
MURATARA, Cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memastikan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Ulu Rawas tetap menjadi prioritas meski pemerintah daerah sedang menghadapi keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Muratara H. Devi Suhartoni saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ulu Rawas, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan yang dipusatkan di Kantor Camat Ulu Rawas itu menjadi forum dialog antara pemerintah daerah dengan kepala desa, kepala sekolah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga. Selain menyampaikan kondisi terkini keuangan daerah, pemerintah juga membuka ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Muratara Andrian Fatursya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kasat Pol PP, unsur TNI, Camat Ulu Rawas beserta jajaran, para kepala desa dan lurah, pengawas sekolah, serta kepala SD dan SMP negeri se-Kecamatan Ulu Rawas.
Bupati mengaku sudah cukup lama tidak berkunjung ke wilayah paling utara Kabupaten Muratara tersebut. Karena itu, kunjungan ini dimanfaatkan untuk menyampaikan secara terbuka kondisi pemerintah daerah sekaligus memastikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditindaklanjuti.
“Saya sudah cukup lama tidak datang ke Ulu Rawas. Hari ini saya ingin bersilaturahmi sekaligus menyampaikan kondisi yang sedang dihadapi Pemerintah Kabupaten Muratara,” kata Devi Suhartoni.
Pembangunan Jalan Tetap Diupayakan Meski Fiskal Terbatas
Dalam dialog tersebut, Devi menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi belanja pemerintah berdampak pada terbatasnya ruang fiskal daerah. Kondisi tersebut membuat sejumlah program pembangunan harus disusun berdasarkan skala prioritas.
Meski demikian, ia memastikan pembangunan akses jalan menuju Ulu Rawas tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena menyangkut mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Pemkab Muratara, kata Devi, telah mengajukan tambahan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.
Salah satu usulan prioritas ialah kebutuhan anggaran sekitar Rp15 miliar yang diarahkan untuk memperbaiki ruas jalan Sungai Baung–Pangkalan hingga Pulau Kidak, yang selama ini menjadi akses vital masyarakat namun mengalami kerusakan di sejumlah titik.
“Kalau nanti anggaran tersebut terealisasi, Insya Allah pekerjaan bisa dimulai sekitar bulan Agustus. Jalan dari Sungai Baung menuju Pangkalan hingga Pulau Kidak harus segera diperbaiki karena kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Infrastruktur Jadi Kunci Pertumbuhan Wilayah Hulu
Bagi wilayah seperti Ulu Rawas yang memiliki karakter geografis cukup menantang, kualitas infrastruktur jalan menjadi faktor utama dalam membuka konektivitas antardesa maupun hubungan dengan pusat pemerintahan kabupaten.
Akses jalan yang baik tidak hanya mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, tetapi juga memudahkan pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penanganan keadaan darurat.
Sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, peningkatan konektivitas wilayah menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah, memperkuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga daerah terpencil.
Karena itu, pembangunan jalan di Ulu Rawas dinilai memiliki nilai strategis yang tidak hanya berdampak pada masyarakat setempat, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Musi Rawas Utara.
Perjuangkan Telekomunikasi dan Listrik
Selain jalan, Bupati juga menegaskan pemerintah daerah terus mendorong pemerataan layanan dasar, terutama akses telekomunikasi dan kelistrikan.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan peningkatan kualitas jaringan komunikasi maupun pasokan listrik agar masyarakat memperoleh layanan publik yang setara dengan wilayah lain.
“Saya tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan jalan menuju Ulu Rawas, memperjuangkan jaringan komunikasi, dan memastikan pelayanan dasar terus meningkat. Mudah-mudahan ada kabar baik dari pemerintah pusat terkait tambahan transfer anggaran,” katanya.
Pemerataan akses digital sendiri menjadi salah satu agenda nasional dalam transformasi digital Indonesia. Kehadiran jaringan telekomunikasi yang memadai akan memperluas akses pendidikan, pelayanan kesehatan, transaksi ekonomi digital, hingga pelayanan pemerintahan berbasis elektronik.
Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Muratara memastikan sektor pendidikan tidak akan diabaikan.
Dalam kesempatan tersebut, Devi meminta seluruh kepala sekolah tetap menjaga mutu pembelajaran, terutama pada penguatan kompetensi dasar siswa.
Ia secara khusus menekankan pentingnya penguasaan Matematika dan Bahasa Indonesia sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Saya berharap jangan sampai anak-anak kita kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang baik, terutama pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah pusat yang terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, dan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Antusiasme Masyarakat dan Harapan Percepatan Pembangunan
Kunjungan kerja tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, perangkat desa, tenaga pendidik, serta tokoh adat yang hadir.
Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan jalan, memperluas jaringan telekomunikasi, meningkatkan pelayanan listrik, sekaligus memperkuat layanan pendidikan agar kualitas hidup masyarakat di wilayah hulu semakin meningkat.
Bagi warga Ulu Rawas, kepastian pembangunan infrastruktur bukan hanya soal kemudahan perjalanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan biaya transportasi, akses pasar, layanan kesehatan, hingga peluang investasi yang selama ini masih terkendala kondisi geografis. (noto)

















