Beranda Banyuasin Pemuda Muhammadiyah Banyuasin Dilantik, Harapan Besar Kini Diuji di Lapangan

Pemuda Muhammadiyah Banyuasin Dilantik, Harapan Besar Kini Diuji di Lapangan

11
0
Sekretaris Daerah Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banyuasin Periode 2025–2029 di Auditorium Pemkab Banyuasin. (Foto: Noto/CimutNews).

PANGKALAN BALAI, cimutnews.co.id – Pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banyuasin Periode 2025–2029 menjadi momentum penting bagi lahirnya kepemimpinan baru di kalangan generasi muda. Mengusung tema “Spirit Pemuda Negarawan, Menuju Banyuasin Bangkit”, organisasi ini diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.

Namun, di balik semangat pelantikan tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian banyak kalangan. Mampukah organisasi kepemudaan benar-benar menghadirkan dampak nyata di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi pemuda Banyuasin, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga peluang kerja yang masih terus menjadi harapan?

Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Jumat (24/7), itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng., bersama unsur pemerintah daerah, tokoh Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Erwin Ibrahim menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadi penggerak lahirnya generasi muda yang berkualitas, berintegritas, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Banyuasin.

Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai tempat lahirnya calon pemimpin masa depan.

“Pemuda Muhammadiyah adalah calon-calon pemimpin Kabupaten Banyuasin di masa depan. Tinggal bagaimana mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Bangun komunikasi yang baik, dekat dengan masyarakat dan organisasi, serta terus berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ujar Erwin.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi yang luas dengan organisasi kepemudaan dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin sangat terbuka untuk bekerja sama. Kami siap mendukung berbagai program positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk upaya menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Baca juga  Operasi Zebra Musi 2025 Dimulai: Polres Banyuasin Fokus Tertib Lalu Lintas dan Keselamatan Publik

Organisasi Kepemudaan Diharapkan Tak Hanya Seremonial

Pelantikan pengurus organisasi kepemudaan hampir setiap tahun menjadi agenda penting di berbagai daerah. Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari suksesnya prosesi pelantikan, melainkan sejauh mana program kerja benar-benar dirasakan masyarakat.

Sejumlah pengamat kepemudaan menilai, tantangan terbesar organisasi saat ini adalah menjaga konsistensi setelah euforia pelantikan berakhir. Program pemberdayaan, pengembangan kompetensi, kewirausahaan, hingga pendampingan masyarakat menjadi indikator yang akan dinilai publik dalam beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda seperti persaingan dunia kerja, transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga partisipasi dalam pembangunan daerah masih membutuhkan perhatian bersama.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana strategi konkret organisasi kepemudaan untuk menjawab kebutuhan tersebut, di luar aktivitas organisasi yang bersifat internal.

Kader Diminta Menjaga Loyalitas Organisasi

Ketua Umum Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banyuasin Periode 2021–2025, Abdulah Hadedy, mengajak seluruh kader tetap menjaga komitmen terhadap organisasi.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa sehingga kader muda perlu menjaga semangat pengabdian dan loyalitas terhadap nilai-nilai organisasi.

“Tanamkan dalam diri bahwa kita adalah Pemuda Muhammadiyah. Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa, sehingga kita harus terus menjaga komitmen dan memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banyuasin Periode 2025–2029, Harnedi, M.A., S.Pd.I., menegaskan kesiapan organisasinya menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Ia menyatakan kepengurusan baru berkomitmen menyatukan langkah bersama pemerintah dalam mendukung terwujudnya visi Banyuasin Bangkit menuju daerah yang adil, sejahtera, dan berkelanjutan.

Tantangan Kolaborasi Masih Menunggu Pembuktian

Kolaborasi pemerintah dengan organisasi kepemudaan selama ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.

Baca juga  Ekspor Perdana Pakan Hewan dari Banyuasin Tembus Filipina, Perkuat Daya Saing Industri Sumatera Selatan

Namun hingga kini, belum semua program kolaboratif mampu berjalan optimal karena bergantung pada konsistensi pelaksanaan, pendanaan, serta partisipasi aktif para kader di lapangan.

Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat umumnya berharap organisasi kepemudaan tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga hadir melalui program yang menyentuh persoalan nyata, seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pendampingan UMKM, literasi digital, hingga kegiatan sosial yang berkelanjutan.

Belum ada penjelasan rinci mengenai program prioritas yang akan dijalankan kepengurusan baru dalam waktu dekat. Meski demikian, komitmen yang disampaikan saat pelantikan menjadi modal awal yang akan dinilai publik melalui implementasinya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuasin H. Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si., perwakilan Baznas Banyuasin, Aisyiyah Banyuasin, KPU Banyuasin, BIN Banyuasin, Polres Banyuasin, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kini, harapan besar telah disampaikan dari berbagai pihak. Namun pertanyaan yang masih tersisa adalah, apakah semangat “Spirit Pemuda Negarawan” benar-benar akan diterjemahkan menjadi program yang dirasakan masyarakat Banyuasin, atau justru berhenti sebagai slogan dalam seremoni pelantikan. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here