Beranda Palembang Jamaah Haji Disambut Haru, Evaluasi Layanan Masih Jadi Sorotan

Jamaah Haji Disambut Haru, Evaluasi Layanan Masih Jadi Sorotan

4
0
Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menyambut jamaah haji Kloter II Debarkasi Palembang di Aula Asrama Haji Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Suasana haru pecah di Aula Asrama Haji Palembang saat ratusan jamaah haji Kloter II Debarkasi Palembang asal Kabupaten Lahat akhirnya kembali ke Sumatera Selatan, Rabu (3/6/2026). Tangis keluarga, pelukan hangat, hingga doa syukur mewarnai penyambutan yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang.

Namun di balik suasana penuh kebahagiaan itu, perhatian terhadap kualitas layanan haji dan kesiapan pendampingan jamaah lanjut usia masih menjadi pembahasan yang belum sepenuhnya selesai setiap musim haji berlangsung.

Pemerintah Provinsi Sumsel menyebut proses pemulangan jamaah berjalan lancar. Cik Ujang menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh petugas yang mendampingi jamaah sejak di Tanah Suci hingga kembali ke daerah asal.

Ia berharap para jamaah mampu membawa nilai-nilai kebersamaan dan keteladanan ke lingkungan masyarakat setelah menuntaskan ibadah haji.

“Semoga seluruh ibadah yang dilakukan diterima Allah SWT dan para jamaah menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya dalam sambutan penyambutan jamaah di Asrama Haji Palembang.

Selain unsur pemerintah daerah, penyambutan juga dihadiri pihak Kementerian Haji, tenaga kesehatan, serta Petugas Haji Daerah (PHD) yang selama ini menjadi garda pendamping jamaah di lapangan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan tantangan pelayanan jamaah haji belum sepenuhnya ringan, terutama bagi jamaah lanjut usia yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Berdasarkan temuan di lapangan dan sejumlah pengalaman musim haji sebelumnya, persoalan kelelahan fisik, keterlambatan koordinasi, hingga keterbatasan pendampingan bagi jamaah lansia masih kerap menjadi keluhan tidak tertulis yang muncul di tengah keluarga jamaah.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah keluarga jamaah yang mengaku masih kesulitan memperoleh informasi detail terkait kondisi anggota keluarganya saat proses kepulangan berlangsung. Meski sistem pelayanan dinilai lebih tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya, transparansi informasi dan kecepatan komunikasi dinilai masih perlu diperkuat.

Baca juga  Banjir Palembang Dibahas Lagi, Namun Warga Mengaku Belum Tenang

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana kesiapan sistem pelayanan haji daerah menghadapi lonjakan jamaah lansia pada musim-musim berikutnya.

Sejumlah pelaku layanan perjalanan ibadah juga mengakui bahwa tantangan terbesar bukan lagi hanya soal keberangkatan, melainkan pemantauan kesehatan jamaah selama proses ibadah hingga pemulangan.

Apalagi, suhu ekstrem di Arab Saudi serta kepadatan aktivitas ibadah sering membuat kondisi fisik jamaah menurun drastis, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan.

Pemerintah daerah sendiri terus menekankan pentingnya pembinaan pasca-haji agar jamaah tidak hanya kembali dengan status simbolik, tetapi juga mampu memberi dampak sosial di lingkungan masing-masing.

Cik Ujang menyebut nilai persatuan, kedisiplinan, dan kebersamaan selama di Tanah Suci diharapkan dapat menjadi inspirasi di tengah masyarakat Sumsel.

Namun hingga kini, belum semua persoalan pelayanan jamaah haji benar-benar tuntas dari tahun ke tahun. Evaluasi soal pendampingan lansia, kesiapan tenaga medis, hingga sistem komunikasi keluarga masih menjadi pekerjaan rumah yang terus muncul setiap musim pemulangan jamaah.

Di tengah meningkatnya jumlah calon jamaah haji dan tingginya harapan masyarakat terhadap pelayanan yang lebih manusiawi, publik kini menunggu apakah pembenahan yang dijanjikan benar-benar mampu dirasakan langsung di lapangan.

Atau justru persoalan yang sama akan kembali terulang pada musim haji berikutnya.

Informasi dihimpun dari keterangan resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan hasil penelusuran lapangan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here