Beranda Nasional Wapres Gibran Tinjau Tahap Akhir Jembatan Musi V, Tol Palembang–Betung Ditargetkan Beroperasi...

Wapres Gibran Tinjau Tahap Akhir Jembatan Musi V, Tol Palembang–Betung Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

18
0
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau progres akhir pembangunan Jembatan Musi V di ruas Tol Palembang–Betung, Kamis (16/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek strategis nasional sebelum memasuki tahap operasional. (Foto: Humas Setwapres/Hutama Karya/CimutNews).

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau progres akhir pembangunan Jembatan Musi V yang menjadi bagian utama Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapalbetung), Kamis (16/7/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, serta jajaran PT Hutama Karya selaku pelaksana pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Fokus peninjauan diarahkan pada kesiapan fisik Jembatan Musi V yang kini telah memasuki tahap akhir sebelum dilakukan pengujian beban (load test) sebagai syarat operasional.

Jembatan Musi V memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer, termasuk jalan pendekat, dengan bentang utama mencapai sekitar 380 meter yang melintasi Sungai Musi. Struktur tersebut menjadi salah satu konstruksi terpenting pada ruas Tol Palembang–Betung sekaligus digadang-gadang sebagai jembatan tol terpanjang di Indonesia.

Tahap Akhir Sebelum Beroperasi

Executive Vice President Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, mengatakan kunjungan Wakil Presiden menunjukkan perhatian pemerintah terhadap percepatan pembangunan infrastruktur nasional yang dinilai berjalan sesuai target.

Menurut Dwi, perkembangan proyek menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan saat kunjungan Wapres pada September tahun lalu.

“Terakhir beliau meninjau proyek ini pada September tahun lalu. Menurut Pak Wapres, progresnya sangat baik. Dalam waktu kurang dari satu tahun, percepatan konstruksi berjalan sangat pesat hingga bentang utama jembatan berhasil diselesaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan progres pembangunan Tol Palembang–Betung secara keseluruhan telah melampaui 90 persen. Penyelesaian Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan rampung pada akhir 2026 sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran arus mudik serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga  PJS Gelar UKW Gandeng UPN Veteran Yogyakarta, Dorong Profesionalisme Wartawan Siber

Bagian Penting Jalan Tol Trans Sumatera

Tol Palembang–Betung memiliki panjang sekitar 69 kilometer dan merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera yang dibangun pemerintah melalui PT Hutama Karya. Keberadaan ruas ini akan menghubungkan Kota Palembang dengan Kabupaten Banyuasin hingga wilayah utara Sumatera Selatan yang selama ini masih mengandalkan jalan nasional.

Berdasarkan perencanaan proyek, waktu tempuh Palembang–Betung yang sebelumnya dapat mencapai sekitar tiga jam diproyeksikan berkurang menjadi sekitar satu jam setelah tol beroperasi penuh. Efisiensi perjalanan tersebut diperkirakan akan menurunkan biaya logistik sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat dan dunia usaha.

Pemerintah menempatkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera sebagai salah satu proyek prioritas nasional untuk memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera. Pembangunan jaringan tol juga sejalan dengan arah kebijakan RPJMN dan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan infrastruktur sebagai fondasi peningkatan produktivitas nasional.

Dorong Efisiensi Logistik Sumatera Selatan

Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa menilai penyelesaian Jembatan Musi V akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat maupun dunia usaha.

“Kehadiran Jembatan Musi V dan Tol Palembang–Betung merupakan berkah besar bagi masyarakat Palembang. Pemangkasan waktu tempuh hingga sekitar 60 persen akan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi distribusi logistik. Pergerakan bahan pangan, hasil pertanian, maupun komoditas lainnya akan semakin cepat sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” katanya.

Menurut Ratu Dewa, Pemerintah Kota Palembang siap mendukung percepatan operasional jalan tol melalui penyelarasan infrastruktur kota, pengembangan akses menuju gerbang tol, hingga penyiapan kawasan penunjang ekonomi di sekitar koridor jalan bebas hambatan tersebut.

Ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan PT Hutama Karya menjadi faktor penting agar manfaat proyek strategis nasional dapat segera dirasakan masyarakat.

Baca juga  Green Jobs Class Digelar di Bandung, Kemnaker Dorong Solusi Sampah Sekaligus Peluang Kerja Ramah Lingkungan

Infrastruktur Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. Peningkatan kualitas infrastruktur transportasi berkontribusi terhadap penurunan biaya distribusi, peningkatan efisiensi rantai pasok, serta mendorong investasi di berbagai wilayah.

Di Sumatera Selatan, keberadaan Tol Palembang–Betung diperkirakan akan memperkuat konektivitas menuju kawasan industri, pelabuhan, sentra pertanian, perkebunan, serta pusat distribusi logistik. Hal tersebut menjadi penting mengingat provinsi ini merupakan salah satu penghasil utama komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan karet, serta memiliki aktivitas perdagangan antardaerah yang terus berkembang.

Selain mempercepat mobilitas barang, proyek ini juga diproyeksikan membuka peluang tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sekitar simpang susun, kawasan pergudangan, hingga pusat layanan transportasi yang akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Dampak Strategis bagi Konektivitas Sumatera

Penyelesaian Jembatan Musi V bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi menjadi mata rantai penting dalam menyempurnakan koridor Jalan Tol Trans Sumatera. Selama ini sejumlah ruas tol telah beroperasi, namun efektivitas jaringan sangat bergantung pada keterhubungan antarsegmen sehingga perjalanan logistik dapat berlangsung tanpa hambatan.

Bagi pelaku usaha, pengurangan waktu tempuh diperkirakan akan menekan biaya operasional kendaraan, konsumsi bahan bakar, serta mempercepat distribusi barang. Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing produk daerah karena waktu pengiriman menjadi lebih singkat dan biaya logistik lebih terkendali.

Dalam jangka panjang, infrastruktur transportasi modern juga berpotensi menarik investasi baru pada sektor industri, pergudangan, manufaktur, dan perdagangan. Kawasan yang sebelumnya kurang berkembang berpeluang tumbuh menjadi pusat ekonomi baru apabila didukung akses jalan yang memadai.

Namun demikian, optimalisasi manfaat jalan tol tetap membutuhkan dukungan infrastruktur pendukung seperti jalan penghubung menuju kawasan industri, pengembangan transportasi logistik, penataan ruang wilayah, serta pengembangan kawasan ekonomi di sekitar gerbang tol agar multiplier effect benar-benar dirasakan masyarakat. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here