Beranda Muara Enim Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Muara Enim, Pemkab...

Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Muara Enim, Pemkab Perkuat Stabilitas Harga Jelang Semester II 2026

1
0
Warga memadati lokasi Gerakan Pangan Murah di Pasar Mambo II untuk membeli beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan komoditas pangan lainnya dengan harga subsidi dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim. (Foto: Eko/CimutNews.co.id)

MUARA ENIM, CimutNews.co.id – Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Pasar Mambo II, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim, Kamis (9/7/2026). Ratusan warga memadati lokasi untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi pemerintah.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan bahan pangan pokok dengan harga di bawah harga pasar.

Kegiatan diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim, Dinas Perikanan, dan Perum Bulog. Berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, cabai, hingga aneka ikan air tawar dijual dengan subsidi berkisar Rp2.000 hingga Rp20.000 per komoditas.

Bagian dari Program Strategis Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera

Mewakili Bupati Muara Enim, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Hermin Eko Purwanto, S.T., M.T., mengatakan pelaksanaan GPM dan OPM merupakan implementasi salah satu dari 20 Program Strategis dalam visi Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera (MEMBARA) Maju dan Berkelanjutan, khususnya program penyediaan sembako murah bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya ingin membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar gejolak harga di pasar dapat ditekan.

“Program ini menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menjaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Fluktuasi Harga

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim, Dr. Fredy Febriansyah, S.STP., M.Si., menjelaskan pemerintah menyediakan paket sembako berisi minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga  Polsek Rambang Ingatkan Dampak Buruk Judi Online Bagi Masyarakat

Selain paket sembako, masyarakat juga dapat membeli beras, telur ayam, cabai, serta berbagai jenis ikan air tawar dengan harga yang telah mendapatkan subsidi pemerintah.

Ia menambahkan, pelaksanaan Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah akan terus dilakukan secara bergilir di seluruh kecamatan sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan sepanjang tahun.

Dalam waktu dekat, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Desa Muara Harapan Baru, Kecamatan Muara Enim pada 16 Juli 2026, kemudian dilanjutkan di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang pada 23 Juli 2026.

Pengendalian Inflasi Menjadi Prioritas Nasional

Upaya yang dilakukan Pemkab Muara Enim sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang terus mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah sebagai strategi menjaga inflasi pangan.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Dalam Negeri, serta Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) secara konsisten mengarahkan pemerintah daerah memperkuat stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui operasi pasar, distribusi pangan murah, serta penguatan cadangan pangan pemerintah.

Program tersebut juga mendukung sasaran dalam RPJMN 2025–2029 dan Asta Cita Presiden yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Harga Pangan Sangat Berpengaruh terhadap Inflasi Daerah

Berdasarkan berbagai evaluasi pengendalian inflasi nasional, komoditas seperti beras, cabai, telur ayam ras, minyak goreng, dan gula pasir merupakan penyumbang utama fluktuasi inflasi di berbagai daerah.

Karena itu, intervensi pemerintah melalui pasar murah menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Selain membantu konsumen, operasi pasar juga berfungsi menjaga keseimbangan distribusi pangan sehingga gejolak harga dapat diminimalkan tanpa mengganggu mekanisme pasar secara keseluruhan.

Baca juga  Ketua DPP PJS Raih Gelar Doktor, DPP PJS: Prestasi yang Menginspirasi Dunia Pers Siber

Stabilitas Harga Menjadi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pelaksanaan Operasi Pasar Murah tidak hanya berdampak langsung terhadap masyarakat penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ketika harga kebutuhan pokok tetap terkendali, tekanan inflasi dapat ditekan sehingga aktivitas konsumsi rumah tangga tetap terjaga.

Konsumsi rumah tangga sendiri masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, menjaga keterjangkauan harga pangan merupakan salah satu instrumen penting dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, keberlanjutan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga tingkat kecamatan menunjukkan adanya penguatan koordinasi lintas perangkat daerah bersama BUMN pangan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding pelaksanaan yang bersifat insidental karena mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat distribusi pangan.

Namun demikian, efektivitas program juga bergantung pada ketersediaan stok, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta kesinambungan distribusi pangan. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, kelompok tani, dan distributor menjadi faktor penting agar stabilisasi harga dapat berlangsung secara berkelanjutan. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here