Beranda Banyuasin Wakil Bupati Banyuasin Tinjau Korban Kebakaran di Rambutan, Pemkab Pastikan Bantuan dan...

Wakil Bupati Banyuasin Tinjau Korban Kebakaran di Rambutan, Pemkab Pastikan Bantuan dan Dokumen Kependudukan

6
0
Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian menyerahkan bantuan kepada Budianto, korban kebakaran rumah di Desa Pangkalan Gelebak, Kecamatan Rambutan. (Foto: Noto/CimutNews)

Rambutan, cimutnews.co.idWakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, SP meninjau langsung korban kebakaran rumah milik Budianto (49), warga Desa Pangkalan Gelebak, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, pada Selasa (7/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah kebakaran yang terjadi pada Senin sekitar pukul 13.40 WIB menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta harta benda milik korban.

Selain menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga memastikan proses pemulihan administrasi kependudukan korban berjalan cepat. Langkah ini dinilai penting agar keluarga terdampak tetap dapat mengakses berbagai layanan publik setelah kehilangan dokumen akibat musibah.

Pemerintah Daerah Bergerak Cepat Dampingi Korban

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Banyuasin didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin Reza Agust Perdana, SE., M.Si., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil H. Sultan Alrasyid, S.IP., M.Si., serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Banyuasin Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si.

Rombongan menemui Budianto yang sementara waktu tinggal di rumah tetangganya setelah tempat tinggalnya tidak lagi dapat dihuni akibat kebakaran.

Netta menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

“Kami berharap Bapak Budianto dan keluarga diberikan kekuatan. Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan terus hadir membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Bantuan Logistik dan Pemulihan Dokumen Kependudukan

Bantuan untuk kebutuhan mendesak

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati menyerahkan sejumlah bantuan darurat berupa:

  • Tikar
  • Terpal
  • Selimut
  • Paket sembako
  • Makanan siap saji

Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban selama masa tanggap darurat sebelum proses pemulihan tempat tinggal dilakukan.

Administrasi kependudukan diprioritaskan

Selain bantuan logistik, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan memfasilitasi penerbitan kembali dokumen penting yang hilang dalam kebakaran, seperti:

  • Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Baca juga  Jalan Lingkar Selatan Jakabaring Rusak Parah dan Tergenang, Warga Soroti Dugaan Dampak Penimbunan Lahan

Layanan percepatan administrasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar korban tetap memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan, bantuan sosial maupun layanan pemerintahan lainnya.

Kebakaran Diduga Dipicu Bara Rokok

Berdasarkan keterangan yang diterima pemerintah daerah, kebakaran diduga dipicu oleh api dari puntung rokok yang kemudian menyambar material mudah terbakar di dalam rumah.

Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan beserta isi rumah milik Budianto.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh harta benda di dalam rumah dilaporkan habis terbakar.

Menurut informasi yang dihimpun dari pemerintah daerah, kebakaran terjadi pada Senin sekitar pukul 13.40 WIB ketika kondisi cuaca sedang panas dan memasuki periode musim kemarau.

Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik tetap aman, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terutama di lingkungan dengan material yang mudah terbakar.

Imbauan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan angka kejadian kebakaran permukiman yang umumnya meningkat ketika curah hujan menurun dan kondisi udara lebih kering.

Pencegahan Menjadi Langkah Paling Efektif

Kebakaran rumah tinggal masih menjadi salah satu bencana yang paling sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan pola kejadian yang selama ini dilaporkan berbagai instansi penanggulangan bencana, penyebab kebakaran umumnya berasal dari korsleting listrik, kebocoran gas, maupun kelalaian manusia seperti penggunaan api terbuka dan puntung rokok.

Baca juga  Ekspor Perdana Pakan Hewan dari Banyuasin Tembus Filipina, Perkuat Daya Saing Industri Sumatera Selatan

Karena itu, edukasi mengenai keselamatan di lingkungan rumah tangga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kerugian yang jauh lebih besar.

Selain kesiapsiagaan petugas, keterlibatan masyarakat dalam menerapkan budaya waspada terhadap sumber api menjadi faktor utama untuk menekan potensi kejadian serupa.

Respons Cepat Pemerintah Kurangi Dampak Sosial

Respons cepat Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak hanya terlihat melalui pemberian bantuan logistik, tetapi juga pada perhatian terhadap pemulihan administrasi kependudukan korban. Kehilangan dokumen penting sering kali menjadi persoalan lanjutan setelah bencana karena dapat menghambat akses terhadap bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, hingga perbankan.

Pendekatan yang menggabungkan bantuan kemanusiaan dan percepatan layanan administrasi menunjukkan bahwa penanganan pascabencana kini tidak lagi hanya berorientasi pada kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan hak-hak sipil masyarakat. Model pelayanan seperti ini berpotensi mempercepat proses pemulihan ekonomi keluarga terdampak. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here