Beranda Nusantara Digitalisasi Melesat, Tapi Ancaman Hoaks Masih Menghantui Ruang Informasi

Digitalisasi Melesat, Tapi Ancaman Hoaks Masih Menghantui Ruang Informasi

5
0
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri puncak peringatan HUT ke-13 Harian Garut News di Gedung Pemuda, Tarogong Kidul, Selasa (30/6/2026). (Foto:Surya/CimutNews).

GARUT, cimutnews.co.id — Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Hampir setiap detik masyarakat disuguhi beragam informasi melalui media sosial maupun platform digital. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman penyebaran hoaks justru masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.

Situasi inilah yang mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Harian Garut News di Gedung Pemuda, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/6/2026). Momentum tersebut bukan sekadar perayaan usia media, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya menjaga kualitas informasi di tengah derasnya gelombang digitalisasi.

Mengusung tema “Garut Digitalisasi”, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, jajaran Pemerintah Kabupaten Garut, insan pers, organisasi kepemudaan, hingga organisasi profesi jurnalis.

Dalam sambutannya, Bupati menilai perkembangan teknologi telah mengubah wajah industri media secara drastis. Kini, siapa pun dapat menyebarkan informasi dalam hitungan detik, sehingga ruang digital memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini masyarakat.

Menurutnya, kekuatan digital harus diimbangi dengan tanggung jawab jurnalistik yang tinggi agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan.

Ia menegaskan bahwa jurnalisme profesional bukan hanya bertugas menyampaikan kabar, tetapi juga menghadirkan informasi yang mampu mencerdaskan publik, membangun optimisme, sekaligus menjadi rujukan yang dapat dipercaya.

Pemerintah Kabupaten Garut juga memberikan apresiasi kepada Harian Garut News yang telah bertahan selama 13 tahun serta dinilai konsisten mendukung penyebaran informasi pembangunan daerah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan tantangan dunia informasi tidak sesederhana menghadirkan berita secara cepat. Di era media sosial, konten tanpa proses verifikasi kerap beredar lebih dahulu dibandingkan informasi yang telah melalui kaidah jurnalistik.

Fenomena tersebut membuat persaingan media tidak lagi hanya soal kecepatan, tetapi juga soal mempertahankan kepercayaan publik. Di sisi lain, masyarakat semakin dihadapkan pada banjir informasi yang sulit dibedakan antara fakta dan opini, bahkan tidak sedikit yang diduga mengandung disinformasi.

Baca juga  Kapolres Blitar Kota Pimpin Sertijab Pejabat Utama Dan Kapolsek Jajaran

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah literasi digital masyarakat berkembang secepat perkembangan teknologi yang terus melaju?

Sejumlah praktisi media mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar mempertahankan eksistensi perusahaan pers, melainkan menjaga independensi dan kualitas pemberitaan ketika algoritma media sosial lebih mengutamakan konten yang menarik perhatian dibandingkan akurasi.

Pimpinan Redaksi Harian Garut News, Igie N. Rukmana, mengatakan pihaknya berkomitmen terus menjaga profesionalisme serta mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap media yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, mampu bertahan selama 13 tahun di tengah persaingan digital merupakan hasil dari upaya menjaga kepercayaan pembaca sekaligus terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi.

Sementara itu, Dewan Redaksi Harian Garut News, Aas Kosasih, mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kebenaran berdasarkan fakta. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama agar media tetap dipercaya masyarakat di tengah maraknya informasi yang beredar tanpa proses verifikasi.

Hingga kini, belum semua masyarakat memiliki kemampuan literasi digital yang memadai untuk memilah informasi. Kondisi tersebut membuat peran media yang bekerja sesuai kode etik jurnalistik masih sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang di tengah derasnya arus informasi digital.

Di tengah optimisme menuju ekosistem informasi yang lebih sehat, pekerjaan rumah tersebut masih belum selesai. Digitalisasi memang membuka peluang besar bagi dunia pers, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks.

Apakah penguatan jurnalisme profesional mampu terus menjaga kepercayaan publik ketika informasi tanpa verifikasi semakin mudah menyebar? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh konsistensi media, dukungan masyarakat, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas ruang informasi.

Informasi dihimpun dari keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Garut serta hasil penelusuran dan pengembangan redaksi CimutNews. (Surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here