Beranda Palembang TMMD Dibuka di Talang Jambe, Mampukah Infrastruktur Benar-Benar Menjangkau Warga?

TMMD Dibuka di Talang Jambe, Mampukah Infrastruktur Benar-Benar Menjangkau Warga?

6
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka secara resmi TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. (Foto: Poerba/CimutNews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Rabu (15/7/2026). Selama 30 hari ke depan, berbagai pekerjaan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat ditargetkan rampung melalui kolaborasi TNI, Pemerintah Kota Palembang, dan warga.

Di atas kertas, program ini membawa harapan besar. Akses jalan akan dibuka, rumah tidak layak huni diperbaiki, drainase dibangun, hingga penyediaan air bersih ditingkatkan. Namun, di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian masyarakat: apakah pembangunan ini mampu menjawab kebutuhan yang selama ini dirasakan warga secara merata?

Hal itu menjadi sorotan mengingat kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah kawasan Kota Palembang masih cukup tinggi. Hingga kini, belum semua lingkungan menikmati akses jalan, drainase, maupun fasilitas air bersih dengan kondisi yang memadai.

Kolaborasi TNI dan Pemkot Dorong Percepatan Pembangunan

Pembukaan TMMD ke-129 dipimpin langsung Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodim 0418/Palembang, perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa TMMD bukan hanya kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong yang dinilai sebagai kekuatan utama membangun daerah.

“Ini adalah sesuatu yang sangat baik karena mengedepankan jiwa dan semangat gotong royong. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus kita perkuat demi mempercepat pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ratu Dewa.

Menurutnya, salah satu fokus utama TMMD kali ini adalah pembangunan akses jalan karena dinilai mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca juga  Mobil Avanza Ini Hangus Terbakar di Jembatan Musi IV Palembang

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Palembang saat ini mencapai 5,91 persen, sehingga dukungan infrastruktur dinilai menjadi faktor penting agar aktivitas ekonomi semakin berkembang.

Infrastruktur Jadi Prioritas, Tetapi Tantangan Masih Ada

Pada pelaksanaan TMMD ke-129, sejumlah sasaran fisik telah ditetapkan, mulai dari pembukaan akses jalan, pembangunan drainase dan gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga penyediaan sarana air bersih.

Selain itu, berbagai kegiatan nonfisik juga akan dilaksanakan berupa penyuluhan kesehatan, pendidikan, wawasan kebangsaan, ketahanan pangan, pelayanan administrasi kependudukan, serta pelayanan sosial lainnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kebutuhan pembangunan dasar di sejumlah kawasan Palembang masih cukup beragam. Di beberapa wilayah pinggiran, persoalan jalan lingkungan, saluran drainase, hingga akses air bersih masih menjadi aspirasi yang kerap disampaikan masyarakat dalam berbagai forum pembangunan.

Karena itu, pelaksanaan TMMD dinilai menjadi salah satu langkah percepatan. Meski demikian, cakupan program yang berlangsung selama satu bulan tentu belum mampu menjawab seluruh kebutuhan pembangunan kota secara menyeluruh.

Harapan Warga Tak Hanya Berhenti pada Seremoni

Sejumlah warga yang hadir dalam pembukaan kegiatan mengaku berharap program TMMD benar-benar membawa perubahan nyata, terutama terhadap akses jalan dan lingkungan permukiman.

Menurut sejumlah warga, pembangunan infrastruktur dasar sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari, mulai dari akses menuju sekolah, tempat usaha, hingga pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, sebagian masyarakat juga berharap hasil pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi tetap terawat setelah program berakhir sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pemerintah Optimistis, Evaluasi Tetap Dibutuhkan

Ratu Dewa menilai kehadiran TNI melalui TMMD menjadi energi besar bagi Pemerintah Kota Palembang dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan perhatian terhadap infrastruktur dasar.

Baca juga  Pemuda Muhammadiyah Sumsel Dukung Kapolri Jaga Independensi Polri, Tegaskan Pentingnya Public Trust

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0418/Palembang beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan TMMD ke-129.

Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang menjelaskan bahwa TMMD akan dilaksanakan secara terpadu selama satu bulan dengan memadukan pembangunan fisik dan nonfisik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pekerjaan Rumah Belum Selesai

Pelaksanaan TMMD selama ini dikenal sebagai salah satu program kolaboratif yang mampu mempercepat pembangunan di daerah. Namun efektivitasnya tetap bergantung pada kesinambungan program setelah kegiatan berakhir.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana pembangunan yang dilakukan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

Apalagi, kebutuhan pembangunan Kota Palembang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai prioritas lanjutan terhadap wilayah lain yang juga membutuhkan pembangunan serupa setelah TMMD ke-129 selesai dilaksanakan.

Dengan dimulainya program ini, masyarakat tentu berharap manfaatnya benar-benar terasa, bukan hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari pemerataan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Palembang. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here