Beranda Palembang Menjadi Duta Budaya Tak Cukup Berseragam, Ratu Dewa Soroti Tantangan Generasi Muda

Menjadi Duta Budaya Tak Cukup Berseragam, Ratu Dewa Soroti Tantangan Generasi Muda

9
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima audiensi Cek Bagus Cek Ayu Duta Budaya Kota Palembang Tahun 2026 di rumah dinas, Rabu (22/7/2026). (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Menjadi Duta Budaya Kota Palembang ternyata tidak hanya soal penampilan, selempang, maupun gelar juara. Di balik kebanggaan itu, tersimpan tanggung jawab besar yang dinilai belum tentu mampu dijalankan seluruh generasi muda.

Pesan tersebut mengemuka saat Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima audiensi para pemenang Cek Bagus Cek Ayu Duta Budaya Kota Palembang Tahun 2026 di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (22/7/2026).

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah para duta budaya nantinya benar-benar mampu menjadi penyambung sejarah dan identitas Palembang di tengah derasnya arus digital, atau justru hanya dikenal sebagai ikon seremonial semata?

Sebanyak 15 pasang finalis mengikuti proses pemilihan Cek Bagus Cek Ayu Tahun 2026. Dari proses tersebut lahir generasi muda yang dipercaya mengemban peran sebagai representasi Kota Palembang dalam memperkenalkan sejarah, kebudayaan, hingga potensi pariwisata kepada masyarakat luas.

Dalam arahannya, Ratu Dewa mengingatkan bahwa keberhasilan menjadi duta budaya harus diiringi karakter yang baik, akhlak mulia, etika, serta wawasan yang memadai mengenai sejarah Kota Palembang.

Menurutnya, seorang Duta Budaya tidak cukup hanya mengenakan atribut kebanggaan, tetapi juga harus mampu menjelaskan identitas Kota Palembang kepada siapa saja.

“Menjadi Duta Budaya bukan hanya soal mengenakan selempang atau atribut, tetapi juga mampu menjadi teladan serta memiliki pengetahuan yang baik tentang sejarah dan budaya Palembang,” tegas Ratu Dewa.

Ia juga menegaskan bahwa Kota Palembang memiliki nilai historis sebagai salah satu kota tertua di Indonesia yang menyimpan kekayaan budaya, tradisi, hingga peninggalan sejarah yang layak dikenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan.

Selain itu, Wali Kota meminta para Cek Bagus dan Cek Ayu meningkatkan kemampuan literasi digital agar mampu mempromosikan budaya Palembang secara kreatif melalui berbagai platform teknologi tanpa meninggalkan pendidikan sebagai fondasi utama.

Baca juga  Kapolda Sumsel Ikuti Evaluasi Kamtibmas Nasional, Perkuat Pengamanan Arus Balik Lebaran 2026

“Teruslah belajar, tingkatkan kapasitas diri, kuasai teknologi, tetapi jangan pernah meninggalkan pendidikan,” ujarnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan pelestarian budaya di kalangan generasi muda masih cukup besar.

Perkembangan media sosial dan tren digital membuat berbagai budaya populer dari luar lebih cepat dikenal dibandingkan sejarah daerah sendiri. Tidak sedikit anak muda yang lebih akrab dengan tren global daripada memahami kisah Kerajaan Sriwijaya, rumah limas, kain songket, maupun filosofi budaya Palembang.

Berdasarkan temuan di lapangan, berbagai kegiatan budaya umumnya ramai ketika digelar dalam momentum tertentu, namun aktivitas edukasi budaya secara berkelanjutan masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat bersama oleh pemerintah, sekolah, komunitas, hingga keluarga.

Di sisi lain, promosi destinasi wisata budaya Palembang juga masih menghadapi tantangan dalam menjangkau generasi digital yang lebih menyukai konten visual singkat dibandingkan pembelajaran sejarah secara konvensional.

Peran Duta Budaya Dinilai Semakin Strategis

Sejumlah pegiat budaya menilai keberadaan Duta Budaya dapat menjadi jembatan antara warisan sejarah dengan kebiasaan baru generasi muda.

Melalui pendekatan media sosial, video kreatif, podcast, hingga kampanye digital, para duta budaya memiliki peluang memperkenalkan kekayaan budaya Palembang dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

Namun demikian, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada figur Cek Bagus dan Cek Ayu.

Hingga kini, belum semua program pembinaan pascapemilihan diketahui secara rinci oleh publik, termasuk pola pendampingan, evaluasi, maupun target konkret yang akan dicapai selama masa pengabdian para Duta Budaya Tahun 2026.

Perlu Dukungan Berkelanjutan

Pengamat pendidikan dan budaya selama ini kerap menilai bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak dapat dilakukan melalui kompetisi semata.

Diperlukan ruang belajar yang konsisten, kolaborasi lintas sektor, serta kesempatan bagi para duta budaya untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi masyarakat, promosi destinasi wisata, hingga pelestarian warisan budaya lokal.

Baca juga  Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru di Abab, Potensi Awal 505 BOPD

Jika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, keberadaan Duta Budaya berpotensi menjadi investasi jangka panjang bagi Kota Palembang dalam menjaga identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata.

Namun apabila peran tersebut hanya berhenti pada seremoni dan kegiatan formal, tujuan besar melahirkan generasi pelestari budaya dikhawatirkan belum sepenuhnya tercapai.

Hingga kini, harapan agar Cek Bagus Cek Ayu menjadi wajah budaya Palembang terus disuarakan. Namun pertanyaan yang masih mengemuka adalah, mampukah para Duta Budaya benar-benar membawa sejarah dan budaya Palembang lebih dekat kepada masyarakat, atau tantangan pelestarian budaya akan tetap menjadi pekerjaan rumah bersama? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here