat MTs dan MA Tahun Pelajaran 2025/2026 di Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (9/7/2026).

Momentum tersebut menjadi lebih bermakna karena dua santri Ponpes Al-Rozi berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Mesir. Capaian itu dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas pendidikan pesantren di daerah sekaligus membuka peluang santri Sumatera Selatan berkiprah di tingkat internasional.

Pemprov Sumsel Dorong Pesantren Adaptif terhadap Perkembangan Zaman

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Ponpes Al-Rozi yang selama 22 tahun berkontribusi membangun pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan di Kabupaten PALI.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Namun di tengah perubahan zaman, lembaga pendidikan berbasis agama juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung pendidikan berbasis pesantren yang memiliki fondasi pendidikan agama yang kuat. Akan lebih baik apabila dibarengi dengan digitalisasi sehingga para santri mampu bersaing setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Cik Ujang.

Ia menilai kemampuan literasi digital, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan tanpa mengurangi kekuatan pendidikan karakter yang menjadi ciri khas pesantren.

Lahan Pesantren Dinilai Berpotensi Menjadi Sumber Kemandirian Ekonomi

Selain mendorong transformasi digital, Cik Ujang juga mengusulkan agar lahan kosong yang masih tersedia di lingkungan Ponpes Al-Rozi dimanfaatkan secara produktif.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan dapat menjadi sumber pendapatan mandiri bagi pondok pesantren.

Baca juga  Open House Heri Amalindo di PALI Diserbu Warga, PSI Hadir Full Tim Dukung Pembangunan

Beberapa peluang yang dinilai dapat dikembangkan antara lain:

  • Budidaya tanaman pangan dan hortikultura.
  • Pengembangan peternakan skala pesantren.
  • Budidaya ikan air tawar.
  • Pelatihan kewirausahaan bagi santri.

Model tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi lembaga pendidikan sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik bagi para santri.

Dua Santri Raih Beasiswa Kuliah ke Mesir

Salah satu capaian yang mendapat perhatian dalam peringatan Harlah ke-22 ini adalah keberhasilan dua santri Ponpes Al-Rozi memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke Mesir.

Sebagai bentuk apresiasi, Wakil Gubernur Sumsel menyerahkan bantuan kepada kedua santri tersebut agar proses keberangkatan dan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk meningkatkan prestasi akademik maupun kemampuan keagamaan hingga mampu bersaing di tingkat internasional.

Pemkab PALI Siap Dukung Infrastruktur Pondok Pesantren

Pada kesempatan yang sama, Bupati PALI Asgianto menyatakan pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan.

Ia berkomitmen membantu pembangunan pagar di lingkungan Ponpes Al-Rozi sebagai bagian dari peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Selain itu, Asgianto juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten PALI melalui Bantuan Khusus Infrastruktur.

Menurutnya, sejumlah proyek strategis termasuk pembangunan Jembatan Payu Putat tidak terlepas dari dukungan pemerintah provinsi.

“Kami berharap bantuan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pembangunan infrastruktur di Kabupaten PALI semakin meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

DPRD PALI Pastikan Dukungan Berkelanjutan

Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI Firdaus Hasbullah menegaskan lembaga legislatif akan terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pondok pesantren.

Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan pendidikan.

Baca juga  Pemkab PALI Tinjau Layanan Faskes: Pemerintah Pastikan Pelayanan Kesehatan Semakin Humanis dan Berkualitas

Menurutnya, pesantren merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Ponpes Al-Rozi Butuh Peremajaan Fasilitas

Pimpinan Ponpes Al-Rozi, Kyai Sutan Syahrir, menjelaskan bahwa sejak berdiri selama 22 tahun, jumlah santri terus mengalami perkembangan hingga kini mencapai sekitar 200 orang.

Seiring meningkatnya jumlah peserta didik, sejumlah fasilitas pondok mulai membutuhkan pembaruan.

Peremajaan yang menjadi prioritas meliputi:

  • Renovasi masjid.
  • Pembangunan pagar pondok.
  • Penataan halaman.
  • Peningkatan fasilitas pendukung kegiatan belajar.

Menurutnya, peningkatan kualitas fasilitas menjadi kebutuhan agar proses pendidikan dapat berlangsung semakin nyaman dan efektif.

Pendidikan Pesantren Memasuki Fase Transformasi

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah semakin mendorong transformasi pendidikan pesantren melalui penguatan kompetensi, digitalisasi, dan pemberdayaan ekonomi.

Berbagai program tersebut diarahkan agar lulusan pesantren tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga kompetensi yang mampu menjawab tantangan dunia modern.

Keberhasilan santri Ponpes Al-Rozi memperoleh beasiswa ke Mesir memperlihatkan bahwa pesantren daerah memiliki peluang yang sama untuk melahirkan lulusan berdaya saing global apabila didukung tata kelola pendidikan yang terus berkembang.

Di sisi lain, pengembangan unit usaha berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur menjadi pendekatan yang sejalan dengan konsep pesantren mandiri. Pola ini bukan sekadar menghasilkan pendapatan tambahan, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan para santri sejak dini sehingga manfaat pendidikan dapat dirasakan lebih luas setelah mereka kembali ke masyarakat.

Pesantren Kini Tidak Lagi Hanya Mencetak Ahli Agama

Transformasi pesantren saat ini menunjukkan perubahan paradigma. Lembaga pendidikan Islam tidak lagi hanya berorientasi pada pembelajaran keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan keterampilan, teknologi, dan ekonomi masyarakat.

Baca juga  Warga dan Kepala Desa di WKP Adera Desak Pertamina Buka Rekrutmen Terbuka, Polemik Tenaga Kerja Memanas

Jika digitalisasi pendidikan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi pesantren, maka lulusan pondok memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja, melanjutkan studi ke luar negeri, maupun menjadi wirausaha berbasis syariah. Model inilah yang mulai menjadi arah baru pengembangan pesantren di berbagai daerah Indonesia.

Peringatan Harlah ke-22 Ponpes Al-Rozi menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Dukungan terhadap digitalisasi, pembangunan fasilitas, serta pemberdayaan ekonomi pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang religius, mandiri, dan siap menghadapi tantangan global. (Edi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here