Beranda Nusantara Terungkap! Diplomasi Kopi Asia Afrika Digelorakan, Tetapi Dampaknya ke Petani dan UMKM...

Terungkap! Diplomasi Kopi Asia Afrika Digelorakan, Tetapi Dampaknya ke Petani dan UMKM Belum Sepenuhnya Terlihat

9
0
Delegasi berbagai negara menghadiri Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 di Plaza Balai Kota Bandung yang mengangkat tema diplomasi kopi sebagai simbol persahabatan Asia-Afrika.(Foto: Siti/cimutnews.co.id)

KOTA BANDUNG, cimutnews.co.id — Bandung kembali menghidupkan semangat Konferensi Asia Afrika melalui pendekatan yang berbeda. Bukan lagi lewat ruang diplomasi formal, melainkan melalui secangkir kopi yang dijadikan simbol persahabatan lintas negara.

Namun, di balik kemeriahan Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (10/7/2026), muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Sejauh mana diplomasi budaya tersebut benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi petani kopi, pelaku UMKM, hingga ekonomi lokal?

Pertanyaan itu menjadi penting mengingat kopi Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan dunia, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan mulai dari fluktuasi harga, perubahan iklim, hingga persaingan pasar global.

Pemerintah Kota Bandung melalui tema “Regenerative Coffee Diplomacy: From Origins to Dialogue” berupaya menjadikan kopi sebagai jembatan dialog antara negara-negara Asia dan Afrika. Acara tersebut dihadiri delegasi internasional, duta besar, kepala daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas ekonomi kreatif.

Mewakili Wali Kota Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan kopi memiliki makna yang jauh melampaui sekadar komoditas perdagangan.

Menurutnya, kopi menyimpan sejarah panjang hubungan antarbangsa, perjalanan budaya, hingga menjadi simbol kolaborasi yang terus berkembang.

“Semangat Bandung mengingatkan kita bahwa dialog lebih kuat daripada konflik, kerja sama lebih berharga daripada persaingan, dan keberagaman merupakan sumber kekuatan, bukan perpecahan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia Afrika 1955 masih relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, tekanan ekonomi, transformasi digital hingga dinamika geopolitik.

Karena itu, menurut Iskandar, kolaborasi yang setara antarnegara menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Baca juga  Safari Ramadhan, Walikota Blitar Mempererat Tali Silahturahmi Dan Komunikasi Masyarakat Di Kecamatan Sukorejo

Dalam pandangannya, perjalanan kopi dari Afrika yang kemudian berkembang di Asia hingga dikenal dunia menjadi simbol kuat bagaimana budaya mampu mempererat hubungan internasional.

“Kopi lebih dari sekadar minuman. Kopi menjadi simbol dedikasi para petani, sejarah perdagangan dunia, serta hubungan yang terus terjalin antarkebudayaan dan peradaban,” katanya.

Iskandar juga menilai Bandung memiliki ekosistem kopi yang cukup lengkap. Mulai dari petani, pelaku usaha, roaster, barista, industri kreatif hingga generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam membangun nilai tambah produk lokal.

Ia berharap diplomasi kopi dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional.

Gagasan diplomasi kopi memang menawarkan optimisme.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tantangan industri kopi nasional belum sepenuhnya selesai. Sejumlah pelaku usaha kopi, terutama skala kecil, masih menghadapi persoalan akses pembiayaan, pemasaran, konsistensi kualitas produk, hingga naik-turunnya harga bahan baku.

Di sisi lain, sebagian petani kopi di berbagai daerah Indonesia juga masih menghadapi dampak perubahan cuaca yang memengaruhi produktivitas panen. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri apabila diplomasi kopi ingin benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Berdasarkan temuan di lapangan pada berbagai kegiatan promosi kopi selama ini, agenda diplomasi budaya umumnya mampu meningkatkan eksposur produk lokal. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai indikator keberhasilan jangka panjang maupun target peningkatan kesejahteraan pelaku usaha yang akan dicapai melalui program tersebut.

Ruang Dialog atau Sekadar Simbol?

Asia Africa Festival selama ini dikenal sebagai ruang pertemuan budaya sekaligus diplomasi antardaerah dan antarnegara.

Namun sejumlah pelaku UMKM berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Mereka menginginkan tindak lanjut berupa perluasan akses ekspor, kemudahan promosi internasional, peningkatan kapasitas usaha, hingga kemitraan bisnis yang dapat dirasakan secara langsung oleh pelaku ekonomi lokal.

Baca juga  Budi Cahyanto (Pimpinan Bulog) : Apresiasi Kinerja Polda Sumut

Harapan tersebut menjadi relevan karena kopi Indonesia memiliki potensi besar di pasar global. Apabila diplomasi budaya mampu diterjemahkan menjadi kerja sama ekonomi yang konkret, manfaatnya diyakini dapat dirasakan tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga petani, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga generasi muda.

Wali Kota Bandung Jalani Perawatan

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyampaikan bahwa Wali Kota Bandung Muhammad Farhan belum dapat menghadiri Gala Dinner karena sedang menjalani perawatan kesehatan.

Ia mengajak seluruh delegasi dan masyarakat mendoakan agar Muhammad Farhan segera pulih sehingga dapat kembali menjalankan tugas pelayanan publik.

Masih Menjadi Pekerjaan Bersama

Asia Africa Festival 2026 kembali memperlihatkan bahwa Bandung masih memiliki posisi penting sebagai kota yang mengusung semangat persahabatan dunia melalui jalur budaya.

Namun, diplomasi budaya akan memiliki makna lebih besar apabila mampu diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Hingga kini, belum semua pihak dapat melihat sejauh mana diplomasi kopi tersebut akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani, pelaku UMKM, maupun industri kreatif. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah semangat kolaborasi yang dibangun melalui secangkir kopi akan berkembang menjadi kerja sama ekonomi yang berkelanjutan, atau masih memerlukan langkah-langkah konkret setelah panggung festival usai? (Siti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here