Beranda Banyuasin Ekspor Perdana Pakan Hewan dari Banyuasin Tembus Filipina, Perkuat Daya Saing Industri...

Ekspor Perdana Pakan Hewan dari Banyuasin Tembus Filipina, Perkuat Daya Saing Industri Sumatera Selatan

48
0
1. Menteri Perdagangan RI bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan melepas ekspor perdana pakan hewan peliharaan di Banyuasin.(Foto: Noto/cimutnews.co.id)

BANYUASIN, cimutnews.co.id – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi melepas ekspor perdana produk makanan hewan peliharaan ke Filipina dari fasilitas produksi PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Telang, Kabupaten Banyuasin, Kamis (12/2/2026). Momentum ini dinilai menjadi tonggak penting bagi penguatan industri pengolahan berbasis hilirisasi sekaligus membuka peluang pasar global bagi produk asal daerah.

Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si., didampingi Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tambahan produksi sebagai langkah ekspansi kapasitas industri ke depan.

Secara nasional, peningkatan ekspor sektor manufaktur—termasuk industri pakan hewan—menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi berbasis nilai tambah. Hilirisasi produk dinilai mampu meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja, serta memperluas kontribusi daerah terhadap perdagangan internasional. Karena itu, keberhasilan ekspor dari Banyuasin dipandang sejalan dengan arah kebijakan penguatan industri pengolahan di berbagai wilayah Indonesia.

Di tingkat daerah, kehadiran pabrik PT EMI yang berdiri di atas lahan sekitar 12 hektare menjadi salah satu investasi industri strategis di Sumatera Selatan. Fasilitas tersebut mengusung teknologi modern dengan kapasitas produksi mencapai 300 ribu ton makanan hewan per tahun, baik dalam bentuk pakan basah maupun kering untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Kapasitas ini dinilai cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan volume ekspor daerah sekaligus memperluas rantai pasok industri berbasis sumber daya lokal.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menyampaikan bahwa ekspor perdana ke Filipina merupakan bukti konkret bahwa produk industri asal Sumatera Selatan mampu bersaing di pasar internasional. Ia menegaskan bahwa pengiriman tahap awal tersebut bukan tujuan akhir, melainkan langkah pembuka menuju penetrasi pasar global yang lebih luas.

Baca juga  Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno 2026 Dipimpin Presiden Prabowo, Penghormatan Terakhir untuk Wapres ke-6 RI

“Ekspor ini merupakan yang pertama. Ke depan, kami optimistis produk ini dapat menjangkau negara-negara lain yang memiliki permintaan tinggi terhadap pakan hewan peliharaan,” ujarnya dalam keterangan resmi kegiatan.

Senada dengan itu, Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso memberikan apresiasi terhadap kesiapan kualitas produk yang dihasilkan. Menurutnya, keberhasilan menembus pasar luar negeri menunjukkan bahwa standar produksi industri nasional telah mampu memenuhi persyaratan global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan internasional.

“Ini menunjukkan bahwa produk kita mampu bersaing di pasar global dan tentunya akan berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional,” kata Budi Santoso.

Dari sisi pelaku industri, CEO PT Evo Manufacturing Indonesia, Dimas Baskoro, menegaskan komitmen perusahaan untuk memberdayakan potensi lokal sebagai bagian dari pertumbuhan berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat sekitar dilakukan mulai dari pemanfaatan bahan baku hingga perekrutan tenaga kerja.

Saat ini, perusahaan telah menyerap lebih dari 400 tenaga kerja, dengan sekitar 50 persen berasal dari Kabupaten Banyuasin dan sekitar 90 persen merupakan putra daerah Sumatera Selatan. Kondisi tersebut diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan di wilayah sekitar kawasan industri.

Selain pelepasan ekspor, agenda peletakan batu pertama fasilitas tambahan produksi menjadi sinyal ekspansi industri dalam jangka menengah. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas serta memperluas jangkauan distribusi produk ke pasar internasional yang lebih beragam. Langkah tersebut juga dinilai memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri berbasis hilirisasi di Indonesia bagian barat.

Penguatan sektor industri pengolahan di daerah dinilai memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, serta kepastian regulasi menjadi faktor penting agar ekspansi industri dapat berjalan konsisten sekaligus memberi manfaat ekonomi jangka panjang.

Baca juga  Green Jobs Class Digelar di Bandung, Kemnaker Dorong Solusi Sampah Sekaligus Peluang Kerja Ramah Lingkungan

Ke depan, pemerintah daerah berharap keberhasilan ekspor ini mampu memicu tumbuhnya investasi serupa di sektor strategis lainnya. Diversifikasi produk ekspor berbasis pengolahan dinilai menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika perdagangan global.

Masyarakat juga diimbau memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan kawasan industri, baik melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja maupun penguatan usaha pendukung di sekitar rantai produksi. Partisipasi aktif berbagai pihak diyakini akan mempercepat dampak positif pembangunan industri terhadap kesejahteraan daerah.

Sebagai media daerah, cimutnews.co.id berkomitmen terus menghadirkan informasi pembangunan ekonomi secara akurat, berimbang, dan dapat dipercaya. Setiap perkembangan terkait investasi, industri, dan ekspor di Sumatera Selatan akan disajikan melalui proses verifikasi serta konfirmasi kepada pihak terkait, guna memastikan publik memperoleh gambaran yang utuh dan bertanggung jawab. (Noto)