Beranda Penukal Abab Lematang Ilir Pertanggungjawaban APBD Dibahas, Namun Dampaknya bagi Masyarakat Masih Menjadi Pertanyaan

Pertanggungjawaban APBD Dibahas, Namun Dampaknya bagi Masyarakat Masih Menjadi Pertanyaan

13
0
Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten PALI, Dr. Drs. H. Muslim, MM, menghadiri Rapat Paripurna ke-7 DPRD Kabupaten PALI yang membahas pemandangan umum fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. (Foto: Edi/CimutNews)

PALI, cimutnews.co.id – Pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2025 resmi memasuki tahapan penting. DPRD Kabupaten PALI menggelar Rapat Paripurna ke-7 pada Senin (13/7/2026) dengan agenda mendengarkan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah.

Forum tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Di dalamnya tersimpan proses evaluasi terhadap penggunaan anggaran publik yang selama satu tahun telah dikelola pemerintah daerah. Pertanyaannya, sejauh mana hasil pembangunan yang dibiayai APBD benar-benar dirasakan masyarakat?

Hal ini menimbulkan pertanyaan yang kerap muncul setiap kali laporan keuangan dibahas, yakni apakah seluruh program yang telah dibiayai anggaran daerah telah berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten PALI itu turut dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah, serta instansi vertikal. Dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten PALI, hadir Kepala Subbagian Tata Usaha, Dr. Drs. H. Muslim, MM, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag PALI berdasarkan mandat resmi.

Kehadiran instansi vertikal dalam forum legislatif tersebut mencerminkan sinergi antar-lembaga dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Meski tidak memiliki kewenangan langsung terhadap pembahasan APBD, partisipasi lintas instansi dinilai penting sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemerintahan yang terbuka.

Dalam rapat tersebut, masing-masing fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Tahapan ini menjadi bagian dari mekanisme pengawasan legislatif sebelum laporan keuangan pemerintah daerah memasuki pembahasan lebih lanjut.

Secara resmi, agenda paripurna merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten PALI yang telah menetapkan jadwal pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD pada 29 Juni 2026.

Baca juga  Patroli Malam Polisi Digencarkan, Warga PALI Masih Soroti Keamanan

Pemerintah daerah berharap proses pembahasan berjalan objektif sehingga dapat menghasilkan evaluasi yang konstruktif terhadap pelaksanaan anggaran selama tahun 2025.

Di balik proses administrasi dan pembahasan anggaran yang berlangsung di ruang sidang, masyarakat umumnya lebih menaruh perhatian pada hasil nyata pembangunan dibanding angka-angka dalam laporan keuangan.

masih terdapat berbagai persoalan pembangunan yang kerap menjadi perhatian publik, mulai dari kualitas infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemerataan pembangunan di sejumlah wilayah Kabupaten PALI. Persoalan tersebut merupakan isu yang selama ini masih menjadi aspirasi masyarakat dalam berbagai forum.

Sejumlah pengamat tata kelola pemerintahan menilai, pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD seharusnya tidak berhenti pada aspek administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi semata. Evaluasi juga perlu melihat sejauh mana belanja daerah mampu menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, sebagian warga berharap hasil pembahasan DPRD tidak sekadar menjadi formalitas tahunan. Mereka menginginkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penggunaan anggaran sehingga program pembangunan berikutnya dapat lebih tepat sasaran.

Sejumlah warga mengaku harapan terbesar mereka adalah meningkatnya kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari. Menurut mereka, keberhasilan sebuah APBD bukan hanya tercermin dari besarnya realisasi anggaran, melainkan juga dari perubahan yang dirasakan masyarakat.

Hingga kini, belum semua indikator keberhasilan pembangunan dapat dinilai hanya melalui laporan keuangan. Dibutuhkan pengawasan berkelanjutan, keterbukaan informasi, serta evaluasi terhadap dampak setiap program agar penggunaan anggaran benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain menjadi kewajiban konstitusional, pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD juga menjadi momentum bagi DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan daerah. Pandangan umum fraksi diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.

Baca juga  Kebocoran Pipa Pertamina PALI Hari Ini: Warga Talang Akar Sempat Cemas, Tim Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Darurat

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci dalam forum tersebut mengenai tindak lanjut atas berbagai masukan fraksi maupun rekomendasi yang akan menjadi prioritas perbaikan pada pelaksanaan anggaran berikutnya.

Ke depan, masyarakat tentu berharap proses evaluasi ini tidak hanya menghasilkan dokumen administratif, tetapi juga melahirkan kebijakan yang lebih efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.

Hingga kini, pembahasan pertanggungjawaban APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2025 masih terus berproses. Apakah evaluasi yang dilakukan mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik secara merata, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pada tahun-tahun mendatang, menjadi pertanyaan yang akan dijawab melalui tahapan pembahasan berikutnya. (Edi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here