Beranda Musi Rawas Utara Sunatan Massal PT Triaryani Jangkau 129 Anak di Muratara, Perkuat Akses Layanan...

Sunatan Massal PT Triaryani Jangkau 129 Anak di Muratara, Perkuat Akses Layanan Kesehatan dan Komitmen CSR Berkelanjutan

7
0
Peserta sunatan massal menerima bingkisan berupa perlengkapan ibadah dan pakaian muslim dari PT Triaryani sebagai bagian dari program CSR perusahaan dalam rangka HUT ke-13 Kabupaten Musi Rawas Utara. (Foto: Noto/CimutNews)

MURATARA, CimutNews.co.id – Komitmen dunia usaha dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan PT Triaryani melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, tersebut menggelar kegiatan sunatan massal gratis bagi 129 anak yang berasal dari Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Nibung.

Program sosial yang telah menjadi agenda tahunan perusahaan itu dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Musi Rawas Utara. Selain memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

Supervisor CSR PT Triaryani, Pulung, mewakili Head External PT Triaryani Ibrahim, mengatakan pelaksanaan sunatan massal dibagi dalam dua titik layanan agar masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan.

Di Kecamatan Rawas Ilir, kegiatan berlangsung pada 2 Juli 2026 dengan melibatkan 79 peserta. Sementara di Kecamatan Nibung, kegiatan digelar pada 6 Juli 2026 dan diikuti 50 peserta.

“Kegiatan sunatan massal ini merupakan bagian dari program CSR PT Triaryani yang rutin kami laksanakan setiap tahun. Pada pelaksanaan kali ini kami bekerja sama dengan Puskesmas Bingin Teluk dan Puskesmas Nibung agar pelayanan kesehatan kepada peserta dapat berjalan dengan baik,” ujar Pulung.

Kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah tersebut dilakukan untuk memastikan proses tindakan medis berlangsung sesuai standar pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan awal, tindakan medis hingga edukasi pasca-sunat kepada orang tua.

CSR Tidak Sekadar Bantuan, tetapi Investasi Sosial

Menurut Pulung, program sunatan massal bukan hanya bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional tambang, melainkan juga bagian dari investasi sosial jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga  Disperindagkop Muratara Gandeng Indomaret, Buka Peluang UMKM Lokal Tembus Pasar Ritel Modern

Selain memperoleh layanan sunatan tanpa biaya, seluruh peserta menerima paket perlengkapan berupa baju muslim, kopiah, sajadah, sarung, dan mug sebagai bentuk apresiasi perusahaan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Triaryani,” katanya.

Program serupa, lanjut Pulung, akan terus menjadi bagian dari agenda CSR perusahaan seiring komitmen PT Triaryani dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Warga Merasakan Manfaat Langsung

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama pelaksanaan kegiatan.

Salah seorang warga, Chandra, mengaku program tersebut sangat membantu keluarganya karena biaya sunatan kerap menjadi beban tersendiri bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada PT Triaryani yang sudah menyelenggarakan sunatan massal ini sehingga anak kami di wilayah BM 2 dan sekitarnya bisa disunat secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Bahkan kami juga diberikan bingkisan. Ini sangat membantu kami masyarakat,” ujarnya.

Bagi banyak keluarga, kegiatan tersebut bukan sekadar pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga membantu memenuhi salah satu kebutuhan penting dalam tradisi sosial dan keagamaan masyarakat.

Dukungan terhadap Program Peningkatan Derajat Kesehatan

Program sunatan massal memiliki kaitan erat dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan anak. Dalam berbagai pedoman Kementerian Kesehatan, tindakan sirkumsisi dilakukan berdasarkan indikasi medis maupun pertimbangan kesehatan reproduksi, termasuk membantu menjaga kebersihan organ reproduksi laki-laki dan menurunkan risiko sejumlah infeksi tertentu apabila dilakukan sesuai standar medis.

Pelibatan tenaga kesehatan dari dua puskesmas juga mencerminkan sinergi antara sektor swasta dan fasilitas kesehatan pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang berada di sekitar kawasan industri.

Baca juga  Lantik 27 Pejabat, Ini Pesan Bupati Muratara

Kolaborasi semacam ini sejalan dengan arah pembangunan kesehatan nasional yang menekankan pentingnya kemitraan multipihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program CSR di bidang kesehatan yang dijalankan PT Triaryani juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).

Di sisi lain, keterlibatan perusahaan dalam pembangunan sosial mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha guna menciptakan pembangunan yang inklusif.

Bagi daerah penghasil sumber daya alam seperti Muratara, implementasi CSR yang berkelanjutan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekaligus memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

CSR Kesehatan Meningkatkan Kepercayaan Publik

Program sunatan massal merupakan salah satu bentuk CSR yang memiliki dampak langsung dan mudah dirasakan masyarakat. Berbeda dengan bantuan yang bersifat konsumtif, layanan kesehatan memberikan manfaat jangka panjang karena berkaitan dengan kualitas hidup penerima manfaat.

Pelaksanaan secara rutin setiap tahun juga menunjukkan adanya kesinambungan program. Dalam praktik CSR modern, konsistensi menjadi salah satu indikator penting karena mencerminkan keberlanjutan komitmen perusahaan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Dari perspektif pembangunan daerah, sinergi antara perusahaan tambang dengan pemerintah melalui puskesmas dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan tanpa membebani anggaran pemerintah daerah secara langsung. Model kolaborasi seperti ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta dapat berkontribusi pada pembangunan sosial di wilayah operasionalnya.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, implementasi CSR yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi berpotensi memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan dan lingkungan sekitar. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here