Beranda Nusantara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Kembali Bertugas Usai Pulih, Fokus Kawal Program...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Kembali Bertugas Usai Pulih, Fokus Kawal Program Prioritas dan Pelayanan Publik

12
0
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali menjalankan aktivitas pemerintahan dengan meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setelah dinyatakan pulih dari gangguan kesehatan. (Foto: Siti/CimutNews.co.id)

KOTA BANDUNG, CimutNews.co.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali menjalankan tugas pemerintahan setelah dinyatakan pulih dari gangguan kesehatan. Kepastian tersebut disampaikan Farhan usai menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang menunjukkan tidak ditemukan gangguan kesehatan serius, sehingga ia siap melanjutkan berbagai agenda strategis Pemerintah Kota Bandung yang telah memasuki tahap implementasi.

Kembalinya Farhan ke aktivitas pemerintahan menjadi momentum penting mengingat sejumlah program prioritas Kota Bandung tengah berjalan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, sektor pendidikan, penataan kawasan perkotaan, hingga percepatan pembangunan yang menjadi bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung.

Farhan mengungkapkan, kondisi kesehatannya sempat menurun akibat penyakit mag yang kambuh setelah menerima kabar wafatnya tokoh yang juga merupakan mentor profesionalnya, Rahmat Gobel.

“Saya merasa sangat kehilangan Pak Rahmat Gobel. Beliau sudah menjadi tutor saya sejak saya lulus kuliah tahun 1996. Saya dekat dengan beliau dan keluarganya. Saya juga bekerja untuk beliau cukup lama sampai tahun 2018. Kami juga sama-sama masuk partai dan menjadi anggota DPR,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, tekanan emosional akibat kehilangan sosok yang dianggap sebagai guru dan pembimbing turut memengaruhi kondisi fisiknya hingga harus mendapatkan perawatan medis.

“Wafatnya beliau secara tiba-tiba benar-benar menjadi pukulan yang sangat besar buat saya. Pulang dari Jakarta hari Jumat itu saya terus kepikiran sampai akhirnya mag kambuh dan kondisi kesehatan menurun,” katanya.

Farhan bersyukur mendapatkan penanganan medis secara cepat sehingga proses pemulihannya berjalan baik.

“Alhamdulillah saya langsung dibawa ke rumah sakit. Mungkin Allah memang sedang meminta saya untuk beristirahat selama beberapa hari,” tuturnya.

Pemeriksaan Menyeluruh, Dokter Minta Farhan Menurunkan Berat Badan

Baca juga  Polres Blitar Tingkatkan Pelayanan Prima Melalui Mal Pelayanan Publik

Farhan mengatakan tim dokter telah melakukan pemeriksaan kesehatan secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan kepala, jantung, hingga organ pencernaan. Hasilnya tidak ditemukan penyakit serius yang menghambat aktivitasnya sebagai kepala daerah.

“Sampai hari ini saya masih didampingi dokter. Hasil pemeriksaan mulai dari kepala, scan jantung, pemeriksaan perut dan lain-lain, gangguannya hanya satu, yaitu kegemukan,” ujarnya.

Dokter menyarankan Farhan menurunkan berat badan agar kadar gula darah tetap terkontrol sekaligus menjaga kesehatan pembuluh darah.

“Dokter berpesan supaya berat badan diturunkan sehingga gula darah bisa lebih terkontrol dan kondisi pembuluh darah tetap sehat,” katanya.

Anjuran tersebut sejalan dengan berbagai kampanye kesehatan pemerintah yang mendorong pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM). Kementerian Kesehatan selama beberapa tahun terakhir menempatkan obesitas, hipertensi, diabetes melitus, serta penyakit kardiovaskular sebagai tantangan utama kesehatan masyarakat Indonesia karena berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian.

Langsung Tinjau MPLS dan Pastikan Pelayanan Publik Berjalan

Setelah dinyatakan pulih, Farhan langsung kembali menjalankan agenda pemerintahan. Pada Senin (13/7/2026), ia meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah serta menyapa para siswa.

“Saya sudah pulih kembali. Hari Senin pagi saya sudah berkeliling meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan memberikan semangat kepada anak-anak sekolah,” ujarnya.

Menurut Farhan, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti meskipun kepala daerah sempat menjalani masa pemulihan. Karena itu, koordinasi dengan seluruh perangkat daerah terus dilakukan agar program pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Meski telah kembali bekerja, aktivitasnya masih berada dalam pengawasan dokter. Tekanan darah diperiksa secara berkala setelah rapat dan jam kerja dibatasi hingga pukul 17.00 WIB sebagai bagian dari proses pemulihan.

Baca juga  Fakta di Balik Profesi MC, Karakter Kini Dinilai Lebih Penting dari Penampilan

“Kemarin saya rapat di Pendopo, tetapi setiap selesai rapat tekanan darah saya dicek oleh dokter. Jam kerja juga dibatasi, maksimal sampai pukul 17.00 WIB. Setelah itu saya diminta beristirahat,” ungkapnya.

Selain itu, Farhan juga mulai kembali berolahraga sesuai rekomendasi tenaga medis.

“Tadi pagi saya sudah diizinkan kembali fitness untuk olahraga. Alhamdulillah tidak ada keluhan,” katanya.

Program Prioritas Kota Bandung Memasuki Tahap Pelaksanaan

Farhan menegaskan, berbagai program prioritas Pemerintah Kota Bandung kini memasuki fase pelaksanaan sehingga membutuhkan pengawalan secara langsung agar target pembangunan dapat tercapai.

“Tantangan dan program-program Kota Bandung harus terus berjalan. Banyak pekerjaan yang sudah kami siapkan sejak awal tahun dan sekarang memasuki tahap pelaksanaan,” ujarnya.

Keberlanjutan roda pemerintahan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur perkotaan, penanganan lingkungan, hingga pelayanan administrasi kepada masyarakat.

Dalam konteks pembangunan nasional, percepatan program pemerintah daerah juga mendukung agenda RPJMN 2025–2029 yang menekankan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik yang efektif, transformasi birokrasi, serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah memiliki peran strategis sebagai pelaksana berbagai program nasional yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Kepemimpinan Daerah Bergantung pada Stabilitas Tata Kelola, Bukan Figur Semata

Kembalinya Wali Kota Bandung bekerja menunjukkan pentingnya sistem pemerintahan yang tetap berjalan meskipun kepala daerah mengalami kendala kesehatan. Dalam tata kelola pemerintahan modern, kesinambungan pelayanan publik bergantung pada koordinasi antarlembaga, kesiapan perangkat daerah, serta mekanisme birokrasi yang telah dibangun.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kesehatan pemimpin daerah memiliki kaitan erat dengan efektivitas pengambilan keputusan. Padatnya agenda pemerintahan, tekanan pekerjaan, dan aktivitas politik menuntut keseimbangan antara produktivitas dan pengelolaan kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Baca juga  TMMD ke-126 Aceh Tengah: TNI Bersama Forkopimcam Bintang Tanam Pohon, Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Di sisi lain, meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi pejabat publik dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat. Pemerintah melalui berbagai program promotif dan preventif terus mendorong deteksi dini penyakit tidak menular sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.

Ke depan, keberhasilan pembangunan Kota Bandung tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan wali kota, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan program, kolaborasi dengan DPRD, dunia usaha, akademisi, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. (Siti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here