Beranda Muara Enim Pola Asuh Digital Jadi Sorotan, Pemkab Muara Enim Dorong Orang Tua Batasi...

Pola Asuh Digital Jadi Sorotan, Pemkab Muara Enim Dorong Orang Tua Batasi Gadget pada Balita Demi Optimalkan Golden Age

2
0
Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si. memberikan arahan kepada para orang tua saat membuka Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Muara Enim di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Kamis (9/7). Pemerintah daerah mengajak keluarga menerapkan pola asuh digital yang bijak guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak. (Foto: Eko/CimutNews).

MUARA ENIM, CimutNews.co.id – Pola asuh digital atau digital parenting menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi orang tua di era transformasi teknologi. Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital oleh anak usia dini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim mengingatkan pentingnya membangun pola pengasuhan yang seimbang agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., saat membuka Lomba Balita Indonesia (LBI) Tingkat Kabupaten Muara Enim di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Kamis (9/7). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perempuan, tenaga kesehatan, serta para orang tua peserta.

Di hadapan para peserta, Sumarni mengajak seluruh keluarga untuk lebih bijak dalam mengenalkan teknologi kepada anak usia dini. Menurutnya, penggunaan gawai pada balita perlu dibatasi dan digantikan dengan interaksi langsung antara orang tua dan anak yang lebih berkualitas.

“Anak-anak membutuhkan sentuhan kasih sayang, komunikasi langsung, permainan edukatif, serta stimulasi motorik yang tidak dapat digantikan oleh layar gadget,” ujarnya.

Digital Parenting Menjadi Tantangan Baru Pengasuhan Anak

Sumarni menilai perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius bagi proses tumbuh kembang anak apabila penggunaannya tidak dikendalikan.

Menurutnya, fase golden age atau masa emas perkembangan anak merupakan periode yang sangat menentukan pembentukan kecerdasan, karakter, kemampuan sosial, serta kesehatan fisik dan mental di masa depan.

Karena itu, ia mengingatkan agar orang tua lebih banyak memberikan stimulasi melalui aktivitas bermain, membaca bersama, berinteraksi, hingga aktivitas fisik yang mampu merangsang perkembangan otak secara optimal.

Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Muara Enim melalui program MEMBARA (Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju Berkelanjutan) yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama.

Baca juga  Plt. Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah, Kisahkan Proses dan Perjuangannya Menempuh Pendidikan hingga Program Doktoral di Inggris

“Bukan sekadar lomba mencari balita terbaik, tetapi momentum membangun kesadaran bersama bahwa investasi terbesar daerah adalah kualitas generasi mudanya,” katanya.

Lomba Balita Indonesia Jadi Sarana Edukasi Orang Tua

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, dr. Eni Zatila, MKM, menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, hingga emosional.

Menurutnya, keberhasilan tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan gizi, tetapi juga pola asuh, kasih sayang, stimulasi perkembangan, serta lingkungan keluarga yang sehat.

Ia mengatakan seluruh upaya tersebut menjadi bagian penting dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang selama ini menjadi fokus kebijakan nasional dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pada Lomba Balita Indonesia tingkat Kabupaten Muara Enim tahun ini, sebanyak 48 balita finalis dari 24 Puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan mengikuti kompetisi.

Para peserta terbagi dalam dua kelompok usia, yakni:

  • Balita usia 6–24 bulan.
  • Balita usia 24–59 bulan.

Dua peserta terbaik dari masing-masing kategori akan mewakili Kabupaten Muara Enim pada Lomba Balita Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026.

Sejalan dengan Program Nasional Peningkatan Kualitas SDM

Penyelenggaraan Lomba Balita Indonesia tidak hanya menjadi agenda rutin bidang kesehatan, tetapi juga mendukung berbagai kebijakan nasional mengenai pembangunan manusia.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mendorong penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan kualitas gizi, pencegahan stunting, serta penguatan pengasuhan pada periode 1.000 HPK sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Selain itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN juga terus mengampanyekan pentingnya pengasuhan positif (positive parenting) yang menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak.

Baca juga  Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Muara Enim, Pemkab Perkuat Stabilitas Harga Jelang Semester II 2026

Berbagai penelitian yang menjadi rujukan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa stimulasi yang tepat pada lima tahun pertama kehidupan berpengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan kognitif, bahasa, sosial, hingga kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan.

Penggunaan Gadget pada Balita Perlu Dikendalikan

Fenomena meningkatnya penggunaan gadget oleh anak usia dini menjadi perhatian berbagai lembaga kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak usia di bawah dua tahun tidak terpapar layar digital secara berlebihan, sementara anak usia 2–5 tahun sebaiknya memperoleh waktu layar (screen time) yang sangat terbatas dengan pendampingan orang tua.

Kementerian Kesehatan RI juga mengimbau agar orang tua lebih banyak mengajak anak bermain aktif, berkomunikasi secara langsung, membaca buku cerita, dan melakukan aktivitas fisik dibandingkan memberikan gawai sebagai sarana hiburan.

Pendekatan tersebut dinilai mampu mendukung perkembangan motorik, bahasa, kreativitas, serta kemampuan sosial anak secara lebih optimal.

Investasi SDM Dimulai dari Keluarga

Pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dimulai ketika anak memasuki bangku sekolah. Fondasi utamanya justru dibangun sejak masa kehamilan hingga lima tahun pertama kehidupan melalui pemenuhan gizi, kesehatan, stimulasi, dan pola pengasuhan yang berkualitas.

Karena itu, kegiatan seperti Lomba Balita Indonesia memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibandingkan kompetisi semata. Agenda ini menjadi media edukasi bagi orang tua mengenai indikator tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat peran tenaga kesehatan di tingkat puskesmas dalam melakukan deteksi dini apabila ditemukan gangguan perkembangan.

Di sisi lain, tantangan digitalisasi membuat pola pengasuhan mengalami perubahan signifikan. Gadget yang awalnya menjadi alat bantu komunikasi kini kerap menjadi “pengasuh kedua” dalam keluarga. Apabila berlangsung tanpa pengawasan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan bahasa, kemampuan sosial, hingga konsentrasi anak.

Baca juga  Wabup Muara Enim Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Muara Enim 2025-2029

Bagi pemerintah daerah, penguatan edukasi mengenai digital parenting menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat, produktif, adaptif terhadap teknologi, tetapi tetap memiliki karakter, empati, dan kemampuan sosial yang kuat. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here