Beranda Muara Enim Pembangunan Talud Sungai Enim Dilanjutkan, PTBA Target Rampung Akhir 2026 dan Siap...

Pembangunan Talud Sungai Enim Dilanjutkan, PTBA Target Rampung Akhir 2026 dan Siap Jadi Ikon Baru Muara Enim

1
0
Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menerima audiensi jajaran Direksi PT Bukit Asam Tbk di Ruang Rapat Bupati untuk membahas keberlanjutan pembangunan Talud Sungai Enim dan program tanggung jawab sosial perusahaan. (Foto: Eko/CimutNews).

MUARA ENIM, CimutNews.co.id – Pembangunan Talud Sungai Enim yang membentang dari Jembatan Enim I hingga Jembatan Enim II dipastikan kembali berlanjut setelah sempat mengalami penyesuaian teknis. Proyek yang menjadi salah satu penataan kawasan strategis di Kabupaten Muara Enim itu ditargetkan selesai pada akhir 2026 dan diharapkan menjadi ruang publik sekaligus ikon baru kota.

Kepastian tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran direksi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., di Ruang Rapat Bupati, Senin (6/7). Pertemuan yang dipimpin Direktur Utama PTBA Letjen TNI (Purn.) Bambang Ismawan, S.E., M.M., membahas keberlanjutan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dana peran serta perusahaan, hingga dukungan pembangunan daerah di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTBA yang selama ini dinilai konsisten mendukung pembangunan di Muara Enim melalui berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan ekonomi melalui program Rumah BUMN.

Menurutnya, dukungan dunia usaha menjadi semakin penting di tengah kebijakan efisiensi belanja pemerintah serta penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap ruang fiskal pemerintah daerah.

Kawasan Talud Disiapkan Menjadi Ruang Publik Terpadu

Plt Bupati berharap pembangunan talud yang dimulai sejak 2022 tersebut dapat segera dituntaskan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim, kata dia, menerima pembangunan kawasan tersebut dalam kondisi siap operasional. Karena itu, kawasan yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai pengaman tebing sungai, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang publik modern yang mendukung aktivitas masyarakat.

Konsep penataan yang direncanakan mencakup lintasan lari (jogging track), area olahraga, ruang terbuka hijau, fasilitas rekreasi keluarga hingga sentra bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dengan konsep tersebut, kawasan tepian Sungai Enim diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus destinasi wisata perkotaan.

Baca juga  PTBA Bangun Kolam Ikan Modern di Keban Agung, Dewi Yustisiana: Contoh Ideal PPM yang Berkelanjutan

PTBA Pastikan Pekerjaan Fisik Segera Dimulai

Direktur Utama PT Bukit Asam Bambang Ismawan menjelaskan pembangunan talud dilaksanakan melalui dua tahap kontrak pekerjaan.

Tahap pertama telah selesai dikerjakan, sedangkan tahap kedua saat ini memasuki proses penunjukan kembali kontraktor setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian desain konstruksi.

Menurutnya, perubahan desain tersebut berdampak terhadap kebutuhan anggaran sehingga membutuhkan proses administrasi lanjutan sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan.

Seluruh persoalan tersebut kini telah diselesaikan sehingga pekerjaan fisik di lapangan akan segera dimulai kembali dalam waktu dekat.

PTBA menargetkan keseluruhan proyek dapat selesai dan siap diresmikan pada akhir tahun 2026.

Sinergi Pemda dan BUMN Perkuat Pembangunan Daerah

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan badan usaha milik negara menjadi salah satu model pembangunan yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR, perusahaan-perusahaan BUMN didorong berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan berbagai kebijakan pembangunan nasional yang menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas infrastruktur publik serta memperkuat ekonomi lokal menuju target Indonesia Emas 2045.

Di daerah penghasil sumber daya alam seperti Muara Enim, kemitraan tersebut memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan pembangunan yang tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Penataan Sungai Berpotensi Mendorong Ekonomi Lokal

Penataan kawasan sungai saat ini menjadi salah satu tren pembangunan perkotaan di berbagai daerah di Indonesia.

Selain meningkatkan kualitas lingkungan, pembangunan waterfront atau kawasan tepian sungai terbukti mampu menciptakan ruang publik baru, memperkuat sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas UMKM hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga  Plt Bupati Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah mengapresiasi simulasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP)

Apabila dikelola secara berkelanjutan, Talud Sungai Enim berpotensi menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Muara Enim maupun wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Keberadaan fasilitas olahraga, ruang terbuka dan pusat aktivitas ekonomi akan memberikan manfaat sosial sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

Infrastruktur Publik Kini Tak Lagi Sekadar Bangunan

Pembangunan Talud Sungai Enim menunjukkan perubahan paradigma pembangunan infrastruktur daerah. Jika sebelumnya fungsi utama talud lebih berorientasi pada pengendalian erosi dan perlindungan kawasan sungai, kini infrastruktur tersebut dirancang memiliki fungsi ekonomi, sosial dan pariwisata secara bersamaan.

Pendekatan multifungsi seperti ini menjadi semakin penting ketika pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran pembangunan. Dengan menghadirkan ruang publik yang produktif, investasi infrastruktur dapat menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang melalui peningkatan aktivitas masyarakat, perdagangan UMKM dan sektor jasa.

Di sisi lain, keterlibatan PT Bukit Asam memperlihatkan bagaimana program TJSL perusahaan dapat menjadi katalis percepatan pembangunan daerah. Dukungan sektor swasta dan BUMN bukan hanya membantu pembiayaan proyek, tetapi juga memperkuat kualitas pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ke depan, tantangan terbesar berada pada aspek pengelolaan kawasan setelah proyek selesai. Keberhasilan Talud Sungai Enim tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan serta memastikan kawasan tersebut aktif dimanfaatkan masyarakat sepanjang tahun (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here