Beranda Nusantara Wabup Banyuasin Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Dorong Perajin Lokal Tembus...

Wabup Banyuasin Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Dorong Perajin Lokal Tembus Pasar Nasional dan Global

32
0
Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, SP menghadiri pembukaan HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan perajin dan UMKM daerah menuju pasar nasional dan global. (Foto: Timred/CimutNews).

MAKASSAR, CimutNews.co.id – Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, SP menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026). Kehadiran Pemerintah Kabupaten Banyuasin pada forum nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin lokal.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming mengangkat tema “Cinta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Dekranas dalam mendorong transformasi sektor kerajinan Indonesia agar mampu berkembang secara berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan pasar, dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Peringatan HUT Dekranas tahun ini dihadiri jajaran pengurus Dekranas pusat, Ketua Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas ekonomi kreatif, hingga mitra industri yang bergerak di sektor kriya dan wastra Nusantara.

Didampingi Kepala Bappeda Banyuasin Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes., FISQua serta Direktur RSUD Banyuasin Dr. Ari Fauta, Wakil Bupati Netta Indian mengunjungi stan Dekranasda Sumatera Selatan dan sejumlah stan dari berbagai provinsi untuk melihat perkembangan produk kerajinan daerah yang dipamerkan.

Dalam kesempatan tersebut, Netta memberikan motivasi kepada para perajin Banyuasin agar terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat inovasi desain, serta menjaga identitas budaya lokal sebagai nilai tambah dalam menghadapi persaingan pasar.

“Perajin Banyuasin harus terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan daya saing produk sehingga kerajinan khas Banyuasin semakin dikenal luas serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan Banyuasin pada ajang nasional seperti HUT Dekranas tidak hanya menjadi sarana promosi produk daerah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis, memperluas jaringan pemasaran, hingga memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Banyuasin kepada investor dan pembeli dari berbagai daerah.

Baca juga  Paripurna DPRD Blitar: LKPJ 2025 Soroti Capaian dan Tantangan Pembangunan

HUT Dekranas Jadi Ajang Penguatan Ekonomi Kreatif Nasional

Puncak HUT ke-46 Dekranas di Makassar diikuti ribuan peserta dari 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selain seremoni peringatan, kegiatan juga diramaikan dengan pameran produk kriya, wastra Nusantara, workshop peningkatan kapasitas UMKM, business matching, hingga talkshow mengenai pengembangan industri kreatif berbasis budaya.

Forum tersebut menjadi salah satu wadah strategis bagi daerah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus mempelajari tren pasar, inovasi desain, digitalisasi pemasaran, serta strategi peningkatan kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Dukungan terhadap UMKM Selaras Kebijakan Nasional

Pengembangan industri kerajinan merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, digitalisasi, akses pembiayaan, sertifikasi produk, hingga perluasan pasar ekspor.

Dalam dokumen RPJMN 2025–2029, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Kebijakan tersebut juga mendukung visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional sekaligus pencipta lapangan kerja.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang sekitar lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional. Sementara itu, sektor ekonomi kreatif, termasuk subsektor kriya, terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan budaya.

Banyuasin Perkuat Promosi Produk Unggulan Daerah

Bagi Kabupaten Banyuasin, partisipasi dalam HUT Dekranas menjadi kesempatan untuk memperkenalkan beragam produk kerajinan yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi. Selain memperluas akses promosi, keikutsertaan tersebut juga membuka peluang kerja sama antardaerah dalam pengembangan desain, peningkatan kualitas produksi, hingga pemasaran digital.

Baca juga  Zakat Jabar Tembus Rp1,173 Triliun di Idul Fitri 2026, Kesadaran Masyarakat Meningkat

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mendorong diversifikasi ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM dan industri kreatif, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai penopang utama perekonomian.

Ajang Nasional Semakin Penting bagi Perajin Daerah

Keikutsertaan daerah dalam pameran berskala nasional memiliki nilai strategis karena menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, pemerintah, pembeli, hingga investor dalam satu ekosistem bisnis. Bagi perajin, kesempatan tersebut dapat meningkatkan eksposur produk sekaligus membuka peluang kontrak dagang baru.

Di sisi lain, persaingan produk kerajinan saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kualitas hasil produksi, tetapi juga dipengaruhi oleh inovasi desain, kemampuan branding, kemasan, sertifikasi, dan pemanfaatan platform digital. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bersaing dengan produk dari daerah lain maupun pasar internasional.

Banyuasin sendiri memiliki peluang mengembangkan produk kriya berbasis kekayaan sumber daya lokal dan budaya masyarakat. Apabila didukung dengan peningkatan kapasitas SDM, akses pembiayaan, serta pemasaran digital yang lebih luas, sektor kerajinan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam jangka panjang, penguatan industri kerajinan juga berpotensi mendukung pengembangan pariwisata daerah. Produk kriya yang memiliki identitas budaya dapat menjadi suvenir unggulan sekaligus memperkuat citra Banyuasin sebagai daerah yang tidak hanya memiliki potensi pertanian, tetapi juga ekonomi kreatif yang terus berkembang. (timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here