
PRABUMULIH, cimutnews.co.id — Kunjungan kerja perdana Kapolres Prabumulih yang baru, AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., ke Kantor Wali Kota Prabumulih menjadi penanda dimulainya babak baru koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Pertemuan yang berlangsung pada 21 Juli itu berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, sekaligus membawa harapan terhadap penguatan keamanan dan pelayanan publik di Kota Prabumulih.
Namun, di balik suasana penuh optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian masyarakat. Sejauh mana sinergi yang dibangun mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban yang masih dihadapi warga di lapangan?
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai langkah konkret yang akan menjadi prioritas Kapolres baru bersama Pemerintah Kota Prabumulih dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Dalam kunjungan tersebut, AKBP Gunarto beserta jajaran diterima langsung oleh Wali Kota Prabumulih H. Arlan di ruang kerjanya. Agenda tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan resmi setelah pergantian pucuk pimpinan di Polres Prabumulih.
Turut hadir mendampingi Kapolres, Kasat Reskrim AKP Jon Kenedi, S.H., M.Si., Kasat Lantas AKP Marlina, S.H., M.Si., Kasat Intelkam Iptu Romi Afriyadi, S.Psi., M.H., Kasi Kum Iptu Haryoni Amin, Kasi Propam Iptu Apris, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih Feri, S.E., M.Si.
Secara resmi, pertemuan tersebut menegaskan komitmen memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Prabumulih dan Polres Prabumulih dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendukung jalannya pembangunan daerah melalui pelayanan publik yang semakin baik.
Wali Kota dan Kapolres sepakat bahwa stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tantangan menjaga keamanan daerah tidak hanya bergantung pada koordinasi antarlembaga. Mobilitas masyarakat yang terus meningkat, aktivitas ekonomi yang berkembang, hingga potensi pelanggaran lalu lintas maupun gangguan ketertiban menjadi pekerjaan yang membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah warga mengaku berharap pergantian kepemimpinan di lingkungan Polres Prabumulih tidak hanya menjadi seremoni pergantian jabatan, tetapi juga diikuti peningkatan pelayanan kepolisian, percepatan penanganan laporan masyarakat, hingga penguatan patroli pada titik-titik yang dinilai rawan.
Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat umumnya menaruh harapan besar terhadap hadirnya rasa aman yang benar-benar dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan tersebut mencakup keamanan lingkungan permukiman, kelancaran lalu lintas, hingga pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif.
Pengamat tata kelola pemerintahan juga kerap menilai bahwa hubungan harmonis antara kepala daerah dan aparat penegak hukum merupakan modal penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan daerah. Meski demikian, efektivitasnya tetap akan diukur melalui implementasi kebijakan, bukan semata-mata melalui pertemuan resmi.
Karena itu, koordinasi lintas sektor yang terbangun dalam kunjungan kerja ini dipandang sebagai langkah awal yang positif. Selanjutnya, masyarakat akan menunggu berbagai program kolaboratif yang benar-benar menyentuh kebutuhan publik, mulai dari peningkatan keamanan lingkungan, penertiban lalu lintas, hingga pelayanan yang lebih mudah diakses.
Hingga kini, belum semua langkah prioritas yang akan dijalankan pasca-pertemuan tersebut dijelaskan secara rinci kepada publik. Masyarakat pun menantikan bagaimana sinergi yang telah dibangun dapat diwujudkan dalam program yang terukur dan berdampak langsung bagi kehidupan sehari-hari.
Apakah kolaborasi antara Pemerintah Kota Prabumulih dan Polres Prabumulih kali ini akan mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang perlu dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan? Waktu yang akan menjawabnya. (Indra)

















