Beranda Palembang Kelurahan Lima Ilir Wakili Palembang pada Lomba Perpustakaan Sumsel, Penguatan Literasi Jadi...

Kelurahan Lima Ilir Wakili Palembang pada Lomba Perpustakaan Sumsel, Penguatan Literasi Jadi Investasi SDM Masa Depan

17
0
Bunda Literasi Kota Palembang Dewi Sastrani bersama tim penilai meninjau fasilitas Perpustakaan Kelurahan Lima Ilir saat Penilaian Lomba Perpustakaan dan Ruang Baca Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. (Foto: Poerba/CimutNews)

PALEMBANG, CimutNews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan budaya literasi. Salah satu langkah konkret ditunjukkan dengan keikutsertaan Kelurahan Lima Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, dalam Penilaian Lomba Perpustakaan dan Ruang Baca Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi antardaerah, melainkan bagian dari evaluasi terhadap kualitas pengelolaan perpustakaan berbasis masyarakat. Penilaian juga diarahkan untuk mengukur sejauh mana perpustakaan mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, peningkatan kompetensi warga, hingga ruang pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan dihadiri Bunda Literasi Kota Palembang sekaligus Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani, jajaran Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, tim penilai independen, Pemerintah Kecamatan Ilir Timur II, Pemerintah Kelurahan Lima Ilir, pegiat literasi, kader PKK, serta tokoh masyarakat.

Perpustakaan Kini Tak Lagi Sekadar Tempat Menyimpan Buku

Dalam sambutannya, Dewi Sastrani menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang berkualitas.

Menurutnya, kemampuan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan persoalan, serta memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengembangkan pengetahuan, serta menggunakannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, budaya membaca harus terus ditanamkan sejak usia dini hingga menjadi kebiasaan dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perpustakaan kelurahan saat ini telah mengalami transformasi fungsi. Selain menjadi pusat koleksi bacaan, perpustakaan juga berkembang sebagai ruang edukasi, pusat informasi publik, tempat pelatihan keterampilan, ruang kreativitas masyarakat, hingga wadah pemberdayaan ekonomi berbasis pengetahuan.

Baca juga  Pemprov Sumsel Gelar Operasi Pasar Murah di Palembang, Bawang Merah Dijual 30 Persen Lebih Murah

Karena itu, menurut Dewi, pengelolaan perpustakaan harus terus beradaptasi melalui inovasi layanan, digitalisasi informasi, penyediaan koleksi yang sesuai kebutuhan masyarakat, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan literasi yang menarik bagi seluruh kelompok usia.

Apresiasi Kolaborasi Masyarakat

Dewi turut mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang terhadap perpustakaan-perpustakaan kelurahan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Ilir Timur II, Pemerintah Kelurahan Lima Ilir, pengelola perpustakaan, Bunda Literasi Kecamatan, kader PKK, relawan literasi, hingga masyarakat yang secara aktif mendukung pengembangan budaya membaca.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Kelurahan Lima Ilir untuk mewakili Kota Palembang merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi.

Ia berharap penilaian tersebut menjadi sarana evaluasi berkelanjutan sehingga kualitas layanan perpustakaan terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.

Sumsel Dorong Inovasi Literasi Berbasis Masyarakat

Mewakili Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Bidang Pengembangan Amir Sutisna, S.E., mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam mengembangkan budaya literasi melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat.

Ia menilai Palembang menunjukkan keseriusan membangun ekosistem literasi melalui berbagai inovasi, salah satunya program BERIAS (Bercerita dengan Keras) yang ditujukan untuk meningkatkan minat baca anak sejak usia dini.

Menurut Amir, lomba perpustakaan tingkat provinsi menjadi ruang berbagi praktik baik antarwilayah sehingga inovasi pengelolaan perpustakaan dapat direplikasi oleh daerah lain.

Dinas Perpustakaan Dorong Perpustakaan Menjadi Ruang Belajar Terbuka

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang Agus Supriyanto, ATD., M.M., berharap perpustakaan kelurahan terus berkembang sebagai ruang belajar yang inklusif.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sekaligus membentuk warga yang cerdas, berkarakter, berpengetahuan luas, dan memiliki daya saing menghadapi perkembangan teknologi maupun perubahan sosial.

Baca juga  Curi Motor dengan Modus Ambil Kunci Kontak, ZK Ditangkap Polsek Kertapati, Rekannya Masih DPO

Literasi Menjadi Agenda Strategis Nasional

Penguatan budaya literasi sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai prioritas utama.

Pemerintah melalui Perpustakaan Nasional RI juga terus mengembangkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program tersebut mendorong perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, literasi digital, kewirausahaan, hingga pengembangan ekonomi lokal.

Di sisi lain, penguatan literasi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar sepanjang hayat.

Data Nasional Tunjukkan Budaya Literasi Terus Ditingkatkan

Berbagai survei menunjukkan tingkat literasi masyarakat Indonesia terus mengalami perkembangan, meskipun masih memerlukan penguatan secara merata.

Perpustakaan Nasional mencatat ribuan perpustakaan desa dan kelurahan di berbagai daerah telah mengikuti program transformasi berbasis inklusi sosial. Program tersebut bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas masyarakat, bukan hanya tempat membaca buku.

Sementara itu, pemerintah daerah di berbagai provinsi juga mulai mengembangkan perpustakaan digital, ruang baca komunitas, layanan perpustakaan keliling, hingga pelatihan literasi digital sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi yang berkualitas.

Perpustakaan Berbasis Masyarakat Menjadi Pilar Penguatan SDM

Keikutsertaan Kelurahan Lima Ilir dalam lomba tingkat provinsi menunjukkan bahwa pengembangan perpustakaan kini tidak lagi dipandang sebagai urusan sektor pendidikan semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah.

Perpustakaan berbasis masyarakat berpotensi memperkecil kesenjangan akses informasi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki akses memadai terhadap sumber belajar digital.

Dalam jangka pendek, peningkatan kualitas perpustakaan dapat memperkuat budaya membaca dan memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang kredibel. Sementara dalam jangka panjang, investasi di sektor literasi akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM, produktivitas tenaga kerja, hingga daya saing daerah.

Baca juga  KORMI Sumsel Gelar Musprov 2025: Samantha Tivani Ajak Masyarakat Hidup Aktif dan Bahagia Lewat Olahraga Rekreasi

Tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana mempertahankan minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, inovasi layanan, pemanfaatan teknologi informasi, penyelenggaraan kegiatan komunitas, serta kolaborasi dengan sekolah dan organisasi masyarakat menjadi faktor penting agar perpustakaan tetap relevan.

Selain itu, keberhasilan pengembangan perpustakaan tidak hanya diukur dari jumlah koleksi buku, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, edukasi, literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pengetahuan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here